Dukung Pencegahan Covid-19, KompasTV Beri Edukasi Penggunaan Masker di Awal & Akhir Segmen Berita

KompasTV mendukung pencegahan penularan Covid-19 dengan melakukan kampanye dan edukasi penggunaan masker yang baik dan benar secara intensif.


zoom-inlihat foto
rosianna-silalahi-kompas-tv-masker.jpg
KompasTV
Direktur Pemberitaan KompasTV, Rosianna Silalahi saat mengkampanyekan penggunaan masker saat melakukan siaran berita pada Jumat, (14/8/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - KompasTV turut mendukung gerakan pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19.

Para presenter berita KompasTV dipastikan secara intensif menggunakan masker sebelum dan sesudah siaran.

Hal ini berlaku untuk seluruh program berita KompasTV.

Selain menggalakkan pelaksanaan protokol kesehatan, KompasTV juga proaktif melakukan kampanye penggunaan masker yang baik dan benar.

Edukasi penggunaan masker tersebut akan ditayangkan di awal dan akhir segmen berita yang tayang di KompasTV.

Baca: PERHATIAN, Bagi Siapa Saja yang Tak Pakai Masker di Semarang, Akan Disuruh Sapu Jalan 100 Meter

Baca: Perusahaan Perhiasan Israel Buat Masker Berbahan Emas dan Dilapisi Berlian, Jadi Termahal di Dunia

Ilustrasi orang menggunakan masker kain
Ilustrasi orang menggunakan masker kain (alodokter.com)

Berdasarkan rilis yang diterima Tribunewswiki.com, kampanye dan edukasi menggunakan masker ini dilaksanakan mulai Sabtu, (15/8/2020).

Dikatakan oleh Direktur Pemberitaan KompasTV,

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KompasTV.

Kampanye dan edukasi penggunaan masker merupakan satu dari strategi KompasTV untuk ambil bagian dalam pemutusan rantai penularan Covid-19.

Selain itu KompasTV juga ingin aktif mengingatkan masyarakat Tanah Air agar terus waspada, menjaga diri, dan sadar bahwa bahaya Covid-19 masih mengancam kesehatan.

Masyarakat diharapkan akan terbiasa dan disiplin untuk menggunakan masker selama menjalani aktivitas.

“Ini adalah komitmen kami di redaksi untuk bersama-sama membantu memutus rantai penularan covid19 yang angkanya masih tinggi di Indonesia," terang Rosianna Silalahi.

"Sebagai lembaga penyiaran yang menggunakan frekuensi publik, kami wajib mengingatkan masyarakat untuk disiplin bermasker dengan contoh yang kami tampilkan di layar,” lanjut Rosianna Silalahi.

Penggunaan masker juga harus didukung dengan menjalankan protokol kesehatan seperti rajin mencuci tangan dengan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta terus memperhatikan sirkulasi udara secara baik.

Jumlah pasien Covid-19 di Indonesia terus meningkat

Saat ini jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan.

Tercatat dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pasien positif Covid-19 telah mencapai 135.123 orang pada Jumat, (14/8/2020).

Peningkatan kasus tersebut membuat upaya pencegahan Covid-19 terus-menerus
digalakkan, salah satunya melalui kampanye wajib menggunakan masker.

Penggunaan masker terbukti dapat menekan penularan virus, dalam hal ini termasuk virus Corona.

Direktur Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Riskiyana Sukandhi Putra mengatakan 80% masyarakat Indonesia sudah patuh menggunakan masker, sisanya belum mematuhi penggunaan masker.

Jangan turunkan masker ke dagu saat bicara atau makan

Seorang pria bermasker berjalan di kawasan pusat bisnis Wellington, Selandia Baru, pada 12 Agustus 2020. Kasus baru Covid-19 muncul di negara itu pada 11 Agustus 2020 setelah tidak ada laporan kasus selama tiga bulan.
Seorang pria bermasker berjalan di kawasan pusat bisnis Wellington, Selandia Baru, pada 12 Agustus 2020. Kasus baru Covid-19 muncul di negara itu pada 11 Agustus 2020 setelah tidak ada laporan kasus selama tiga bulan. (MARTY MELVILLE / AFP)

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto memberikan arahan pada masyarakat tentang cara menggunakan masker yang benar.

Dikatakan Yuri, agar bisa mencegah penularan virus corona sebaiknya jangan menurunkan masker ke dagu.

Hal tersebut lantaran bisa membuat masker bagian dalam menjadi tercemar dengan penyakit yang menempel di dagu.

Oleh karenanya, Yuri menyarankan jika memang harus melepas masker, sebaiknya dilepas saja.

Termasuk ketika akan berbicara dan makan, jangan turunkan masker ke dagu.

"Menurunkan masker ke dagu itu sama dengan mencemari bagian dalam masker dengan penyakit yang mungkin nempel di dagu," kata Yuri di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (12/7/2020) seperti yang dikutip dari Kompas.com.

"Sehingga kalau kemudian (masker) kita naikkan lagi ke atas itu tidak memberikan makna yang baik untuk kita," imbuh Yuri.

Yuri menyebut, jika memang terpaksa melepas masker seperti saat akan makan atau berbicara di sebuah forum, hendaknya masker benar-benar dilepas dan bukan menurunkannya ke dagu.

Namun demikian, masker yang dilepas tetap harus dijaga bagian dalamnya supaya tidak tercemar penyakit.

"Kalau memang terpaksa harus melepas masker, lepas. Jangan disangkutkan di dagu karena droplet kita atau kuman penyakit yang ada di luar yang mungkin nempel di dagu akan pindah ke bagian dalam dari masker kita," ujar Yuri.

Yuri pun menyarankan agar masyarakat menggunakan masker yang nyaman digunakan dalam waktu lama.

Masker yang nyaman, kata Yuri, yang memberikan cukup ruang antara masker dengan lubang hidung sehingga tak mengganggu pernapasan.

"Yang tidak nyaman akan membuat orang menjadi tidak biaa bertahan lama menggunakan masker. Oleh karena itu, pilihlah masker yang nyaman," kata Yuri.

Selain menggunakan masker secara benar, Yuri mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 lainnya.

Seperti rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir serta berjaga jarak.

Baca: Jokowi Lepas Masker Saat Rapat Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Kepala Sekretariat Presiden

Baca: Viral di TikTok, Penumpang Dikeluarkan dari Pesawat Akibat Menolak Pakai Masker

Baca: Anak di Bawah 2 Tahun Tak Dianjurkan Pakai Masker? Begini Penjelasan Dokter

(TRIBUNNEWSWIKI/KOMPASTV/Magi, KOMPAS/Fitria)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemerintah: Jangan Turunkan Masker ke Dagu, termasuk Saat Makan"





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved