Tim WHO Wawancarai Ilmuwan Wuhan tentang Asal-usul Virus Corona, Apa Saja yang Dibicarakan?

Hasil penyelidikan WHO ini sangat ditunggu oleh para ilmuwan dan pemerintah di seluruh dunia, tak terkecuali Amerika Serikat yang melobi misi tersebut


zoom-inlihat foto
wuhan-melepas-bendera.jpg
STR / AFP
Para pekerja melepas bendera nasional karena mereka membongkar instalasi di rumah sakit darurat terbesar di Wuhan yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19 di Provinsi Hubei, China, pada 29 Juli 2020. Tim dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan ilmuwan Wuhan membicarakan asal usul virus corona baru.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di China yang menyelidiki asal usul Covid-19 berdiskusi panjang lebar dan bertukar pikiran dengan para ilmuwan di Wuhan.

Hal ini dikatakan oleh salah satu juru bicara pada Rabu (4/8/2020), dilansir dari Reuters (5/8/2020).

Pembicaraan ini, kata dia, termasuk info terbaru tentang penelitian kesehatan hewan.

Wuhan sempat menjadi wilayah terdampak Covid-19 paling parah dan diduga menjadi asal kemunculan virus corona.

Setelah wabah muncul dan mendapati beberapa pasien adalah pedagang, China menutup pasar hewan di Wuhan.

WHO mengatakan virus corona kemungkinan besar datang dari kelelawar dan mungkin juga memiliki inang hewan perantara.

Baca: WHO Sebut Vaksinasi Covid-19 Belum Bisa Dilakukan Awal 2021

Seorang pekerja mengangkat papan ketika instalasi di rumah sakit darurat terbesar di Wuhan, Hubei, China, yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19 dibongkar, 29 Juli 2020.
Seorang pekerja mengangkat papan ketika instalasi di rumah sakit darurat terbesar di Wuhan, Hubei, China, yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19 dibongkar, 29 Juli 2020. (STR / AFP)

Hasil penyelidikan WHO ini sangat ditunggu oleh para ilmuwan dan pemerintah di seluruh dunia, tak terkecuali Amerika Serikat yang melobi misi tersebut.

Sebelumnya, Pemerintahan Trump dikabarkan menuduh WHO 'China-sentris'.

AS juga berencana meninggalkan WHO karena penanganan pandemi yang dilakukan organisasi kesehatan itu dianggap tidak memuaskan.

"Tim berdiskusi panjang lebar dengan rekan-rekan dari China dan menerima informasi terbaru tentang studi epidemiologi, analisi biologi dan genetik, dan penelitian kesehatan hewan," kata Christian Lindmeier, juru bicara WHO, kepada wartawan.

Baca: WHO Sebut Vaksinasi Covid-19 Belum Bisa Dilakukan Awal 2021

Misi tiga pekan sebelumnya, yang melibatkan dua spesialis kesehatan hewan dan epidemiologi, bertujuan meletakkan dasar untuk tim dari China dan pakar internasional yang akan mengungkap bagaimana virus coroba melompat dari hewan ke manusia.

Namun, Lindmier tidak memberikan detail mengenai waktu dan susunan misi yang lebih luas itu.

Kerangka acuan dari misi itu, kata dia, dihasilkan bersama dengan pihak berwenang China dalam bentuk draf dan tidak tersedia untuk umum.

Baca: Pakar Virus China Bongkar Kebobrokan WHO Saat Tangani Corona Hingga Menjadi Pandemi Global

Ada kesensitifan di susunan tim, karena jika ada pengecualian ahli AS, misi itu akan menjadi kontroversial.

Selain itu, hal lainnya adalah seberapa besar akses yang diberikan oleh China.

Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo telah mengatakan virus itu berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan.

Namun, mereka tidak memberi bukti dan China juga menyangkalnya.

Sebaliknya, para ilmuwan dan agen intelijen AS berkata virus corona jenis baru muncul secara alami.

Kepala Kedaruratan WHO, Mike Ryan, pada Senin (3/8/2020) mengatakan mungkin ada kejutan.

"Fakta bahwa alarm kebakaran dipicu (di Wuhan) tidak selalu berarti bahwa di situlah tempat penyakit (Covid-19) berpindah dari hewan ke manusia," kata dia.

Baca: Tak Mau Dianggap China Sentris, WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Penanganan Covid-19

Filipina pecahkan rekor kasus harian Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara

Filipina melaporkan ada 6.352 kasus baru Covid-19 pada Selasa (4/8/2020).

Dilansir Reuters, (4/8/2020), ini menjadi rekor kasus Covid-19 harian tertinggi di Asia Tenggara.

Filipina memang mencatat ada kenaikan kasus Covid-19 dalam beberapa hari ini.

Kementerian Kesehatan Filipina mengatakan total kasus Covid-19 di negara itu kini menjadi 112.593.

Sementara itu, ada tambahan 11 kematian sehingga berjumlah total 2.115 jiwa.

Dilansir dari BBC, (4/8/2020), puluhan juta penduduk Filipina akan kembali terkunci setelah dokter memperingatkan adanya lonjakan kasus Covid-19.

Lonjakan kasus ini dapat melumpuhkan sistem kesehatan di negara itu.

Perintah untuk tetap di rumah sekarang diberlakukan di Manila dan empat provinsi sekitarnya di Pulau Luzon selama dua pekan.

Baca: Filipina Kembali Terapkan Lockdown, Berlaku Pembatasan Ketat Selama 2 Minggu

Padahal, Filipina baru saja mencabut kebijakan penguncian pada Juni lalu.

Namun, kebijakan penguncian diberlakukan lagi ada kenaikan kasus terkonfirmasi Covid-19 sampai lima kali lipat dan membebani layanan kesehatan di rumah sakit.

Dengan kebijakan penguncian ini, masyarakat dipaksa tetap di rumah dan hanya keluar untuk membeli barang-barang penting atau berolahraga.

Transportasi publik dan penerbangan domestik turut dihentikan operasionalnya.

Sementara itu, pelayanan restoran dibatasi dan makanan harus dibawa pulang.

Baca: Filipina Akan Terus Liburkan Sekolah Sampai Vaksin Virus Corona Ditemukan

Kebijakan penguncian diambil setelah 80 asosiasi medis pada Sabtu (1/8/2020) meminta Presiden Rodrigo Duterte mengetatkan pembatasan agar dapat memperlambat penyebaran Covid-19.

Sehari kemudian, Filipina melaporkan 5.032 kasus baru infeksi corona dan beberapa rumah sakit dilaporkan telah menolak sejumlah pasien.

Para dokter berharap penguncian ini dapat memberi waktu pada tenaga medis untuk menangani kenaikan kasus.

Di sisi lain, banyak pekerja yang 'terdampar' di Ibu Kota dan tidak bisa kembali ke rumah mereka karena tidak ada transportasi.

"Kami kehabisan uang. Kami tak bisa meninggalkan bandara karena tidak memiliki kerabat di sini," kata Ruel Damaso, seorang pekerja konstruksi yang tidak bisa kembali ke rumahnya, dikutip dari BBC.

Di bagian lain di Manila, orang-orang terlihat menimbun makanan pada hari sebelum penguncian dimulai.

Baca: Presiden Filipina: Lebih Baik Siswa Tidak Naik Kelas, daripada Kembali Sekolah Tanpa Vaksin Covid-19

 

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Tyo)





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved