Jika Data Penerima BLT Rp 600 Ribu Tak Sesuai, Pemerintah Berikan Sanksi Ini pada Pemberi Kerja

Pemerintah akan berikan sanksi bagi pemberi kerja, jika memberikan data yang tidak sesuai untuk BLT Rp 600 ribu.


zoom-inlihat foto
gaji-ke-13-non-pns1.jpg
hai.grid.id
Ilustrasi uang - Pemerintah akan berikan sanksi bagi pemberi kerja, jika memberikan data yang tidak sesuai untuk BLT Rp 600 ribu.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pencairan bantuan langsung tunai (BLT) Rp 600 ribu akan segera dilakukan.

Karyawan swasta dan pegawai pemerintah non PNS yang bergaji di bawah Rp 5 juta akan mendapatkan bantuan langsung tunai berupa subisdi gaji.

Hingga saat ini, pemerintah telah mencatat 12 ribu pekerja yang akan mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) Rp 600 ribu.

Pemerintah akan mengenakan sanksi kepada pemberi kerja apabila memberikan data yang tidak sesuai.

Sanksi tersebut nantinya akan diberikan kepada perusahaan sebagai pemberi data.

"Pemerintah mengenakan sanksi kepada pemberi kerja apabila memberikan data yang tidak sebenarnya sesuai kriteria kepada BP Jamsostek," ujar Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BP Jamsostek Irvansyah Utoh Banja saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (17/8/2020).

Apabila terjadi data yang tidak sesuai, penerima diminta untuk mengembalikan uang tersebut ke rekening kas negara.

"Apabila terjadi pemberian bantuan tidak sesuai kriteria, penerima bantuan wajib untuk mengembalikannya melalui rekening kas negara," terang Utoh.

Bantuan subsidi gaji tersebut akan diberikan langsung sebesar Rp 1,2 juta untuk dua bulan.

Rencananya, pemerintah akan mulai memberikan bantuan gaji tersebut pada 25 Agustus 2020.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Demo 'Jokowi End Game', Masyarakat

    Sebanyak 3.385 personel gabungan dari TNI, Polda Metro
  • Raih Medali di Olimpiade Tokyo

    Presiden Jokowi turut mengunggah foto Windy saat berada
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved