TRIBUNNEWSWIKI.COM - Valentino Rossi menjadi pembalap terbaik Yamaha pada dua seri di Sirkuit Red Bull Ring, yakni MotoGP Austria dan Styria.
Saat ini Valentino Rossi berada di peringkat ketujuh klasemen MotoGP 2020.
Meski berada di peringkat ketujuh, Valentino Rossi hanya berjarak 25 poin dari pemuncak klasemen, pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo.
Dilansir dari Corsedimoto, Rossi pada ronde kedua di Red Bull Ring hanya finis di posisi ke-9.
Hal ini lebih buruk dari ronde pertama ketika dia finis di posisi kelima.
Temperatur aspal yang lebih dingin 10 derajat celsius tidak membantu motor Yamaha YZR-M1.
Namun, dia kembali menjadi pembalap Yamaha terbaik setelah melewati garis finis.
Baca: Maverick Vinales Jelaskan Soal Insiden Rem Motor Meledak dan Blong di MotoGP Styria
Rossi dianggap mampu menutupi kelemahan M1 dengan segudang pengalamannya.
Meski demikian, di trek tertentu M1 memperlihatkan semua kekurangannya.
Masalah Yamaha
Yamaha memiliki beberapa masalah, yang terbaru adalah sistem pengereman.
Masalah lama Yamaha, kurangnya top speed, juga terlihat dan tidak menyulitkan pembalapnya menyalip.
Sebaliknya, keunggulan di tikungan yang dari dulu menjadi keunggulan Yamaha, kini mulai dimiliki pabrikan lainnya.
Performa Yamaha di Jerez terlihat gemilang, sayangnya mulai Brno ke depan, Yamaha seakan kembali mengulangi musim 2019.
Baca: Tak Hanya Menang dan Dihadiahi Mobil BMW, Miguel Oliveira Juga Hentikan Rentetan Kemenangan Ducati
"Aku adalah pembalap Yamaha terbaik, tetapi di posisi kesembilan," kata Rossi merujuk pada MotoGP Styria pekan lalu.
"Masalahnya kurang lebih sama seperti musim lalu, tetapi di Jerez kami memborong semua podium.
"Aku pikir di sirkuit berikutnya kami akan bisa lebih kompetitif, juga karena terus seperti ini akan menyusahkan.
Teka-teki mengenai rem
Pengereman menjadi masalah Yamaha, tetapi jelas penyebabnya.
Rossi menangani M1 lebih baik daripada pembalap Yamaha lainnya.
Namun, setelah bendera merah dikibarkan, dia berbicara panjang lebar dengan para teknis Brembo (penyuplai rem) untuk mengamati situasi.
Baca: MotoGP Portimao Jadi Seri Penutup Musim 2020, Valentino Rossi: Portimao seperti Roller Coaster
Red Bull Ring menjadi sirkuit paling menantang dalam hal pengereman.
M1 tampak lebih kesulitan dibandingkan dengan motor lainnya di sini.
"Kita semua berdekatan, aku tak jauh dari Quartararo (berselisih 25 poin)."
Dengan demikian, menurut Rossi, dia tak jauh dari Quartararo dalam hal poin meski saat ini di posisi ketujuh.
"Aku harap Yamaha lebih baik di ronde selanjutnya."
Vinales buka suara mengenai insiden rem 'meledak'
Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, mengalami insiden rem motor blong pada MotoGP Styria 2020, Minggu (23/8/2020).
Pada MotoGP Styria, Maverick Vinales memulai balapan dari posisi keenam.
Namun, pada lap awal, Maverick Vinales disalip pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, dan kemudian melorot di posisi ke-10 pada lap ke-10.
Saat itu, Maverick Vinales mulai kehilangan tekanan remnya.
Masalah itu tampak teratasi dengan sendirinya sebelum kembali memburuk.
Pembalap Spanyol itu mengangkat tangan pada lap ke-13 untuk memberi tahu bahwa ada masalah.
Baca: Maverick Vinales
Baca: Sebut Johann Zarco Setengah Pembunuh di MotoGP Austria, Franco Morbidelli Kini Minta Maaf
Pada lap ke-17 saat akan memasuki Tikungan 1, rem depannya "meledak".
Dia memilih opsi "paling aman", yakni melompat dari motor YZR-M1.
Motor itu kemudian menabrak pembatas dan terbakar, dan bendera merah dikibarkan.
Rekan setim Valentino Rossi itu buka suara mengenai insiden yang dialaminya di Red Bull Ring.
"Aku cukup cepat, aku merasa fantastis pada lap-lap awal, aku menekan Dovi, tetapi karena kami tidak memiliki top speed, kamu dapat melihatku tak bisa menyalip," kata Vinales.
Baca: Pecah Telur, Maverick Vinales Jadi Polesitter Yamaha Pertama di MotoGP Austria sejak 1988
"Aku menyalip sekali dan berkata 'oke, sekarang aku nisa melaju di depan', tetapi dia dia menyalipku di lintasan lurus dengan sangat mudah."
"Aku hanya menunggu untuk mendapat waktu, tetapi kemudian aku mulai kehilangan tekanan rem depan, aku sekali keluar [dari lintasan]."
Vinales mengatakan dirinya membuat tiga lap time yang sangat lambat, 1 menit 26 detik, kemudian bisa mencapai 1 menit 24 detik.
Remnya kemudian tidak bekerja dan Quartararo, Valentino, dan Petrucci menyalipnya.
"Tiba-tiba remnya menjadi baik. Jadi, aku bisa mendapat 1 menit 22 detik, rata-rata 1 menit 24 detik," katanya.
Baca: Dani Pedrosa Disebut sebagai Orang di Balik Kesuksesan KTM di MotoGP Brno
Namun, dia mengatakan pada saat memasuki Tikungan 1 remnya meledak dan tak bisa melakukan apa pun.
Vinales mengaku ini kali pertama dia mendapat masalah rem selama kariernya di MotoGP.
"Mungkin [tekanan remnya] sedikit menurun."
"Aku memainkan tuas [untuk mengaturnya], tetapi aku harus mengaturnya di tikungan demi tikungan sehingga aku tak bisa melakukan apa pun."
Meski Sirkuit Red Bull Ring terkena dengan zona hard braking-nya, Vinales merasa ini bukan penyebab remnya blong.
(Tribunnewswiki/Tyo)