TRIBUNNEWSWIKI.COM - Lionel Messi punya klausul di dalam kontraknya yang memperbolehkan dirinya pindah ke klub lain secara gratis transfer pada 2021.
Di akhir musim 2020-21, Lionel Messi bisa dengan sesuka hati untuk angkat kaki dari Camp Nou, markas Barcelona akibat adanya klausul tersebut dalam kontraknya.
Sebelumnya, Messi pernah mengultimatum bahwa dirinya siap hengkang jika Barcelona tak melakukan revolusi atau perombakan besar-besaran dari segi manajemen, perekrutan pemain, maupun kepelatihan.
Hasil buruk du musim 20192-0 yang diraih Barcelona serta kisruh dengan manajemen klub justru membuat Messi disebutkan sudah tak tahan lagi dan ingin secepatnya minggat dari Barcelona.
Kedatangan pelatih baru, Ronald Koeman pun tak mengurangi niat Messi untuk hengkang.
Saat ini bola ada di manajemen Barcelona.
Akankah mereka berusaha mati-matian menahan agar Messi atau membiarkannya pergi?
Dengan situasi serba sulit seperti ini, media Spanyol yakni Marca menyebut bahwa Barcelona bisa meniru apa yang sudah dilakukan Real Madrid saat Cristiano Ronaldo juga sudah tidak betah di Los Blancos.
Baca: Awal Mula Konflik Antara Lionel Messi dan Manajemen Barcelona Ternyata Dipicu Persoalan Neymar
Baca: Selain Mata-mata di Klub, Teror Surat Berisikan Peluru buat Antonio Conte Tak Betah di Inter Milan
Pada pertengahan musim 2017-2018, Cristiano Ronaldo sudah menyatakan dirinya ingin hengkang kepada Presiden Real Madrid, Florentino Perez.
Setelah keinginan hengkang diketahui, kabarnya Real Madrid mulai membuat siasat untuk menjual Ronaldo.
Presiden Real Madrid Florentino Perez dilaporkan telah sepakat secara diam-diam dengan Ronaldo untuk menurunkan klausul pelepasan dari 1 miliar euro ke 100 juta euro saja.
Akan tetapi, Ronaldo diberi syarat tidak boleh bergabung dengan rival langsung Real Madrid, semisal Barcelona.
Akhirnya, klub raksasa Italia, Juventus pun menyanggupi harga transfer Ronaldo dengan mahar 105 juta euro.
"Agar Messi bisa dijual, penting bahwa Josep Maria Bartomeu melakukan hal yang sama kepada Messi seperti dilakukan Florentino Perez kepada Cristiano Ronaldo pada 2018, yakni membuka pintu untuk klub-klub lain dengan harga murah," tulis keterangan Marca
Klausul pelepasan atau buy-out clause Lionel Messi saat ini dipatok pada angka 700 juta euro, danmustahil ada klub yang sanggup membayarnya.
Marca pun menilai Barcelona harus menurunkan harga di klausul tersebut seperti yang dilakukan oleh Real Madrid kepada Cristiano Ronaldo agar tidak rugi bila Messi hengkang.
Artikel dalam Marca menyebut saat ini hanya ada 3 klub saat ini menjadi tujuan paling realistis untuk Lionel Messi, yaitu Paris Saint-Germain, Inter Milan atau Manchester City, yang diasuh oleh Josep Guardiola.
"Pada kenyataannya, hampir semua di dunia tim punya impian memiliki Messi."
"Akan tetapi hanya 3 tim terdepan yang akan berlomba mendapatkan pemain 33 tahun tersebut yakni Inter Milan, Manchester City dan Paris Saint-germain," tulis Marca.
Berawal dari Neymar
Kedatangan pelatih baru, Ronald Koeman pun tak mengurangi tensi antara manajemen Barcelona dengan Messi.
Bahkan, Messi semakin naik pitam mengingat rencana pertemuan dirinya dengan pelatih Ronald Koeman, untuk membahas masa depan dirinya bersama klub ternyata bocor ke publik.
Messi disebut semakin tak nyaman dengan situasi klub saat ini.
Baca: Meski Ada Konflik dengan Manajemen Klub, Ronald Koeman Bujuk Lionel Messi Supaya Tetap di Barcelona
Baca: Bayern Muenchen ke Final Liga Champions, Robert Lewandowski Dekati Rekor Gol Ronaldo dan Messi
Menanggapi hal tersebut, mantan calon presiden Barcelona, Agusti Benedito angkat suara.
Agusti Benedito pernah ikut pemilihan presiden untuk menduduki kursi nomor satu di klub Barcelona pada tahun 2010 dan 2015.
Benedito menjadi kandidat dari Presiden Barcelona dalam pemilihan pada 2010 dan 2015.
Pada 2010, Benedito menempati urutan kedua dengan 14,09 persen (8.044 suara).
Benedito dikalahkan oleh Sandro Rosell yang mengantongi 61,35 persen dengan dukungan 35.021 suara.
Pada 2015, Agusti Benedito lagi-lagi takluk karena hanya mengumpulkan 7,16 persen dari 3.386 suara.
Benedito berada di bawah Josep Maria Bartomeu dengan 54,63 persen (25.823 suara) dan Joan Laporta yang menerima 33,03 persen (15.615).
Terkait dengan situasi Barcelona saat ini, Benedito memberikan pandangannya tentang masa depan Messi, sembari mengkritik era kepemimpinan Bartomeu dan Rosell.
"Sayangnya, saya pikir Bartomeu akhirnya akan melihat Messi pergi dari Barcelona," kata Agusti Benedito mengutip dari Bolasport.com
"Hal ini akan menjadi kesalahan terbaru dalam daftar panjang dan yang paling tragis di era Bartomeu-Rosell, yang telah menjadi mimpi buruk bagi sejarah klub kami."
"Jika kontrak Messi habis pada musim panas ini, saya yakin dia akan pergi."
"Sejak Neymar pergi, Messi tidak bahagia," ucap Benedito menambahkan.
Baca: Selain Mata-mata di Klub, Teror Surat Berisikan Peluru buat Antonio Conte Tak Betah di Inter Milan
Baca: Inter Milan Gagal Juara Liga Europa dan Liga Italia, Antonio Conte Galau dengan Masa Depannya
Neymar pergi meninggalkan Barcelona pada 3 Agustus 2017.
Penyerang asal Brasil itu pindah ke Paris Saint-Germain dengan memecahkan rekor transfer dunia, yakni mahar sebesar 222 juta euro (sekitar Rp 3,87 triliun).
Opini dari Agusti Benedito sejalan dengan apa yang sudah dilalui Lionel Messi bersama Neymar.
Neymar sudah menjadi bagian dari Barcelona sejak Juli 2013.
Kedatangan Neymar dari Santos membantu Messi meraih delapan gelar untuk Barcelona.
Bahkan, pada musim 2014-2015, Neymar dan Messi mengantarkan Barcelona menyapu bersih gelar.
Ditambah datangnya Luis Suarez, Neymar dan Messi membentuk salah satu trisula lini depan terbaik dunia yang pernah ada.
Trio Amerika Latin tersebut, Messi (Argentina), Neymar (Brasil) dan Suarez (Uruguay) tampil meyakinkan dengan membawa Barcelona merajai Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Liga Champions pada musim 2014-15.
Namun, semenjak kepindahan Neymar, Barcelona belum pernah lagi menyentuh partai final Liga Champions.
Lionel Messi dan Luis Suarez pun belum menemukan kembali tandemnya yang cocok.
Philippe Coutinho, Ousmane Dembele hingga Antoine Griezmann gagal mengisi lubang yang ditinggalkan Neymar.
Tak heran, dalam beberapa musim terakhir, Barcelona selalu dihubung-hubungkan kembali dengan upaya mengembalikan Neymar ke Camp Nou.
Kebetulan, Messi sendiri ingin bermain lagi dengan Neymar. Mengingat kedekatan dua pemain ini, dengan Luis Suarez, tidak hanya terjalin di lapangan namun juga di luar lapangan.
Apa daya, manajemen Barcelona justru mendatangkan Antoine Griezmann di awal musim 2019-20 ini.
Selain tidak cocok dengan gaya bermain Barcelona yang cenderung mengandalkan satu penyerang ditengah, Griezmann juga tajam di tim yang mengandalkan pendekatan sepak bola pragmatis, seperti Atletico Madrid atau timnas Prancis 2018.
Sepak bola dengan bola-bola langsung kedepan, disitulah Griezmann mampu unjuk diri dengan kecepatan dan ketajaman di mulut gawang.
Hal ini pun terbukti di Barcelona.
Griezmann kesulitan menyatu dengan tim dan lebih parahnya, dia "diasingkan" oleh Lionel Messi karena memang sejak awal tidak suka dengan kedatangan bekas pemain Real Sociedad tersebut.
Lebih memilih Griezmann dan bukannya membawa kembali Neymar inilah salah satu faktor yang ikut memperkeruh hubungan Messi dengan manajemen Barcelona yang dipimpin Josep Maria Bartomeu sejak awal musim.
(Tribunnewswiki.com/Ris)
Sebagian artikel tayang di Bolasport.com berjudul Barcelona Bisa Tiru Langkah Real Madrid Saat Cristiano Ronaldo Ingin Hengkang untuk Situasi Lionel Messi