Eklampsia

Eklampsia adalah suatu serangan kejang pada wanita hamil yang merupakan komplikasi dari preeklampsia


zoom-inlihat foto
ilustrasi-hamil-2.jpg
pixabay.com
Ilustrasi Hamil. Eklampsia adalah suatu serangan kejang pada wanita hamil yang merupakan komplikasi dari preeklampsia.

Eklampsia adalah suatu serangan kejang pada wanita hamil yang merupakan komplikasi dari preeklampsia




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Eklampsia adalah suatu serangan kejang pada wanita hamil yang merupakan komplikasi dari preeklampsia.

Ibu hamil dengan pre-eklampsia atau mengalami hipertensi berat dalam kehamilan berisiko muncul eklampsia yang ditandai dengan kejang dan kemudian diikuti penurunan kesadaran atau koma.

Eklampsia jarang terjadi, tetapi apabila muncul harus segera ditangani karena mengancam nyawa ibu dan janin dalam kandungan.

Ilustrasi perempuan hamil. Ibu hamil dengan pre-eklampsia atau mengalami hipertensi berat dalam kehamilan berisiko muncul eklampsia yang ditandai dengan kejang dan kemudian diikuti penurunan kesadaran atau koma
Ilustrasi perempuan hamil. Ibu hamil dengan pre-eklampsia atau mengalami hipertensi berat dalam kehamilan berisiko muncul eklampsia yang ditandai dengan kejang dan kemudian diikuti penurunan kesadaran atau koma (Babyandchild.ae)

Baca: Anosmia

  • Gejala #


Gejala dari eklampsia, meliputi:

  • Kejang, awalnya kedutan atau kejang pada otot-otot wajah dan kemudian menyebar keseluruh tubuh. 
  • Penurunan kesadaran atau koma muncul setelah terjadi kejang seluruh tubuh

Beberapa gejala ini dapat dialami sebelum kejang, meliputi:

  • Sakit kepala
  • Meningkatnya respon reflek fisiologis yang dapat dilihat dari lutut dan lengan
  • Edema generalisata atau pembengkakkan seluruh tubuh
  • Gangguan penglihatan
  • Nyeri ulu hati 
  • Sesak nafas
  • Gelisah
  • Proteinuria, protein terdeteksi dalam pemeriksaan urine

  • Penyebab #


Penyebab pasti dari eklampsia belum diketahui, tetapi kejadian eklampsia dikaitkan dengan kelainan pada plasenta dan fungsinya, tidak kuatnya aliran darah pada plasenta, rusaknya pembuluh darah plasenta, dan faktor genetik.

  • Pengobatan #


Kejang pada eklampsia merupakan kondisi gawat darurat yang mengancam nyawa ibu dan bayi.

Melakukan persalinan adalah pengobatan utama untuk eklampsia.

Pertolongan pertama pada eklampsia adalah memutus kejang, baru kemudian setelah kejang teratasi dapat diputuskan untuk melakukan proses persalinan.

Obat-obatan dapat diberikan sebagai pertolongan pertama pada eklampsia:

  • Obat-obatan antikejang : Magnesium sulfat suntikan pelan dalam intravena. Magnesium sulfat dapat merelaksasi otot-otot yang kejang. Pemberian magnesium sulfat dilakukan dengan suntikan intravena pelan untuk memutus kejang, kemudian dilakukan terapi pemeliharaan dengan magnesium sulfat infus selama 24 jam walaupun sudah tidak kejang untuk menghindari kejang berulang.
  • Lorazepam atau Diazepam dapat diberikan apabila terdapat kontraindikasi dari magnesium sulfat
  • Phenitoin dapat diberikan jika mengalami kejang berulang walaupun sudah diberikan magnesium sulfat.
  • Obat-obatan anti hipertensi harus sesegera mungkin setelah magnesium sulfat diberikan jika tensi diatas 160/110 mmHg. Target tekanan darah adalah 140–160/90–110 mmHg. Obat-obatan hipertensi yang dapat digunakan adalah labetalol atau nifedipin.
  • Obat-obatan diuretik seperti furosemid dapat diberikan apabila terdapat cairan pada paru (edema pulmo)

Setelah kejang tertangani, maka langkah selanjutnya adalah melahirkan bayi.

Proses melahirkan dapat melalui persalinan normal pervaginam atau operasi caesar, tergantung kondisi ibu dan usia kehamilan.

Jika usia kehamilan sudah cukup bulan, kondisi ibu memungkinkan untuk melahirkan normal, dan tidak ada kondisi gawat janin maka persalinan normal pervaginam diusahakan. 

Dapat diberikan induksi persalinan dengan suntikan atau infus oksitosin untuk merangsang kontraksi rahim apabila belum terdapat kontraksi yang cukup untuk melahirkan normal.

Jika terdapat gawat janin dan kondisi ibu tidak memungkinkan untuk persalinan normal, maka persalinan caesar segera dilakukan.

Jika usia kehamilan belum cukup bulan atau kurang dari 34 minggu, maka dapat diberikan injeksi kortikosteroid untuk merangsang pematangan paru pada bayi.

Baca: Asbestosis

  • Pencegahan #


Penyebab dari preeklampsia dan eklampsia tidak diketahui secara pasti maka pencegahan khusus agar tidak terjadi eklampsia tidak diketahui.

Untuk meminimalisir risiko terjadinya eklampsia dapat dilakukan

  • Pemeriksaan kehamilan rutin agar preeklampsia dapat terdeteksi sedini mungkin dan segera mendapatkan penanganan
  • Pada wanita yang sudah memiliki hipertensi sebelum kehamilan, pengontrolan tekanan darah dan menjaga tekanan darah tetap stabil dapat menurunkan risiko kejadian preeklampsia dan eklampsia dalam kehamilan.
  • Pengontrolan berat badan sebelum merencanakan kehamilan

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi
Nama Penyakit Eklampsia
Gejala Serangan kejang pada wanita hamil
   


ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved