"Saya tidak akan melarang. Tetapi semua kembali pada masing-masing."
"Kalau kemudian yakin pada disiplin masyarakat termasuk juga panitia menegakkan protokol kesehatan, ya tentu kita akan mendukung itu," kata Tantri di Pantai Duta, Kecamatan Paiton, Jumat (7/8/2020).
Tantriana mendukung kegiatan lomba tersebut karena bisa mengingatkan warga dengan semangat kemerdekaan.
Meski mendukung, Tantriana menyarankan peserta lomba tersebut dibatasi.
Baca: 7 Artis Ini Ternyata Pernah Jadi Anggota Paskibraka 17 Agustus, Ada yang Sampai ke Istana Negara
Baca: Gedung Tertinggi di Dunia Tampilkan LED Bendera Merah Putih Untuk Peringati 17 Agustus HUT RI
Sehingga memudahkan penegakan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Karena semakin sedikit orang itu akan semakin mudah kita menegakkan protokol kesehatan, semakin banyak akan semakin sulit itu," kata dia.
Tantriana memastikan Pemkab Probolinggo tetap merayakan hari kemerdekaan pada 17 Agustus, salah satunya mengadakan upacara bendera.
Namun, jumlah peserta upacara lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 263 kasus positif Covid-19 tercatat di Kabupaten Probolinggo hingga Jumat (7/8/2020).
Rinciannya, 29 pasien dirawat, 223 sembuh, dan 11 orang meninggal.
(Tribunnewswiki.com/Ris)
Artikel tayang di Kompas.com Wali Kota Serang Izinkan Masyarakat Gelar Lomba 17 Agustus dan Bupati Probolinggo Tak Larang Warga Gelar Lomba Saat 17 Agustus, Ini Syaratnya.