Penyakit Peritonitis

Penyakit Peritonitis adalah peradangan yang terjadi pada bagian peritoneum (lapisan jaringan ikat yang mengelilingi organ perut).


zoom-inlihat foto
ilustrasi-sakit-perut-1.jpg
Kompas.com
Ilustrasi sakit perut

Penyakit Peritonitis adalah peradangan yang terjadi pada bagian peritoneum (lapisan jaringan ikat yang mengelilingi organ perut).




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Peritonitis adalah peradangan yang terjadi pada lapisan tipis dinding dalam perut (peritoneum).

Peritoneum berfungsi melindungi organ di dalam rongga perut yang bertindak sebagai penyaring alami.

Kondisi ini mungkin terjadi karena dialisis peritoneum, sebuah prosedur cuci darah dalam penyakit ginjal.

Peritoneum memiliki cairan dan menutupi organ-organ di dalam perut Anda untuk melindungi dan mendukungnya.

Peradangan pada periotoneum tersebut umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur.

Selain itu, pritonitis dapat berakibat dari adanya lubang (perforasi) di dalam perut.

Atau adanya komplikasi kondisi medis lainnya, misalnya cedera perut.

Jika tidak ditangani, peritonitis dapat menyebabkan infeksi menyebar ke seluruh tubuh dan membahayakan nyawa. (1)

Infeksi pada peritoneum dapat terjadi karena berbagai penyebab.

Dalam kebanyakan kasus, penyebab timbulnya peritonitis adalah pecahnya (perforasi) di dalam dinding perut.

Meskipun jarang, kondisi ini dapat berkembang tanpa abdominal ruptur.

Jenis kondisi ini disebut peritonitis spontan.

Terdapat dua kategori utama penyebab peritonitis.

Kategori pertama adalah peritonitis bakteri spontan (SBP) yang terkait dengan sobekan atau infeksi pada cairan rongga peritoneal, dan peritonitis sekunder karena infeksi yang telah menyebar dari saluran pencernaan.

Baca: Labirinitis

Baca: Gastritis

  • Gejala


Gejala yang umumnya muncul pada penderita peritonitis, yakni:

  • Demam
  • Nyeri perut yang semakin terasa jika bergerak atau disentuh, nyeri perut ini bisa dirasakan sangat parah (kolik abdomen)
  • Perut kembung
  • Mual dan muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Diare
  • Konstipasi dan tidak bisa buang gas
  • Lemas
  • Jantung berdebar
  • Terus-menerus merasa haus
  • Tidak mengeluarkan urine atau jumlah urine lebih sedikit

Bagi penderita gagal ginjal yang menjalani continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD), atau cuci darah melalui perut, apabila terjadi peritonitis, cairan yang dikeluarkan dari rongga perut akan terlihat keruh.

Cairan tersebut pun juga mengandung gumpalan-gumpalan berwarna putih.

CAPD atau cuci darah melalui perut adalah metode terapi yang menggantikan tugas ginjal untuk membuang zat limbah dari darah dengan bantuan cairan khusus yang dimasukkan ke rongga perut.

Pembuangan limbah tersebut dilakukan melalui kateter atau selang permanen yang sudah dipasang sebelumnya di perut. (2)

  • Penyebab


Penyebab yang sering atau umumnya terjadi dari ruptur yang menyebabkan peritonitis adalah:

Prosedur medis, seperti dialisis peritoneal.

Dialisis peritoneal merupakan prosedur yang menggunakan pipa kateter untuk mengeluarkan produk sisa darah saat ginjal tidak lagi dapat menjalankan fungsinya.

Infeksi

Infeksi bakteri dapat terjadi saat dilakukan dialisis peritoneal akibat dari lingkungan yang tidak bersih.

Kurangnya tingkat higienitas atau peralatan operasi yang terkontaminasi.

Peritonitis juga dapat terjadi sebagai komplikasi dari pembedahan saluran cerna.

Ruptur dari usus buntu, luka pada lambung, atau perforasi pada usus besar.

Berbagai kondisi medis tersebut dapat menyebabkan masuknya bakteri ke peritoneum melalui celah pada saluran cerna.

Pankreatitis

Pankreatitis merupakan peradangan pada pankreas.

Bila kondisi ini mengalami komplikasi dan bakteri menyebar ke luar pankreas, dapat terjadi infeksi pada peritoneum.

Divertikulitis

Infeksi pada beberapa kantung kecil yang terdapat pada saluran cerna, yang disebut sebagai divertikulitis, dapat menyebabkan peritonitis apabila salah satu dari kantung tersebut mengalami ruptur.

Dari situ, jika ada produk sisa dari usus keluar ke rongga abdomen, bisa juga menjadi penyebab peritonitis.

Trauma

Cedera atau trauma dapat menyebabkan peritonitis karena mempermudah masuknya bakteri atau zat kimia dari bagian tubuh lain ke peritoneum. (3)

Baca: Tifus

Baca: Gagal Ginjal

  • Pengobatan


Penderita peritonitis akan disarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit.

Beberapa penanganan bagi penderita peritonitis adalah:

Pemberian obat-obatan

Penderita akan diberikan antibiotik suntik atau obat antijamur bila dicurigai penyebabnya adalah infeksi jamur, untuk mengobati serta mencegah infeksi menyebar ke seluruh tubuh.

Jangka waktu pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan yang dialami pasien.

Pembedahan

Tindakan pembedahan dilakukan untuk membuang jaringan yang terinfeksi atau menutup robekan yang terjadi pada organ dalam.

Jika pasien mengalami sepsis atau infeksi yang sudah menyebar ke aliran darah, dokter bisa memberikan obat tambahan seperti obat untuk menjaga tekanan darah tetap normal.

Sedangkan untuk pasien yang menjalani CAPD, dokter akan menyuntikkan obat langsung ke dalam rongga peritoneum, melalui kateter yang sudah terpasang sebelumnya.

Pasien juga disarankan untuk menghentikan aktivitas CAPD dan menggantinya dengan cuci darah untuk sementara, sampai pasien sembuh dari peritonitis. (4)



Nama Penyakit Perionitis
Jenis Penyakit Penyakit Peradangan Perut
Gejala atau Ciri Peradangan pada peritoneum
Pengobatan Pemberian obat-obatan & operasi
   


Sumber :


1. hellosehat.com
2. www.alodokter.com
3. www.klikdokter.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved