Viral Mahasiswa di Jakarta Bayar Uang Kuliah dengan Uang Koin Seberat 17 Kg, Sampai Ditolak 3 Bank

Mahasiswa tersebut ditolak saat hendak membayar uang kuliahnya dengan uang koin seberat 17 kg.


zoom-inlihat foto
kisah-saiful-saat-membayar-uang-kuliah-tunggal-ukt.jpg
Istimewa/Dokumentasi Saeful via TribunJakarta - twitter/hewanberbicara
Kisah Saiful saat membayar uang kuliah tunggal (UKT) menggunakan uang logam pecahan Rp 1.000 viral di Twitter.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang mahasiswa di Jakarta ditolak oleh tiga bank saat hendak membayar uang kuliah.

Mahasiswa tersebut ditolak saat hendak membayar uang kuliahnya dengan uang koin seberat 17 kg.

Kisah mahasiswa tersebut lantas menjadi vira di media sosial.

Bagaimana kisahnya?

Ia adalah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bernama Saeful Margasana.

Kisahnya saat membayar uang kuliah tunggal (UKT) menggunakan uang logam pecahan Rp 1.000 viral di Twitter.

Hal tersebut lantaran ia ditolak oleh tiga bank sekaligus.

Baca: Viral Jenazah Siswi SD Probolinggo Berkedip dan Bangun Lagi saat Dimandikan, Kemudian Meninggal Lagi

Dilansir oleh kaun Twitternya @hewanberbicara itu, Saeful menceritakan awal mula saat ia kesulitan membayar UKT.

Hingga akhirnya ia pun memecahkan celengan yang berisi uang logam seberat 17 kg.

Saiful juga menceritakan bagaimana perjuangannya untuk mengumpulkan uang koin tersebut.

Namun, ternyata saat hendak digunakan malah diolak oleh teller bank.

Saat dihubungi oleh TribunJakarta, Saiful mengonfirmasi bahwa kisah yang ia tulis tersebut benar ia alami.

Mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) itu menuturkan, awalnya ia kesulitan bayar uang kuliah sebesar Rp 3,5 juta karena orangtuanya terdampak Covid-19 secara ekonomi.

Ibunya seorang penjual gorengan di sekolah, sedangkan sekolah ditutup saat pandemi Covid-19 ini.

Ayahnya merupakan montir sepeda motor yang melayani jasa tambal ban.

Karena pendapatan menurun, keluarga yang tinggal di Cisoka, Kabupaten Tangerang itu memutuskan untuk membongkar celengan logam mereka.

"Akhirnya ada tabungan dibukalah itu, hari Rabu kalau enggak salah," ujar Saeful melalui sambungan telepon dengan TribunJakarta, Sabtu (15/8/2020).

Postingan twitter Saiful
Postingan twitter Saiful (twitter/hewanberbicara)

Saking banyaknya uang logam tabungannya, Saeful sampai menimbang dan beratnya mencapai 17,5 kilogram.

Tidak sanggup membawa sendiri, Saeful meminta tolong teman untuk membantunya membawa uang hasil tabungan keluarga itu ke bank.

"Besoknya berangkat lah saya minta tolong sama temen buat megangin, berat soalnya 17,5 kilo. Teman juga kaget, eh ini duit. Kalau naik angkot pegal bawa duitnya. Akhirnya pakai motor dia berangkat," ujarnya.

Apesnya, bank pertama yang didatangi mengaku sistemnya sedang eror, padahal Saeful sudah sempat mengantre.

"Jam 09.30 WIB, sampai lah ke BNI, BNI sudah ngantre, ternyata embak-embaknya bilang eror," ujarnya sambil tertawa.

Baca: Viral Video Ayah Cabuli Anak Tirinya, Nekat Lakukan Hal Bejat Berulang Kali Bermodus Nonton Bokep

Tidak kalah apes, pada bank kedua yang disambangi, Saeful malah ditolak teller bank dengan alasan tidak ada alat penghitung uang logam.

"Nyobalah di Mandiri, sudah ngisi kertas gitulah, ngantre, sudah dimasukin datanya sama embak-embaknya. Saya nanya boleh enggak bayarnya pakai uang receh. Mungkin yang dia maksud seribuan dua ribuan kali ya, katanya boleh."

"Pas sudah maju sampai depan teller, mana mas duitnya, saya panggil teman saya. Pas dilihat satu kardus, dia kaget, wah recehan," ujarnya.

Karena uang logamnya tidak diterima, Saeful dan temannya akhirnya menukarkan recehan itu ke minimarket.

Bukan satu, tapi lima minimarket berbeda.

"Enggak satu alfamart, ada yang nerima Rp 500 ribu, ada yang nerima Rp 1 juta, ada yang Rp 1,5 juta," ujar sulung dari tiga bersaudara itu.

Uang logam sudah ditukar menjadi uang kertas pecahan Rp 100 ribu, Saeful dan temannya kembali ke bank.

Bak sudah jatuh tertimpa tangga, Saeful mendapati pintu bank sudah tertutup.

Ia pun terpaksa kembali pulang ke rumah dengan uang tetap di tangan walaupun sudah berubah dari logam menjadi uang kertas.

Setidaknya Saeful bersyukur karena ia baru mengetahui bahwa tenggat pembayaran uang semester limanya diundur sampai 21 Agustus 2020 dari yang sebelumnya 14 Agustus 2020.

"Pas saya pulang malamnya ada pemberitahuan diperpanjang sampe tanggal 21," ujarnya.

Baca: Baru Sembuh dari Covid-19, Perempuan di Surabaya Ini Ditolak Suami hingga Ancam Akan Menceraikan

(Tribunjakarta/Jaisy Rahman Tohir)(Tribunnewswiki/Al)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Viral Mahasiswa UIN Jakarta Bayar Kuliah Pakai Uang Logam, Beratnya Sampai 17,5 Kilogram





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved