TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus virus corona makin hari makin bertambah.
Saat ini, kasus Covid-19 telah mencapai angka 23 juta lebih kasus di seluruh dunia.
Dilansir Tribunnewswiki dari Worldometers, jumlah pasien dinyatakan sembuh sebanyak 16.086.235 orang, Senin (24/8/2020).
Sementara, korban meninggal karena Covid-19 ada 812.539 jiwa.
Baca: Jokowi Sebut Indonesia Mendapat Komitmen 290 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Baca: Peneliti Ungkap Fakta Sebenarnya Terkait Ibu Menyusui Bisa Menularkan Covid-19
Kasus di Indonesia
Diketahui jumlah kasus Covid-19 di Tanah Air saat ini adalah 153.535 kasus, Senin (24/8/2020) siang.
Jumlah pasien sembuh di Indonesia mencapai 107.500 orang dengan jumlah kematian ada 6.680 jiwa.
Angka kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia paling tinggi
Penyebaran Covid-19 di Indonesia masih sangat tinggi.
Berdasarkan dari data resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terdapat 11.000 anak terinfeksi virus corona di Indonesia.
Indonesia memegang rekor paling tinggi se-Asia pasifik terkait tingkat kematian anak hingga 2,5 persen.
Orangtua pun diimbau untuk memberikan perlindungan pada anak dan tetap waspada.
Ditambah lagi, anak mempunyai gejala Covid-19 yang sangat bervariasi.
Ada 73 persen gejala yang timbul di antaranya adalah batuk dan pilek.
Baca: India Laporkan 60 Ribu Kasus Covid-19 Selama 4 Hari Berturut-turut, Total Kasus Hampir 3 Juta
Mesty Ariotedjo, dokter spesialis anak mengatakan Covid-19 pada anak dimulai dengan diare, kejang. shock dan ada yang tak bergejala, Kamis (13/8/2020).
"Sisanya, Covid-19 pada anak bisa diawali dengan diare, kejang, shock dan bahkan tak memiliki gejala," kata Mesty Ariotedjo.
Pemicu tingginya angka kematian anak di Indonesia, dokter Mesty mengatakan, ada tiga hal yang menjadi pemicunya.
Pertama, tingkat pemeriksaan rendah.
Kemudian, banyak anak /mempunyai penyakit bawaan.
Dan yang terakhir adalah menderita gizi buruk, penanganan yang terlambat.
Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) juga mengatakan terkait tingginya kasus kematian pada anak akibat Covid-19 di Indonesia.
Nahar, selaku Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengatakan jumlah angka kematian akibat paparan virus corona pada anak di Tanah Air termasuk paling tinggi.
Dalam webinar bertema "Percepatan Pengembangan PATBM di Masa Pandemi Covid-19 Tahap II", Senin (24/8/2020), Nahar menyampaikan, para pejabat tingkat desa untuk terus memberikan sosialisasi terkait pelaksanaan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 pada masyrakat.-
"Maka ini saya berharap betul di tingkat desa, kelurahan, untuk terus menggelorakan tentang disiplin melaksanakan protokol kesehatan," ungkap Nahar.
Nahar juga mengatakan, dia berharap agar anak yang yang ditinggal orangtua karena terinfeksi virus corona tetap mendapatkan pemantauan dari pemerintah desa.
Hal tersebut dikarenakan tumbuh kembang anak yang ditinggalkan oleh orangtua yang meninggal akibat Covid-19 atau pun sedang terkena covid-19 wajib untuk tetap dipantau.
Nahar pun mengimbuhkan, tumbuh kembang anak tidak terhambat karena kehilangan orang tua akibat Covid-19 ini.
"Dan memastikan bahwa kehilangan orangtua karena Covid-19 ini tidak menghambat anak-anak untuk terus bisa dipantau tumbuh kembangnya,"ungkap Nahar.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka, Kompas.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dnegan judul Angka Kematian Anak akibat Covid-19 RI Tinggi, Ini Tanggapan Kementerian PPPA