TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menurut pemerintah, persoalan kurang taatnya masyarakat dengan protokol kesehatan menjadi salah satu penyebab melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia.
Masyarakat dinilai perlu untuk lebih ditertibkan dalam menjalankan protokol kesehatan sehari-hari.
Minimnya tindakan penegakan protokol kesehatan dan hanya berkutat pada tahap sosialisasi tak membuat masyarakat patuh.
Terlebih, arus informasi yang semakin cepat dan merata membuat masyarakat tidak semua teredukasi dengan baik terkait persoalan bahayanya Covid-19 ini.
Kehadiran aparat penegak protokol kesehatan disebut menjadi wacana dari pemerintah demi meminimalisir laju persebaran Covid-19.
Akhirnya, Presiden Joko Widodo resmi menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
Andika Perkasa akan membantu Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kini menjadi Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, dalam melakukan penanganan Covid-19.
Baca: Dibanding Negara Lain, Indonesia Punya 30 Bandara Internasional, Jokowi: Apa Perlu Sebanyak Ini?
Baca: Jokowi Terbitkan Inpres, Masyarakat yang Tak Terapkan Protokol Kesehatan Bakal Kena Sanksi Ini
"KSAD jadi Wakil Ketua Komite Pelaksana," kata Erick usai pertemuan dengan Andika di Mabes TNI AD, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2020).
Menurut Erick, penunjukan Andika merupakan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Jokowi, penanganan Covid-19 membutuhkan kehadiran TNI.
Hal ini berkaitan dengan penegakan pelaksanaan protokol kesehatan di banyak ruang publik.
Secara detail, Erick mengatakan, kehadiran TNI adalah untuk memastikan kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan.
Hal itu merupakan jangka pendek yang harus dilakukan.
"Kedisiplinan, diharapkan mengamankan masyarakat."
"Bukan berarti melakukan kewenangan menghukum, tapi mendisiplinkan, adalah langkah utama yang harus kita lakukan," ujar dia.
"Tugas TNI memaksimalkan tingkat disiplin protokol Covid-19 di masyarakat terjaga di 83.000 kelurahan dan desa serta proses imunisasi vaksin di tahun depan bisa berjalan baik bersama Kemenkes, Kemendikbud, PMI, dan tentu Polri," tambah Erick.
Viral masker Istri Andika Perkasa
Istri KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa terlihat mengenakan masker canggih dan mahal.
Padalah kegunaan masker adalah sama yakni untuk mencegah adanya virus atau bakteri yang masuk ke mulut dan hidung.
Lantas apa alasan istri KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa memakai masker berharga fantastis tersebut?
Masker kini menjadi salah satu alat kesehatan yang sangat penting di tengah pandemi saat ini.
Baca: Viral Masker Canggih dan Mahal Istri KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, Ternyata Ini Kegunaannya
Baca: Istri Pakai Masker Seharga Rp 22 Juta, Ini Penjelasan Jenderal TNI Andika Perkasa
Masker yang umumnya digunakan yakni terbuat dari kain atau pun masker medis yang dibeli dari apotik.
Masker kain yang dijual pun memiliki harga berkisar dari Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu.
Masker yang kini dijadikan salah satu alat protokol kesehatan pun memiliki beragam warna dan gambar yang unik.
Namun, belakangan ini masker yang berharga tinggi pun menjadi tren di tengah masyarakat.
Penggunaan masker oleh orang terkenal da publik figur sering menjadi sorotan.
Di antaranya adalah masker yang dipakai istri KSAD Jenderal Andika Perkasa.
Pasalnya masker yang digunakan sang istri seharga Rp 22 juta.
Setelah foto sang istri memakai masker tersebut viral, KSAD Andika akhirnya menjelaskan mengapa istrinya memakai masker dengan harga selangit.
Dikutip dari Tribunnews.com, Andika mengatakan, Hetty memakai masker tersebut karena menderita penyakit terkait infeksi virus.
Dikarenakan virus tersebut, maka imunitas Hetty menurun sehingga mudah tertular virus lainnya.
Untuk itu, Andika menjelaskan bahwa proteksi juga harus lebih ketat karena Hetty mudah lelah.
Selain itu Andika mengatakan masker yang digunakan istrinya juga disarankan oleh dokter untuk pemakaiannya.
"Jadi istri saya sakit berat. Saya tidak usah menyebutkan nama penyakitnya. Virus based. Pokoknya yang berhubungan dengan infeksi. Nah, di saat itu kan stamina turun, sehingga mudah tertular virus. Virus itu mudah masuk, sehingga proteksinya harus berlebih," kata Andika.
(Tribunnewswiki.com/Ris)
Sebagian artikel tayang di Kompas.com berjudul KSAD Jenderal Andika Perkasa Jadi Wakil Erick Thohir di Komite Penanganan Covid-19