Hari Ini dalam Sejarah: Bahasa Indonesia (Melayu) Diresmikan Menjadi Bahasa Nasional, Apa Alasannya?

Bahasa Melayu juga digunakan sebagai bahasa persuratan antara Sultan Ternate dan Raja Portugal pada abad ke-16.


zoom-inlihat foto
bahasa-indonesia-diputuskan-menjadi-bahasa-persatuan.jpg
Wikimedia Commons/Sania Amalia
Dalam Kongres Pemuda II tahun 1928, bahasa Indonesia diputuskan menjadi bahasa persatuan

Bahasa Melayu juga digunakan sebagai bahasa persuratan antara Sultan Ternate dan Raja Portugal pada abad ke-16.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bahasa Indonesia, yang berasal dari bahasa Melayu, diresmikan menjadi bahasa negara atau bahasa nasional pada 18 Agustus 1945.

Penyebutan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara ada di Undang-Undang Dasar (1945) yang disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI.

Puluhan tahun sebelumnya, tepatnya Oktober 1928, para pemuda Indonesia sudah menyatakan bahwa mereka menjunjung sebuah bahasa persatuan, yakni bahasa Indonesia.

Bahasa Melayu dikenal sebagai lingua franca atau bahasa perhubungan di Nusantara sehingga memudahkan komunikasi.

Selain itu, ada beberapa alasan dipilihnya bahasa Melayu menjadi bahasa nasional yang menyatukan bangsa Indonesia.

Prasasti Kedukan Bukit (abad ke-7) menggunakan bahasa Melayu Kuno
Prasasti Kedukan Bukit (abad ke-7) menggunakan bahasa Melayu Kuno (Wikimedia Commons/Gunawan Kartapranata)

  • Masa lampau bahasa Indonesia


Harimurti Kridalaksana dalam Masa-Masa Awal Bahasa Indonesia menyatakan bahwa ada perdebatan mengenai asal bahasa Melayu.

Ada yang berpendapat bahasa Melayu berasal dari Pulau Sumatra, tetapi ada juga percaya bahasa ini berasal dari Kalimantan Barat.

Namun, para ahli umumnya bersepakat bahwa bangsa-bangsa di Asia Tenggara yang berumpun bahasa Austronesia berasal dari Yunan, bagian selatan Cina.

Dengan demikian, bahasa Melayu masih berkerabat dengan bahasa-bahasa lain yang ada di Asia Tenggara.

Banyak prasasti Kerajaan Sriwijaya yang menggunakan bahasa Melayu Kuno.

Selain itu, beberapa prasasti di Jawa seperti Sojomerto, Gondosuli, dan Manjusrigrha juga memakai bahasa Melayu Kuno.

Bahasa Melayu kemudian menjadi lingua franca atau bahasa perhubungan suku-suku di Nusantara.

Tulisan H. Steinhauer yang berjudul Tentang Sejarah Bahasa Indonesia menyebut bahasa ini turut digunakan sebagai bahasa sastra, misalnya di Kesultanan Banjarmasin, Brunei, Kutai, dan Bima di Sumbawa.

Bahkan, bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa persuratan antara Sultan Ternate dan Raja Portugal pada abad ke-16.

Kemudian, para pendeta Kristen juga menggunakan bahasa Melayu untuk menyebarkan agama Kristen.

Menurut Harimurti Kridalaksana, penyebaran bahasa Indonesia justru tidak dilakukan oleh orang Melayu.

Bahasa Melayu disebarkan oleh berbagai suku lain seperti Jawa, Madura, Batak, dan Bali yang menerimanya sebagai bahasa mereka sendiri.

Sutan Takdir Alisyahbana dalam Sejarah Bahasa Indonesia mengatakan bahwa bahasa Melayu bertambah maju ketika Belanda menjajah Nusantara.

Orang-orang Belanda memakainya dalam pemerintahan dan menggunakannya untuk berkomunikasi dengan bangsa Indonesia.

  • Kelahiran bahasa Indonesia


Pada 28 Agustus 1916 dalam Kongres Pengajaran Kolonial di Den Haag, Suwardi Suryaningrat atau Ki Hajar Dewantara sempat mengatakan bahwa bahasa Melayu pada masa yang akan datang akan menjadi bahasa yang cocok untuk seluruh Hindia.

Menurutnya bahasa Melayu tidak sulit untuk dipelajari dan sudah menjadi bahasa pengantar di antara para pribumi.

Saat persiapan Kongres Pemuda tahun 1926, para pemuda masih mempermasalahkan tentang sebutan bahasa persatuan Indonesia.

Muhammad Yamin menyatakan bahasa persatuan itu tetap disebut bahasa Melayu, karena pada kenyataannya memang bahasa itulah yang dimaksud.

Namun, M. Tabrani mengusulkan bahasa itu disebut sebagai bahasa Indonesia dan disetujui bersama pada 2 Mei 1926.

Usul itu diterima Yamin dengan berat hati.

Yamin sebelumnya menyebut Tabrani tukang melamun karena bahasa Indonesia tidak pernah ada.

Namun, Tabrani mengatakan bahwa jika tumpah darah dan bangsa disebut Indonesia, maka bahasa persatuannya juga harus disebut Indonesia.

Jika belum ada, maka bahasa Indonesia harus "dilahirkan" melalui Kongres Pemuda Pertama.

Pada Kongres Pemuda Kedua tahun 1928, bahasa Indonesia dinyatakan dan dijunjung sebagai bahasa persatuan.

Dalam Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia (1989), Harimurti Kridalaksana mengutip perkataan Ki Hajar Dewantara dalam Kongres Bahasa Indonesia di Solo.

"... yang dinamakan "Bahasa Indonesia" yaitu bahasa Melayu yang sungguhpun pokoknya berasal dari "Melayu Riau" akan tetapi yang sudah ditambag, diubah atau dikurangi menurut keperluan zaman dan alam baharu, hingga bahasa itu mudah dipakai oleh rakyat, di seluruh Indonesua; pembaharuan bahasa Melayu hingga menjadi bahasa Indonesia itu harus dilakukan oleh kaum ahli yang beralam baharu, ialah alam kebangsaan Indonesia."

Dengan demikian secara struktural, bahasa Indonesia merupakan varian dari bahasa Melayu.

  • Alasan pemilihan bahasa Melayu


Bahasa Indonesia, yang berasal dari bahasa Melayu yang mengalami pembaruan, ditetapkan sebagi bahasa nasional pada sidang pertama PPKI tanggal 18 Agustus 1945.

Pada Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 di Medan, asal-usul ini kembali diungkapkan.

"... bahwa asal bahasa Indonesia ialah Bahasa Melayu. Dasar Bahasa Indonesia ialah Bahasa Melayu yang disesuaikan dengan pertumbuhannya dalam masyarakat Indonesia."

Lalu apa alasan di balik pemilihan bahasa Melayu?

H. Steinhauer mengatakan ada beberapa alasan.

Menurutnya faktor yang paling penting adalah bahasa Melayu mempunyai sejarah panjang sebagai lingua franca.

Bahasa ini sudah disebutkan dalam sumber-sumber Cina, Persia, dan Arab kuno.

Menurut Steinhauer, jika bahasa Jawa (yang menjadi bahasa ibu bagi setengah penduduk Indonesia) dijadikan bahasa nasional maka akan dianggap sebagai pengistimewaan yang berlebihan.

Dengan demikian, bisa menimbulkan separatisme.

Bahasa Melayu juga lebih mudah dipelajari dan tingkat kesukarannya rendah, tidak hanya secara fonetis dan morfologis, tetapi juga secara leksikal, dan bahkan gramatikal.

Selain itu, bahasa Melayu tidak bertingkat sehingga mencirikan persamaan derajat dan sejalan dengan semangat kemerdekaan Indonesia.

(Tribunnewswiki.com/Tyo)

Sumber:

Harimurti Kridalaksana, Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia, 1989

Harimurti Kridalaksana, Masa-Masa Awal Bahasa Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2018

Steinhauer, Hein, "Tentang Sejarah Bahasa Indonesia", dalam Harimurti Kridalaksana (ed.), Masa Lampau Bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai. Yogyakarta: Kanisius, 1991

Sutan Takdir Alisyahbana, "Sejarah Bahasa Indonesia", dalam Harimurti Kridalaksana (ed.), Masa Lampau Bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai. Yogyakarta: Kanisius, 1991



Peristiwa Bahasa Indonesia diresmikan menjadi bahasa nasional
Pada 18 Agustus 1945
   


Sumber :




Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Kenalkan Jet Ski ke Anak

    Tren pemain jet ski terutama di Jakarta sudah
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved