TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebentar lagi, pecinta sepak bola Indonesia bakal segera melihat seperti apa racikan Shin Tae-yong untuk Indonesia, meski baru di level U-19.
Timnas Indonesia U-19 akan berlaga pada Piala Asia U-19 2020 di Uzbekistan, pertengahan Oktober.
Jelang turnamen tersebut, Shin Tae-yong sendiri menggembleng Timnas Indonesia U-19 dengan keras dan disiplin.
Tanda-tanda karakter disiplin Shin Tae-yong sudah terlihat sejak jauh-jauh hari.
Di awal-awal penunjukkan sebagai pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong langsung mengomentari persoalan fisik terkait kebugaran dan buruknya stamina pemain Indonesia.
Mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu pun secara terang-terangan mengkritik para pemain Timnas Indonesia yang tidak disiplin dalam menjaga pola makan.
Terbaru, Shin Tae-yong menunjukkan sisi profesionalitasnya terkait kedisiplinan di Timnas Indonesia.
Diketahui, Shin Tae-yong mencoret dua pemain sebelum Timnas Indonesia U-19 berangkat ke Kroasia untuk melanjutkan pemusatan latihan (TC).
Baca: Berlatih di Bawah Kedispilinan Shin Tae-yong, Skuat Timnas Indonesia U-19 Alami Tiga Peningkatan Ini
Baca: 2 Pemain Timnas Indonesia U-19 Dicoret Akibat Tak Disiplin, PSSI Dukung Keputusan Shin Tae-yong
Bagaimana tidak, mereka berdua dicoret tepat beberapa jam sebelum keberangkatan timnas U-19 Indonesia ke Kroasia.
Kedua pemain yang dicoret tersebut adalah Ahmad Afhridzal dan Serdy Ephi Fano.
Keduanya dicoret karena terlambat menghadiri latihan selama 10 menit.
Atas dasar itu, salah satu pemain yakni Ahmad Afhridzal, pemain asal Vamos Indonesia mengakui kelalaiannya.
"Saya mengaku salah atas perbuatan saya karena memang saya yang salah."
"Coach Shin Tae-yong itu pelatih yang adil dan tegas, cocok buat merubah Indonesia," ujarnya pada Senin (31/8/2020), dilansir Tribunnewswiki.com dari laman Bolasporrt.com berjudul Kronologi Ahmad Afhridzal Bisa Telat Latihan, Sempat Bangun untuk Solat Subuh.
Ahmad Afhridzal pun menceritakan kronologis kejadian kenapa dirinya dan Serdy Ephy Fano bisa terlambat 10 menit.
Padahal diakuinya saat itu Ahmad Afhridzal sudah bangun untuk melaksanakan salat subuh.
Hanya saja karena merasa kelelahan akhirnya ia tidak sengaja ketiduran dan terbangun karena telfon yang masuk dari ofisial tim.
Sialnya, Serdy yang satu kamar dari Ahmad Afhridzal juga lupa untuk pasang alarm.
Baca: Kaos Kaki Beda Warna, Cara Latihan Unik Shin Tae-yong Antisipasi Kelemahan Timnas Indonesia U-19
Baca: Timnas Indonesia U-19 Bersiap TC ke Kroasia, Piala Asia U-19 2020 Terancam Diundur Akibat Covid-19
"Sebetulnya saya sudah bangun untuk shalat subuh, tapi karena masih merasa kelelahan habis latihan malam. Timnas itu latihan tiga kali kan, pagi, sore dan malam."
"Malam selesai setengah 11 langsung tidur, bangun terus salat subuh terus kebablasan tidur lagi karena capek."
"Tahunya kami bangun-bangun jam 6.40 dan bis pergi jam 6.40. Saya lari-lari ke bawah bareng Serdy dan akhirnya telat," ungkapnya.
Untuk ke depannya, Ahmad Afhridzal akan menjadikan kejadian pencoretan itu sebagai pembelajaran dan motivasi dirinya.
Ia pun berharap dapat kembali dipanggil Shin Tae-yong untuk masuk ke skuat Piala Dunia U-20 di Indonesia nanti.
"Harapan saya sih, saya bisa masuk ke skuat Shin Tae-yong lagi untuk Piala Dunia dan saya berharap sekali."
"Saya pun akan merubah sikap saya untuk lebih disiplin dan latihan lebih keras untuk bisa masuk ke tim coach Shin Tae-yong," ujarnya.
Keputusan Shin Tae-yong didukung PSSI
Timnas Indonesia U-19 akan menjalani pemusatan latihan atau training center (TC) di Kroasia.
Selama di negara Balkan tersenu, Timnas Indonesia U-19 akan menjalani turnamen ujicoba dengan beberapa negara pada 2-8 September 2020.
Garuda Muda Nusantara besutan pelatin Shin Tae-yong mengambil Kroasia sebagai tempat untuk TC dan rencananya sekaligus untuk mendarat ke venue Piala Asia U-19 2020 nanti pada pertengan Oktober.
Baca: Timnas Indonesia U-19 Bersiap TC ke Kroasia, Piala Asia U-19 2020 Terancam Diundur Akibat Covid-19
Baca: Keras dan Disiplin, Shin Tae-yong Terapkan Latihan 3 Kali Sehari untuk Skuat Timnas Indonesia U-19
Diketahui, Shin Tae-yong mencoret dua pemain sebelum Timnas Indonesia U-18 berangkat ke Kroasia untuk melanjutkan pemusatan latihan (TC).
Kedua pemain timnas U-19 Indonesia yang ditendang yakni Serdy Ephyfano (Bhayangkara FC) dan Ahmad Afhridzal (Vamos Indonesia).
Serdy dan Rizal dicoret oleh Shin Tae-yong karena terlambat ikut berlatih bersama timnas U-19 Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2020).
Mengapa kedua pemain ini dicoret dan tidak ikut ke Kroasia, meski segala administrasi sudah siap membawa keduanya pergi ke Kroasia?
Mengutip dari pemberitaan Bolasport.com, ternyata Serdy dan Afhridzal masih tertidur pulas disaat para pemain timnas U-19 Indonesia sudah mulai bersiap berangkat ke Stadion Madya.
Serdy dan Rizal pun langsung menyusul rekan-rekannya itu, tetapi terlambat 10 menit.
Keduanya dikabarkan langsung meminta maaf ke Shin Tae-yong karena terlambat akibat telat bangun.
Pelatih asal Korea Selatan itu memutuskan langsung mencoret kedua pemain tersebut dan tidak dibawa ke Kroasia walaupun PSSI sudah menyediakan tiket serta membuatkan visa.
Baca: Demi Piala Dunia U-20 2021, Shin Tae-yong Siapkan Penyerang Berbadan Tinggi di Timnas Indonesia U-19
Baca: Redam Isu Kontroversial Timnas U-19 Naturalisasi Pemain Brasil, Berikut Ini Penjelasan dari PSSI
Terkait dengan pemulangan pemain indisipliner, PSSI senada dengan Shin Tae-yong.
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan bahkan telah mempersilahkan untuk Shin Tae-yong mencari penggantinya
Bahkan PSSI pun saat ini sudah menyiapkan tiket pesawat dan visa untuk calon pemain timnas U-19 Indonesia pengganti Serdy dan Afhridzal.
"Ya nanti kami persilahkan yang bersangkutan (pelatih) untuk mencari pemain yang bisa dipanggil ke timnas U-19 Indonesia."
"Tiket sudah kami siapkan visa juga sudah disiapkan tetapi demi kemajuan tim saya persilahkan Shin Tae-yong untuk melakukan itu (pemanggilan)," ucapnya kepada wartawan di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2020).
(Tribunnewswiki.com/Ris)