Penyakit Prosopagnosia

Prosopagnosia adalah kesulitan untuk mengenali wajah orang lain akibat kerusakaan pada otak.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-wajah-banyak.jpg
healthjade.com
Ilustrasi tes untuk prosopagnosia.

Prosopagnosia adalah kesulitan untuk mengenali wajah orang lain akibat kerusakaan pada otak.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Penyakit prosopagnosia dikenal dengan face blindness atau kebutaan wajah.

Prosopagnosia adalah kondisi yang membuat seseorang lupa dengan wajah orang lain.

Kata prosopagnosia berasal dari Bahasa Yunani, 'proso' yang berarti wajah, 'a' untuk tidak, 'osia' berarti tahu.(1)

Penyakit ini termasuk langka, hanya sekitar 2% dari jumlah populasi di Dunia.

Prosopagnosia tidak ada hubungannya dengan disfungsi memori, hilang ingatan, gangguan penglihatan, atau kesulitan bekerja.

Penyakit ini berkaitan dengan kerusakan otak yaitu fussiform gyrus.

Penderita prosopagnosia terkadang kesulitan dalam bersosialisasi dengan orang lain.(2)

Hal ini karena mereka kesulitan untuk mengenali keluarga dan temannya.

Selain itu, tak jarang mereka mengalami kecemasan akut sampai depresi karenanya.(3)

Prosopagnosia bisa dialami sejak kecil.

Tak sedikit kasus yang penderitanya baru menyadari saat sudah dewasa.

Obat untuk prosopagnosia belum ditemukan.(4)

Jadi penderitanya bisa mengatasi kekurangan mereka dengan cara melakukan pengenalan terhadap ciri-ciri seseorang.

Mereka biasanya menghapalkan warna rambut, bentuk badan, suara, dan pakaian.

Pesohor yang mengalami penyakit prosopagnosia adalah aktor Hollywood Brad Pitt dan aktor Korea Selatan Oh Jung Se.

Baca: Brad Pitt

  • Penyebab


Penelitian menemukan beberapa penyebab prosopagnosia karena ini adalah gangguan pemrosesan visual atau kerusakan pada salah satu bagian pada otak yang mengatur sistem saraf pengendali persepsi dan memori wajah.(1)

Kerusakan bisa terjadi di inferior occipital region, fusiform gyrus, dan temporal cortex.

Penyebab paling sering yaitu infark serebral dan perdarahan intrakranial pada sirkulasi serebral posterior.

Selain itu, penyebab yang jarang terjadi yaitu mencakup penyakit neoplastik, infeksi, neurodegeneratif (penurunan fungsi otak), dan cedera otak traumatis.

Pada penelitian terbaru, prosopagnosia ini juga disebabkan karena penyakit keturunan.

  • Subtipe


1. Ada 2 subtipe untuk penyakit prosopagnosia menurut penyebabnya (2), yaitu:

a. Acquired prosopagnosia

Acquired prosopagnosia adalah prosopagnosia yang terjadi akibat benturan kepala, stroke, atau penyakit degeneratif.

Penderita sebelumnya pernah bisa mengenali wajah secara normal.

Namun, mereka lama kelamaan sulit mengenali wajah seseorang.

Oleh karena itu, penderita bisa dengan mudah menyadari ada sesuatu yang tidak benar di tubuhmu.

b. Developmental prosopagnosia

Developmental prosopagnosia terkadang juga disebut congenital prosopagnosia.

Subtipe ini biasanya dipicu karena faktor genetik.

Penyebabnya karena gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi mekanisme pemrosesan wajah.

Untuk yang satu ini, masalah pada pengenalan wajah sudah ada sejak anak-anak.

Terkadang penderitanya baru menyadari saat sudah dewasa.

2. Ada 3 subtipe untuk penyakit prosopagnosia menurut cara pengenalan terhadap wajah seseorang(4):

a. Prosopagnosia aperseptif

Untuk yang satu ini, ada kelainan sistem pengenalan wajah pada otak penderita.

Hal ini membuat penderita sama sekali tidak dapat membedakan wajah, usia, dan jenis kelamin seseorang.

b. Prosopagnosia asosiatif 

Penderita menunjukkan adanya ketidakcocokan antara proses pengenalan wajah pada otak dan proses perekaman informasi pada memori penderita.

Mereka masih mampu membedakan wajah, namun tidak dapat mengingat nama, pekerjaan, atau informasi lain mengenai orang tersebut.

Prosopagnosia tipe ini juga dikenal sebagaiprosopagnosia amnestic..

Baca: Oh Jung Se

  • Diagnosis


Diagnosis prosopagnosia dibuat secara medis.(1)

Tes yang biasa dilakukan adalah The Bielefelder Famous Faces Test (BFFT), The Benton Facial Recognition Test (BFRT), dan The Cambridge Face Memory Test (CFMT).

Untuk tes BFFT, peserta akan diberi 70 gambar orang terkenal.

Mereka akan diminta untuk mendeskripsikan wajah tersebut.

Peserta tes BFRT disajikan beberapa wajah target dan wajah tes.

Mereka lalu diminta untuk mencocokkan wajah target dan wajah tes.

Tes CMFT hampir sama dengan tes BFRT.

Untuk tes CMFT bisa dilakukan secara online di Cambridge Face Memory Test dari Birbeck University of London.

Lalu ada tes MRI untuk melihat bagian otak mana yang merespon wajah atau visual.

(TribunnewsWiki/cva)



Nama Penyakit Prosopagnosia
Penyebab Kerusakan pada bagian otak yang bertugas menerjemahkan visual
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved