Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Masih Negatif, Indonesia di Ambang Resesi

Menkeu Sri Mulyani menegaskan tahun ini memang jadi periode yang berat bagi ekonomi Indonesia baik dari sisi konsumsi, investasi, maupun perdagangan


zoom-inlihat foto
ilustrasi-resesi-ekonomi.jpg
Pixabay/Tribun Bali
Ilustrasi resesi ekonomi. Indonesia berada di ambang resesi karena pertumbuhan ekonomi kuartal III masih negatif.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal III masih negatif.

Selain itu, kata Sri Mulyani, kuartal IV masih di zona sedikit di bawah netral.

Ekonomi suatu negara dikatakan mengalami resesi apabila pertumbuhan ekonomi dalam dua kuartal bernilai negatif secara berturut-turut.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II sudah negatif, yakni minus 5,32%.

Sri Mulyani mengatakan Indonesia tidak bisa menahan resesi ekonomi tahun ini.

“Di kuartal III-2020 masih mengalami negative growth, bahkan di kuartal IV-2020 masih dalam zona sedikit di bawah netral,” kata Menkeu Sri Mulyani, dalam Rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Rabu (2/9/2020), dikutip dari Kontan.

Baca: Jika Nanti Indonesia Resesi, Menko Maritim Luhut Binsar: Bukan Akhir Segalanya

Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani berpidato saat menghadiri seminar Nota Keuangan APBN 2020 Mengawal Akuntabilitas Penerimaan Negara di Gedung Nusantara IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019)
Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani berpidato saat menghadiri seminar Nota Keuangan APBN 2020 Mengawal Akuntabilitas Penerimaan Negara di Gedung Nusantara IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019) (Tribunnews/JEPRIMA)

Menkeu menegaskan tahun ini memang jadi periode yang berat bagi ekonomi Indonesia baik dari sisi konsumsi, investasi, maupun perdagangan. 

Sampai dengan akhir tahun 2020, Menkeu memprediksi ekonomi Indonesia berada di rentang minus 1,1% sampai 0,2%.

Asumsi Menkeu, bila ekonomi Indonesia berada di level 0,2% tahun ini, maka sudah terjadi recovery di kuartal III-2020 dan kuartal IV-2020 dari realisasi di kuartal II-2020.

Sementara itu, di tahun depan Menkeu perkirakan pertumbuhan ekonomi di rentang 4,5%-5,5%. Hal tersebut didasarkan pada momentum pemulihan terjaga meskipun ketdiakpastian Covid-19 masih terjadi. 

Namun, tahun depan pun diprediksi belum sepenuhnya pulih, hal tersebut tergantung dari penanganan pandemi di semester II-2020.

Baca: Indonesia di Ambang Resesi, Wamenkeu Suahasil Nazara: Jangan Khawatir soal Label Resesi

“Semua prediksi mengenai vaksin baru akan akan dilakukan secara luas setelah vaksin ditemukan dan vaksinasi meluas di semester II-2020. Jadi semester I-2021 tidak bisa asumsikan pemulihan full power, sebab Covid-19 masih jadi salah satu faktor yang menahan di konsumsi dan investasi maupun pemulihan ekonomi global,” kata Menkeu.

6 Negara Maju yang Mengalami Resesi akibat Pandemi Covid-19

Berikut adalah daftar enam negara maju yang sudah secara resmi jatuh ke jurang resesi:

1. Korea Selatan

Perekonomian Korea Selatan mencatat resesi teknis pertama sejak 2003 pada kuartal Juni 2020.

Pembatasan aktivitas akibat dari pandemi virus corona menekan kegiatan ekonomi dan permintaan global.

 

Ilustrasi krisis ekonomi
Ilustrasi krisis ekonomi

Melansir Reuters, bank sentral Korsel mengatakan, tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) Korsel mengalami penurunan sebesar 3,3% yang disesuaikan secara musiman pada kuartal Juni.

Sebagai perbandingan, pada kuartal sebelumnya PDB Korsel menurun 1,3%. Kontraksi tersebut jauh lebih buruk daripada kontraksi 2,3% yang terlihat dalam jajak pendapat Reuters.

Ekspor barang dan jasa dari negara dengan perekonomian yang bergantung pada perdagangan ini anjlok 16,6%, atau mencatat angka terburuk sejak kuartal terakhir 1963.

Baca: Indonesia di Ambang Resesi, Wamenkeu Suahasil Nazara: Jangan Khawatir soal Label Resesi





Halaman
123






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved