Diduga Melanggar Hak Cipta, TikTok Digugat Jutaan Dolar oleh Perusahaan Teknologi Vietnam VNG

VNG menuduh TikTok menggunakan trek audio milik Zing, anak perusahaan VNG, tanpa persetujuan perusahaan itu.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-india-resmi-melarang-penggunaan-aplikasi-dari-china-termasuk-tiktok-dan-uc-browser.jpg
pixabay.com
ILUSTRASI TikTok. TikTok digugat perusahaan teknologi Vietnam karena dianggap melanggar hak cipta lagu.


Sebelumnya, para pejabat AS mengatakan TikTok bisa menimbulkan risiko nasional, seperti diberitakan Al Jazeera, Senin (3/8/2020).

Pihak AS menilai demikian karena mereka khawatir soal keamanan data pengguna.

Menyusul isu tersebut, Trump mengatakan tengah berencana untuk melarang TikTok di AS, Jumat (31/7/2020).

Donald Trump juga sudah melakukan diskusi dengan CEO Microsoft Satya Nadella soal akusisi TikTok.

(FILES) Dalam file ini, foto yang diambil pada 25 Februari 2020, Chief Executive Officer Microsoft Corporation, Satya Nadella, memberi isyarat ketika ia berbicara di KTT Teknologi Masa Depan yang Diubah Masa Depan di Bangalore. Microsoft mengatakan pada 2 Agustus, pihaknya melanjutkan pembicaraan dengan aplikasi berbagi video milik TikTok milik China untuk membeli operasi di AS, menyusul pertemuan dengan Presiden Donald Trump.
(FILES) Dalam file ini, foto yang diambil pada 25 Februari 2020, Chief Executive Officer Microsoft Corporation, Satya Nadella, memberi isyarat ketika ia berbicara di KTT Teknologi Masa Depan yang Diubah Masa Depan di Bangalore. Microsoft mengatakan pada 2 Agustus, pihaknya melanjutkan pembicaraan dengan aplikasi berbagi video milik TikTok milik China untuk membeli operasi di AS, menyusul pertemuan dengan Presiden Donald Trump. "Setelah percakapan antara CEO Microsoft Satya Nadella dan Presiden Donald J Trump, Microsoft siap untuk melanjutkan diskusi untuk mengeksplorasi pembelian TikTok di Amerika Serikat," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan. (Manjunath Kiran / AFP)

Baca: Politikus Pendukung Trump yang Menentang Pemakaian Masker, Herman Cain Meninggal Akibat Covid-19

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (2/8/2020), mereka mengatakan akan melanjutkan negosiasi untuk merebut aplikasi itu dari ByteDance.

Targetnya, kesepakatan bisa tercapai sebelum 15 September.

Negosiasi antara ByteDance dan Microsoft akan diawasi oleh Komite Investasi Asing di Amerika Serikat (CFIUS).

Meski demikian Microsoft memberi garis bawah, belum tentu bisa mencapai kesepakatan dengan ByteDance.

"Microsoft sepenuhnya menghargai pentingnya mengatasi kekhawatiran Presiden. Microsoft berkomitmen untuk mengakuisisi TikTok dengan tunduk pada tinjauan keamanan lengkap dan memberikan manfaat ekonomi yang tepat bagi Amerika Serikat, termasuk Perbendaharaan Amerika Serikat," kata Microsoft dalam sebuah pernyataan.

Baca: Dikenal Keras Kepala, Donald Trump Akhirnya Luluh: Saya Akan Pakai Masker dengan Senang Hati

Hingga berita ini ditulis, baik ByteDance maupun Gedung Putih belum merespon pernyataan Microsoft.

Microsoft sendiri telah memiliki jaringan media sosial profesional LinkedIn, yang menjadi pesaing utama bagi raksasa media sosial seperti Facebook Inc dan Snap Inc.

Hal itu juga menjadi nilai tawar Microsoft untuk membawa TikTok menuju kesuksesan.

Di bawah kesepakatan yang diusulkan, Microsoft mengatakan akan mengambil alih operasi TikTok di AS, Kanada, Australia dan Selandia Baru.

Mereka mengatakan akan memastikan bahwa semua data pribadi pengguna TikTok Amerika tetap berada di AS.

Ancam Blokir TikTok

Presiden AS Donald Trump tiba untuk berbicara pada konferensi pers di Gedung Putih di Washington, DC, pada 30 Juli 2020.
Presiden AS Donald Trump tiba untuk berbicara pada konferensi pers di Gedung Putih di Washington, DC, pada 30 Juli 2020. (JIM WATSON / AFP)

Baca: Dikenal sebagai Sekutu Dekat, PM Inggris Boris Johnson Justru Ingin Trump Kalah dalam Pilpres AS

Baca: Donald Trump Ingin Tunda Pilpres AS, Senator Partai Republik: Tidak Ada dalam Sejarah Amerika

Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat akan memblokir aplikasi TikTok.

Trump sendiri telah mengumumkan memblokir TikTok pasa Sabtu, 1 Agustus 2020.

Trump menuturkan, pemblokiran aplikasi tersebut karena dianggap berbahaya.

Bahkan mampu mengancam intelijen dan masalah privasi.

Dilansir Tribunnewswiki dari CNBC, Presiden berambut pirang ini melarang aplikasi berdurasi pendek itu di Amerika Serikat.

Hal tersebut Trump ungkapkan pada wartawan, dan menyebutkan tindakannya tersebut sebagai 'pemutusan' dengan TikTok.

Trump pun juga mengaku, dirinya punya otoritas tersebut.

"Saya punya otoritas itu. Saya bisa melakukannya dengan perintah eksekutif," kata suami Melania Trump tersebut.

Donald Trump pun juga buka suara terkait rumor terbaru tentang Microsoft sedang dalam negosiasi untuk membeli aplikasi TikTok dari perusahaan induknya, ByteDance.

Dalam sebuah klarifikasi, ia sempat menentang akuisisi itu.

Sejak awal peluncurannya kembali pada tahun 2017, popularitas aplikasi TikTok berkembang terbilang cepat.

Ditambah lagi selama adanya karantina pandemi virus corona ini, TikTok menjadi aplikasi populer.

WASHINGTON, DC - 14 JULI: Presiden AS Donald Trump berbicara kepada media di Rose Garden di Gedung Putih pada 14 Juli 2020 di Washington, DC. Presiden Trump berbicara tentang beberapa topik termasuk kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden, pasar saham dan hubungan dengan China ketika coronavirus terus menyebar di AS, dengan hampir 3,4 juta kasus yang dikonfirmasi.
ILUSTRASI - WASHINGTON, DC - 14 JULI: Presiden AS Donald Trump berbicara kepada media di Rose Garden di Gedung Putih pada 14 Juli 2020 di Washington, DC. Presiden Trump berbicara tentang beberapa topik termasuk kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden, pasar saham dan hubungan dengan China ketika coronavirus terus menyebar di AS, dengan hampir 3,4 juta kasus yang dikonfirmasi. (Drew Angerer / Getty Images / AFP)

Baca: 6 Negara Maju yang Mengalami Resesi Akibat Pandemi Covid-19, dari Korsel hingga Amerika Serikat

Baca: Tuding Amerika Serikat Punya Niat Picu Perang Dingin, China: Kami Tak Tertarik

Aplikasi ini sudah diunduh 2 miliar pada bulan April.

Bahkan hal ini memengaruhi nilai Bytedance dari 50 miliar dollar AS (sekitar Rp 735 triliun) menjadi 100 miliar dollar AS (Rp 1,4 kuadriliun).

Dapat dipastikan, kenaikan nilai Bytedance adalah sebuah ancaman untuk pemerintahan yang sedang dijabat oleh Trump.

Terkait pemblokiran TikTok yang akan diberlakukan, belum ada penjelasan terperinci dari pihak eksekutif.

Sebagai informasi, negara India juga melakukan yang sama.

India memblokir aplikasi TikTok pada awal Juli lalu.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Tyo/Nur/Kaka)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved