Kardiomiopati

Kardiomiopati adalah penyakit kronis pada otot jantung. Penyakit ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah karena otot jantung menebal, lemas, dan kaku.


zoom-inlihat foto
jantungkompascomintisari-onlinecom.jpg
kompas.com/Intisari-Online.com
Ilustrasi Jantung. Kardiomiopati adalah penyakit kronis pada otot jantung

Kardiomiopati adalah penyakit kronis pada otot jantung. Penyakit ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah karena otot jantung menebal, lemas, dan kaku.




  • Informasi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kardiomiopati adalah  penyakit kronis pada otot jantung.

Penyakit ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah karena otot jantung menebal, lemas, dan kaku.

Kardiomiopati dapat menyebabkan gagal jantung. Terdapat lima jenis kardiomiopati, yaitu:

  • Kardiomiopati dilatasi. Bagian ventrikel jantung membesar, merenggang, dan melemah. Ventrikel adalah ruang jantung di bawah yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh dan menerima darah dari ruang jantung sebelah atas (atrium).
  • Kardiomiopati hipertrofik, kondisi ini ditandai otot jantung yang menebal tanpa sebab yang jelas.
  • Kardiomiopati restriktif. Kardiomiopati jenis ini akan membuat jantung kaku dan tidak lentur, sehingga mengganggu fungsi jantung untuk memompa darah.
  • Kardiomiopati iskemik. Tipe ini terjadi karena penyempitan arteri, sehingga pengiriman oksigen tidak tercukupi ke otot jantung dan membuat jantung melemah.
  • Kardiomiopati peripartum. Tipe ini terjadi selama kehamilan atau segera setelah kehamilan.

Baca: Penyakit Jantung Koroner

  • Penyebab


Kardiomiopati dapat disebabkan oleh faktor genetik dari anggota keluarga dan kondisi penyakit lain yang mengganggu kinerja jantung.

Misalnya diabetes, hipertensi, infeksi pada jantung, penyakit jantung koroner, penyakit autoimun, penyakit jaringan ikat, penyakit endokrin, penyakit otot, dan amiloidosis sarkoidosis.

Penggunaan obat-obatan terlarang, kehamilan, dan pengobatan kanker juga bisa menyebabkan penyakit ini muncul. 

Baca: Serangan Jantung

  • Gejala


Gejala kardiomiopati bervariasi, dari ringan hingga ke berat.

Gejala umumnya berupa sesak napas dan kelelahan (terutama saat beraktivitas), serta pembengkakan di kaki bagian bawah, pergelangan kaki, kaki, perut, dan vena leher.

Ilustrasi sesak napas
Ilustrasi sesak napas (Boldsky.com)

Gejala lainnya berupa pusing dan perasaan melayang, gangguan detak jantung (aritmia dan murmur), nyeri dada, pingsan saat beraktivitas, dan batuk.

Gejala dapat terjadi ketika kardiomiopati sudah melemahkan jantung.

  • Pengobatan


Pengobatan kardiomiopati tergantung pada jenis kardiomiopati dan tingkat keparahan yang dialami pengidapnya.

Beberapa kondisi kardiomiopati tidak memerlukan pengobatan dan hanya perlu menjaga pola hidup sehat, seperti:

  • Makan banyak buah, sayuran, biji-bijian, dan mengurangi garam (sodium).
  • Mempertahankan berat badan yang ideal atau menurunkan berat badan (jika diperlukan).
  • Berolahraga secara teratur.
  • Berhenti merokok dan minum alkohol.
  • Hindari stres.
  • Mengobati penyakit yang menyebabkan kardiomiopati, seperti diabetes dan darah tinggi (hipertensi).

Beberapa jenis obat juga bisa diresepkan dokter untuk mengatasi gejala kardiomiopati, antara lain obat untuk menurunkan tekanan darah (obat antihipertensi), memperlambat denyut jantung, menjaga detak jantung agar ritme stabil (obat antiaritmia), mengurangi kelebihan cairan dari tubuh (obat diuretik), obat pencegah pembekuan darah, larutan penyeimbang mineral (elektrolit) dalam tubuh, mengurangi peradangan (kortikosteroid), dan memperkuat detak jantung.

Pembedahan juga dapat dilakukan untuk mengangkat jaringan yang menebal pada sekat jantung (miektomi septal).

Efek samping prosedur ini berupa risiko infeksi, perdarahan, komplikasi anestesi, bekuan darah, dan gangguan ritme jantung.

Ilustrasi Kardiomiopati. Penyakit ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah karena otot jantung menebal, lemas, dan kaku
Ilustrasi Kardiomiopati. Penyakit ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah karena otot jantung menebal, lemas, dan kaku (pixabay.com)

Prosedur pengobatan lain yang bisa dilakukan, misalnya pemasangan alat seperti alat pacu jantung (pacemaker), cardiac resynchronization therapy device (CRT), left ventricular assist device (LVAD), dan implantable cardioverter defibrillator (ICD) untuk membuat kerja jantung menjadi lebih baik.

Masing-masing alat dapat menimbulkan efek samping, seperti infeksi dan perdarahan pada tempat insersi.

Terdapat juga prosedur ablasi septum alkohol (prosedur non-bedah).

Pada prosedur ini, dokter menyuntikkan etanol (sejenis alkohol) melalui tabung ke arteri kecil yang memasok darah ke daerah otot jantung yang menebal yang terkena kardiomiopati.

Alkohol membunuh sel dan jaringan yang menebal menyusut ke ukuran yang lebih normal.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi, seperti risiko perdarahan dan infeksi juga kerusakan pada pembuluh darah/katup jantung.

Transplantasi jantung dapat menjadi pilihan ketika semua metode pengobatan tidak berhasil.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi
Penyakit Kardiomiopati
Menyerang Otot jantung
Faktor risiko Riwayat keluarga, masalah jantung, obesitas, konsumsi obat terlarang, minum alkohol, dan memiliki kondisi medis yang merusak jantung.
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved