Penyakit Otosklerosis

Otosklerosis merupakan gangguan penyakit yang terjadi karena mengerasnya atau kakunya tulang-tulang pendengaran di dalam telinga yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan mendengar.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-penderita-penyakit-telinga1.jpg
NET
Ilustrasi Penyakit Telinga

Otosklerosis merupakan gangguan penyakit yang terjadi karena mengerasnya atau kakunya tulang-tulang pendengaran di dalam telinga yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan mendengar.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Otosklerosis merupakan penyakit yang menimbulkan gangguan pendengaran yang disebabkan karena kekakuan tulang-tulang pendengaran.

Dalam keadaan normal, agar bisa mendengar, gelombang suara akan ditangkap dan diteruskan dari liang telinga menuju telinga tengah.

Telinga tengah terdiri dari gendang telinga (membran timpani) dan tulang-tulang pendengaran bernama maleus, inkus, dan stapes.
Suara dari liang telinga akan menggetarkan gendang telinga dan tulang pendengaran.

Lalu getaran itu diteruskan ke telinga bagian dalam dan saraf sehingga akhirnya kita dapat mendengar.

Pada penderita otosklerosis, karena tulang-tulang pendengarannya kaku, tulang tersebut sulit bergetar jika menerima gelombang suara.

Akibatnya, getaran suara yang akan diteruskan ke telinga dalam dan saraf pun akan berkurang.

Hal tersebut menyebabkan pendengaran terganggu. (1)

Biasanya penyakit ini mulai timbul pada akhir masa remaja atau dewasa awal. (2)

Penyebab pasti penyakit Otosklerosis belum diketahui secara pasti.

Namun kedokteran memperkirakan adanya kelainan yang diturunkan melalui keluarga.

Biasanya kasus yang terjadi adalah kurangnya getaran yang menyebabkan gangguan pendengaran, gangguan itu terus memburuk seiring dengan waktu.

Otosklerosis adalah yang paling sering menjadi penyebab gangguan pendengaran telinga tengah pada orang usia dewasa.

Kelainan ini semakin buruk secara perlahan-lahan, biasanya dimulai pada awal hingga pertengahan dewasa.

Hal ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria dan biasanya mempengaruhi kedua telinga.

  • Gejala


Gejala utama otosklerosis yang dapat diketahui adalah adanya penurunan pendengaran.

Biasanya hal tersebut terjadi pada usia sekitar 30-an tahun.
Awalnya penurunan pendengaran hanya terjadi di satu telinga.
Namun lama-kelamaan bisa dialami pada kedua telinga.

Gejala penurunan pendengaran ini terjadi dengan amat perlahan sehingga kadang terlambat disadari.

Penderita otosklerosis biasanya akan merasa mendengar lebih baik dalam keadaan ramai.

Sebaliknya, suara bisikan dan suara nada rendah akan sukar didengar.

Selain itu, gejala lain yang dapat muncul adalah kepala pusing atau terasa seperti melayang, keseimbangan terganggu, atau telinga yang berdengung.

Penyebab pasti dari otosklerosis sebenarnya masih diteliti.

Namun sejauh ini, diketahui bahwa sebagian besar kasus otosklerosis dicetuskan oleh adanya kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua ke anak.

Jika salah satu orang tua mengalami otosklerosis, maka ada kemungkinan sekitar 50 persen anaknya juga mengalami otosklerosis.

Meski begitu, peneliti juga mengamati kemungkinan lain.

Ada dugaan bahwa infeksi campak juga ikut mencetuskan otosklerosis.

Bagian dari virus campak diduga menyebabkan dasar tulang stapes menjadi sulit digerakkan.

Sebaliknya, orang yang telah diimunisasi campak memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami otosklerosis. (3)

  • Pengobatan


Hingga kini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan otosklerosis.

Meski demikian, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi pendengaran.

Hal tersebut diantaranya yakni pemberian obat-obatan, prosedur operasi, dan terapi.

Pada penderita otosklerosis awal, dokter tidak melakukan tindakan apa pun.

Tindakan observasi biasanya dipilih dokter jika penurunan fungsi pendengaran tidak terlalu berat dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kemudian dokter juga bisa melakukan Amplifikasi atau pengobatan dengan memasang alat bantu dengar (ABD).

Jika pasien sudah dalam keadaan yang parah, maka prosedur operasi perlu dilakukan.

Operasi yang dilakukan untuk mengatasi otosklerosis disebut stapedektomi.

Ini merupakan operasi pengangkatan tulang stapes, untuk kemudian digantikan dengan implan (tulang stapes buatan). (4)

Baca: Tinnitus

Baca: Penyakit Meniere

(Tribunnewswiki.com/Restu)



Nama Penyakit Otosklerosis
Jenis Penyakit Penyakit Telinga
Gejala atau Ciri Mengerasnya tulang-tulang pendengaran
   


Sumber :


1. www.pusatalatbantudengar.com
2. www.klikdokter.com


Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved