Hari Ini dalam Sejarah 3 September: 11 Hari di Inggris Hilang karena Kalender Gregorian Digunakan

Di Inggris, setelah 2 September 1752, hari langsung melompat ke 14 September 1752. Tidak ada tanggal 3-13 September 1752.


zoom-inlihat foto
paus-gregorius-xiii.jpg
Wikimedia Commons/The Bridgeman Art Library, Object 98598
Paus Gregorius XIII, penganjur perevisian kalender Julian

Di Inggris, setelah 2 September 1752, hari langsung melompat ke 14 September 1752. Tidak ada tanggal 3-13 September 1752.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tanggal 3 September 1752 menghilang dari kalender di Inggris dan langsung digantikan tanggal 14 September 1752.

Hilangnya 11 hari disebabkan Inggris mengganti kalender Julian dengan kalender Gregorian.

Dari aspek hukum, alasan "pelompatan 11 hari" itu adalah dikeluarkannya Calender Act of 1750 atau Undang-Undang Kalender tahun 1750.

Pemberlakuan kalender Gregorian juga diikuti oleh koloni Inggris.[1]

Kebijakan ini sempat diperdebatkan oleh Whig dan Tory dalam kampanye pemilihan tahun 1754.

Selain itu, orang-orang sempat mengira hidup mereka dipersingkat 11 hari dan curiga terhadap pergeseran hari-hari suci.[2]

  • Paus Gregorius XIII dan Kalender Gregorian #


Pada tahun 1582, Paus Gregorius sudah 10 tahun menjadi pemimpin gereja Katolik.

Dia memiliki masalah yang berkaitan dengan hari Paskah.

Saat itu, kalender Julian yang digunakan oleh gereja menghitung satu tahun sama dengan 365 hari dan 6 jam.

Perhitungan itu kurang akurat karena yang tepat adalah 365 hari 5 jam dan 49 menit.

Perbedaan 11 hari mungkin tidak terlihat banyak, tetapi apabila diakumulasikan selama lebih dari 1.300 tahun akan menjadi banyak.

Oleh karena itu, pada 24 Februari 1582 Paus mengeluarkan dekrit yang menyatakan "penghilangan" beberapa hari sehingga kalender menjadi sinkron kembali.[3]

Hasilnya, setelah 4 Oktober 1582, hari langsung melompat ke 15 Oktober 1582.

Kebijakan ini diikuti Spanyol, sebagian Italia, Prancis, Portugal, Luxembourg, Polandia, dan Lithuania.

Kalender baru ini kemudian dikenal sebagai kalender Gregorian.[4]

  • Inggris yang Tertinggal #


Inggris, yang memiliki wilayah luas dan kekuasaan besar, meresa tidak perlu segera beralih ke kalender Katolik itu.

Saat kalender Gregorian muncul, gereja Inggris sudah berpisah dari gereja Katolik.

Masalah kemudian muncul karena orang-orang kemudian menulis dua tanggal ketik menulis surat, yakni versi Gregorian dan Julian.

Untuk mengatasi masalah ini, Inggris akhirnya mengeluarkan Undang-Undang Kalender tahun 1750.

Dengan undang-undang ini, pemerintah mengakui bahwa kalender lama atau Julian menyebabkan kebingungan dan ketidaknyamanan.

Ini karena kalender di Inggris berbeda dari kalender di negara-negara tetangganya sehingga sering memunculkan kekeliruan.[5]

  • 11 Hari Hilang #


Tindak lanjut dari UU tersebut adalah penghilangan 11 hari.

Setelah 2 September 1752, hari langsung melompat ke 14 September 1752.

Ketika kebijakan diberlakukan, orang-orang mengira hidup mereka dipersingkat 11 hari.

Mereka juga tidak senang dan menjadi curiga dengan pergeseran hari raya, termasuk Paskah.

Ada cerita mengenai beberapa orang yang tidak menyukai penghilangan hari tersebut karena kalah dalam taruhan.

Seorang pria bernama William Willet dari Endon bertaruh bahwa dirinya bisa menari nonstop selama 12 hari dan 12 malam.

Dia mulai menari mengelilingi desa pada malam hari tanggal 2 September 1752.

Besoknya, ketika tanggal menjadi 14 September 1752, dia memenangkan taruhan.[6]

Inggris bukan negara yang paling akhir beralih ke kalender Gregorian.

Rusia baru beralih tahun 1918 dan Yunani bahkan baru mengadopsinya tahun 1923.[7]

(Tribunnewswiki.com/Tyo)



Peristiwa 11 hari menghilang di kalender Inggris
Pada 3 September 1752
   


ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved