TRIBUNNEWSWIKI.COM - Relasi antara manajemen Barcelona dengan Lionel Messi semakin buruk.
Puncaknya adalah pihak Lionel Messi mengirim surat faks permintaan pemutusan kontrak dan tak menampakkan batang hidungnya dalam test PCR Covid-19 Barcelona, Minggu (30/8/2020) waktu setempat jelang pembukaan pramusim.
Dengan ini, semakin nyata lah sinyal bahwa Lionel Messi akan meninggalkan Barcelona pada musim panas 2020 ini.
Kemana klub yang dituju Messi bahkan sudah diramalkan oleh banyak media di Eropa.
Paling santer adalah kabar bergabungnya Lionel Messi di Inggris bersama Manchester City yang diasuh oleh eks pelatih Barcelona, Pep Guardiola.
Namun, ada satu hal mengganjal terkait peluang Lionel Messi untuk pergi dari Barcelona
Barcelona tak mau menggugurkan klausul pelepasan yang melekat di kontrak pemain berjuluk La Pulga itu.
Antara klub berjuluk Los Cules dan pihak Messi pun ngotot saling adu opini
Pihak Lionel Messi menilai klausul pelepasan senilai 700 juta euro (sekitar Rp12, 2 triliun) sudah tidak berlaku dan kedaluwarsa.
Klausul pelepasan tersebut tak pada akhir musim 2019-2020, yang dianggap kubu Messi berakhir efektif pada Agustus ini, mengingat musim 2019-20 baru berakhir Agustus akibat Covid-19.
Baca: Respons Ultimatum Barcelona, Lionel Messi Siap Buka Rahasia Dibalik Alasannya Ingin Tinggalkan Klub
Baca: Top Skor Sepanjang Masa dan Kreator 10 Persen Semua Gol Klub, Beranikah Barcelona Hidup Tanpa Messi?
Dengan demikian, Messi bisa dipinang oleh klub lain dengan harga yang jauh lebih rendah, bahkan gratis.
Sementara pihak Barcelona bersikeras klausul pelepasan tersebut masih berlaku dan baru hangus untuk akhir musim 2020-21 kedepan.
Barcelona berpijak pada fakta bahwa klausul tersebut berlaku pada Mei-Juni, dimana musim berakhir jika pada situasi normal dan tak menghitung efek pandemi.
Sehingga Barcelona dibawah kepemimpinan Josep Maria Bartomeu tetap berpegang teguh pada kontrak yang menyebutkan Messi tak bisa dilepas secara bebas karena baru mengajukan pemberitahuan pada Agustus.
Klub menilai batas akhir pengajuan pindah itu tetap pada bulan Juni sesuai kontrak awal.
Perbedaan interpretasi tersebut akhirnya menjadi perhatian serius oleh LaLiga selaku otoritas tertinggi sepak bola Liga Spanyol.
Dalam pernyataan resminya, pihak LaLiga memberikan klarifikasi terkait kontrak dan klausul Messi.
Terdapat dua poin penting dari pernyataan resmi LaLiga.
Poin pertama, kontrak tersebut saat ini masih berlaku.
Klausul pemutusan hubungan kerja berlaku jika Messi memutuskan untuk mendesak pemutusan kontrak secara sepihak lebih awal.
Hal itu dilakukan sesuai dengan pasal 16 Keputusan Kerajaan Spanyol nomor 1006/1985, tanggal 26 Juni, yang mengatur hubungan kerja khusus atlet profesional.
Poin kedua, sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan mengikuti prosedur dalam kasus ini, LaLiga tidak akan menjalankan proses izin untuk pemain bersangkutan agar dikeluarkan dari data federasi jika mereka sebelumnya tidak membayar jumlah klausul tersebut.
Artinya, nama Messi tetap akan terdaftar di Liga Spanyol dan klausul pelepasan Messi yang mencapai 700 juta euro tersebut masih berlaku, sehinggga sang kapten tidak dapat pergi secara cuma-cuma pada musim panas 2020.
LaLiga menyatakan bahwa mereka "berada" di pihak Barcelona.
Secara tidak langsung, kepergian Lionel Messi tak hanya akan berdampak drastis bagi Barcelona, namun juga untuk Liga Spanyol dan sepak bola negeri matador itu secara luas.
Keberadaan Messi di Liga Spanyol setidaknya akan membuat suporter atau pecinta sepak bola tetap menyimpan satu dari jutaan alasan untuk tetap mengikuti atau menonton Liga Spanyol.
Baca: Barcelona Beri Ultimatum Siap Hukum Lionel Messi jika Membangkang, bahkan Membawanya ke Pengadilan
Baca: Saga Transfer Barcelona: Lionel Messi Sudah Menelpon Pep Guardiola untuk Pindah ke Manchester City
Dengan popularitas sebagai salah satu pemain terbaik di dunia, keberadaan Lionel Messi adalah magnet besar bagi pecinta sepak bola, entah yang datang langsung ke stadion atau menyaksikan laga di siaran televisi.
Tindakan LaLiga yang menegaskan bahwa Barcelona adalah pemilik sah Lionel Messi dan klub-klub lain harus menghormati isi kontrak jika ingin membeli sang bintang merupakan upaya pamungkas menjaga agar Liga Spanyol tetap memiliki peminat luas.
Kepergian Cristiano Ronaldo pada 2018 tak ingin kembali menjadi blunder kedua LaLiga.
Rivalitas Ronaldo vs Messi dalam balutan Real Madrid vs Barcelona atau El Clasico telah sukses menjaga pamor Liga Spanyol dalam kurun satu dekade terakhir untuk tetap relevan, ditengah semakin raksasanya Liga Inggris dari hari ke hari.
Kepergian Ronaldo ke Juventus pun melenyapkan setengah api di Liga Spanyol dan sukses membuat Juventus serta Liga Italia untuk kembali semakin dibicarakan setelah kedatangan superstar tersebut.
Saat ini, LaLiga sedang aktif membuka pasarnya untuk penonton di Asia dan Amerika Serikat.
Kehilangan Messi, yang merupakan salah satu magnet terbesarnya pasca kehilangan Ronaldo dua tahun lalu, tentu merupakan langkah mundur bagi eksposur Liga Spanyol yang sedang bersaing dengan Liga Inggris dan Liga Italia dalam menjaring fans di luar benua Eropa.
Peluang ke Manchester City
Sosok Lionel Messi tidak murni berasal dari Barcelona.
Messi kecil pernah bermain klub Argentina, Newell Old Boys, setelah ditolak oleh berbagai klub akibat dianggap terlalu pendek meski punya skill bagus.
Ketika direkrut Barcelona, Lionel Messi yang lahir di Rosario ini mengidap kekurangan hormon yang mengakibatkan tumbuh kembangnya tak seperti remaja lain.
Barcelona melalui direktur olahraga Carles Rexach pun memutuskan untuk mengobati Messi dan membawanya ke Barcelona untuk ditempa di akademi milik klub, La Masia.
Messi lalu masuk di tim muda Barcelona atau La Masia sejak 1 Juli 2000.
Pemain berjuluk La Pulga itu kemudian masuk ke tim senior Barcelona pada 1 Juli 2005.
Karir Messi lalu mulai mekar dibawah asuhan pelatih Barcelona kala itu, Frank Rijkaard.
Di lapangan, Lionel Messi muda juga mendapat bimbingan dari legenda sepak bola Brasil yang kala itu sedang dalam puncak karier, Ronaldinho.
Hasilnya adalah sejarah. Messi membuat berbagai macam rekor dan trofi ketika bermain untuk Barcelona.
Kini, setelah sekian lama Messi di ambang pintu keluar dari Barcelona.
Baca: Dikabarkan Reuni dengan Pep Guardiola di Manchester City, Pihak Lionel Messi Akhirnya Buka Suara
Baca: Situasi Messi Serba Sulit, Barcelona Disarankan Jiplak Langkah Real Madrid Ketika Menjual Ronaldo
Masa depan Lionel Messi bersama Barcelona saat ini benar-benar telah berada di ambang pintu keluar.
Pasalnya, pada Selasa (25/8/2020), Messi dilaporkan telah mengirim faks yang berisi pernyataan keinginannya untuk meninggalkan Camp Nou.
Lionel Messi menginformasikan kepada klub bahwa dirinya ingin pergi dengan mengaktifkan klausul khusus dalam kontraknya.
Di dalam kontrak peraih Ballon d'Or enam kali itu terdapat klausul yang memungkinkan dirinya pergi dari Barcelona secara cuma-cuma alias gratis.
Namun, pihak Barcelona bersikeras bahwa klausul tersebut telah kedaluarsa, mengingat akhir musim yang normal jatuh pada bulan Juni.
Barcelona menganggap Messi masih terikat dengan klausul pelepasan senilai 700 juta euro atau setara dengan Rp12,2 triliun.
Di sisi lain, pihak Messi menilai bahwa klausul tersebut masih valid karena musim 2019-2020 baru saja berakhir akibat efek dari pandemi COVID-19.
Durasi kontrak Messi sendiri bersama Blaugrana sebenarnya baru akan berakhir pada tahun depan atau lebih tepatnya pada 30 Juni 2021.
Nihilnya prestasi Barcelona musim 2019-2020 ditambah kekacauan internal yang menghinggapi klub disanyalir menjadi faktor sang megabintang ingin hengkang.
Terdapat tiga klub yang dikabarkan sanggup meminang Messi, yakni Manchester City, Inter Milan, dan Paris Saint-Germain.
Manchester City menjadi yang terdepan di mana Messi diklaim telah menghubungi pelatih The Citizens, Pep Guardiola, untuk menyatakan keinginannya merapat ke Etihad Stadium.
Hal itu diutarakan reporter Spanyol, Xavi Campos, yang memberi tahu kepada Radio Catalunya bahwa Messi sudah berbicara dengan Guardiola dalam beberapa hari terakhir.
"Beberapa hari lalu, Messi menghubungi Guardiola untuk bergabung dengan Manchester City," ungkap Campos.
"Dia ingin pergi untuk terus memenangi gelar sepak bola kelas atas."
"Perpindahan itu sangat mungkin karena City memiliki 300 juta euro untuk dibelanjakan," ujar Campos menambahkan.
Baca: 2 Ucapan Ronald Koeman Ini Diduga Jadi Alasan Lionel Messi Marah, Makin Ingin Pindah dari Barcelona
Baca: Foto Diduga Surat Pengunduran Diri Lionel Messi dari Barcelona Tersebar di Sosial Media, Ini Isinya
Manchester City pun dikabarkan telah menyiapkan kontrak jangka panjang untuk Messi.
Hal ini sebagaimana diberitakan oleh ESPN pada Rabu (26/8/2020).
Sumber dari ESPN menyatakan Manchester City sedang menyiapkan kontrak 3 tahun untuk Lionel Messi.
Tidak hanya itu, Man City juga telah menyiapkan rencana pensiun ideal untuk megabintang asal Argentina itu.
Dalam klausul kontrak tersebut, Messi diproyeksikan akan bergabung dengan klub mitra di Major League Soccer, New York City FC, sebagai bagian dari City Football Group setelah 3 tahun bermain di Premier League.
Messi juga dipertimbangkan untuk menjadi duta City Football Group setelah pensiun jadi pemain.
Pada usia 36 tahun, Messi jadi bisa bergabung New York City FC tergantung keputusannya, apakah akan tetap bermain sebagai pesepak bola atau pensiun dan menjadi duta klub.
melansir dari RAC1 via Daily Mail, dilaporkan bahwa ayah dari Messi yang bernama Jorge Messi yang sekaligus merupakan agennya dikabarkan sudah berada di kota Manchester.
Kunjungan Jorge Messi kali ini diyakini untuk melakukan negosiasi dan mempelajari tawaran kontrak kerja Manchester City kepada putranya.
Apabila rencana transfer tersebut benar-benar terjadi, maka Messi dan Pep Guardiola akan bereuni.
Messi dan Guardiola sebelumnya pernah bekerja sama di Barcelona selama 4 tahun pada selang 2008-2012.
Kolaborasi keduanya telah mempersembahkan 14 gelar untuk Blaugrana, termasuk 3 trofi Liga Spanyol dan 2 trofi Liga Champions.
(Tribunnewswiki.com/Ris)