TRIBUNNEWSWIKI.COM - Timnas Indonesia U-19 akan menjalani pemusatan latihan atau training center (TC) di Kroasia.
Selama di negara Balkan tersebut, Timnas Indonesia U-19 akan menjalani turnamen ujicoba pada 2-8 September 2020.
Lawan yang akan dihadapi oleh Timnas Indonesia U-19 adalah Kroasia, Bulgaria dan Arab Saudi.
Garuda Muda asuhan Shin Tae-yong mengambil Kroasia sebagai tempat untuk TC dan sekaligus kemudian terbang ke venue Piala Asia U-19 2020 nanti.
Sebentar lagi, masyarakat akan segera melihat seperti apa racikan Shin Tae-yong untuk Indonesia, meski baru di level U-19 karena tim senior belum ada laga dalam waktu dekat.
Timnas U-19 Indonesia menjalani sesi latihan bersama di Stadion Madya, Jakarta sejak 7 Agustus 2020 lalu.
Pemusatan latihan timnas U-19 awalnya diikuti 46 pemain.
Hingga akhirnya didapatkan 30 pemain yang bertahan dan kini direncanakan untuk berangkat menuju Kroasia untuk menjalani uji coba di sana.
Baca: Timnas Indonesia U-19 Bersiap TC ke Kroasia, Piala Asia U-19 2020 Terancam Diundur Akibat Covid-19
Baca: Keras dan Disiplin, Shin Tae-yong Terapkan Latihan 3 Kali Sehari untuk Skuat Timnas Indonesia U-19
Dan pada Jumat (28//8/2020) lalu, timnas U-19 Indonesia telah menjalani sesi TC terakhir di Indonesia.
Namun dalam sesi latihan tersebut, ada pemandangan yang cukup menarik.
Para penggawa timnas U-19 Indonesia mengenakan kaos kaki unik.
Beberapa pemain menjalani latihan dengan memakai kaos kaki hitam di kaki kanan dan putih di kaki kiri, dan beberapa di antara memakai warna sebaliknya.
Rupanya, pemakaian kaos kaki yang berbeda ini bukan salah pakai atau tak disengaja.
Shin Tae-yong menuturkan bahwa hal tersebut adalah metode khusus darinya untuk memperkuat kaki para pemain timnas U-19 Indonesia.
Pelatih asal Korea Selatan itu menjelaskan bahwa masing-masing pemain diminta untuk menandai kaki lemah mereka dengan warna kaos kaki agar ditingkatkan kemampuannya.
"Saya sengaja itu agar bisa tahu kali mana yang kuat untuk diberikan peningkatan pada kaki yang lemah,” tutur Shin Tae-yong dilansir Tribunnewswiki.com dari Bolasport berjudul Metode Baru Shin Tae-yong Guna Perkuat Kelemahan Pemain Timnas U-19 Indonesia.
Timnas U-19 Indonesia sendiri dijadwalkan akan bertolak ke Kroasia pada Sabtu (29/8/2020) pukul 21.00 WIB.
Namun masih ada satu pemain yakni Elkan Baggot yang belum bergabung sejak TC di Jakarta.
Elkan Baggot belum bisa menghadiri TC di Jakarta lantaran belum mengantongi izin dari klubnya, Ipswich Town.
Meski begitu, ia dikabarkan akan langsung bergabung saat timnas U-19 Indonesia mendarat di kroasia.
"Hingga saat ini perihal Elkan Baggot belum ada balasan dari klubnya," ujar Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong pelatih disiplin
Shin Tae-yong pernah membawa timnas dari negaranya ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia.
Salah satu catatan terbaik Shin Tae-yong adalah ketika menumbangkan Jerman dengan skor 2-0 di babak grup Piala Dunia 2018.
Padahal kala itu Jerman berstatus sebagai juara bertahan dan diisi oleh pemain-pemain bintang Eropa.
Shin Tae-yong tergolong sebagai pelatih paling berprestasi yang pernah melatih timnas Indonesia dibanding sebelum-sebelumnya seperti Luis Milla apalagi Simon McMenemy.
Karakter dan cara melatih Shin Tae-yong sudah mulai dipahami oleh para pemain Timnas Indonesia U-19.
Baca: Demi Piala Dunia U-20 2021, Shin Tae-yong Siapkan Penyerang Berbadan Tinggi di Timnas Indonesia U-19
Baca: Ini Daftar 30 Pemain Timnas Indonesia U-19 untuk TC di Kroasia: 2 dari Inggris, 1 Spanyol dan Serbia
Tangan dingin Shin Tae-yong membuat salah pemain timnas U-19 Indonesia, Bayu Mohamad Fiqri, merasa sangat beruntung bisa dilatih olehnya.
Pemuda asal Banyuwangi itu sudah merasakan sendiri bagaimana kepiawan Shin Tae-yong dalam menangani sebuah tim.
Meski berwatak keras dan disiplin, Shin Tae-yong paham bagaimana cara membentuk karakter pemain menjadi lebih kuat.
“Coach Shin bagi saya itu pelatih yang sangat disiplin dan keras," ucap Fiqri melansir dari Kompas.
"Jadi coach Shin bisa dengan cepat membentuk karakter pemain Indonesia menjadi lebih kuat."
"Dia sangat tegas di Lapangan, itu yang saya suka,” tuturnya.
Di sisi lain, pengamat sepak bola nasional, M Nigara, menilai para pemain timnas U-19 Indonesa sangat beruntung karena bisa dilatih oleh Shin Tae-yong.
Wartawan olah raga senior itu menilai bahwa Shin Tae-yong tidak sekeras pelatih-pelatih asal Korea Selatan lainnya.
Baca: Redam Isu Kontroversial Timnas U-19 Naturalisasi Pemain Brasil, Berikut Ini Penjelasan dari PSSI
Baca: Isu Naturalisasi Pemain Brasil di Timnas U-19, Shin Tae-yong Lebih Memilih Putra Keturunan Indonesia
"Anak-anak kita beruntung mendapat Shin Tae-yong. Kelas Shin Tae-yong adalah kelas dunia, tapi cara melatihnya bukan seperti militan di Korea yang dengan kekerasan, dengan memaki, dengan memukul," ucap Nigara melansir dari Youtube Tribun Jabar Video.
"Menurut saya Shin Tae-yong berbeda dengan pelatih-pelatih Korea yang lain. Dia lebih soft, tidak sekasar pelatih-pelatih Korea yang lain."
"Pengalaman saya meliput Piala Presiden Tinju di Jakarta, petinju Korea kalah lawan mungkin dari petinju Indonesia."
"Begitu turun dari ring, ditonjok langsung oleh pelatihnya. Begitu kerasnya pelatih Korea. Ini untuk menciptakan kedisplinan," tuturnya.
"Ini tidak, Shin Tae-yong menurut saya sangat soft untuk ukuran Korea," pungkasnya.
(Tribunnewswiki.com/Ris)