TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang warga asal Medan berinisial M (50) harus mengakhiri perjalanan ceritanya menjadi seorang TNI.
M, warga Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, mengaku sudah menjadi TNI gadungan selama 12 tahun.
Ia pun mengaku bertugas di Denmadam I/BB.
Untuk meyakinkan orang-orang bahwa dia adalah tentara, M melengkapi diri dengan seragam PDL NKRI berpangkat Peltu, sepatu, baret, sangkur, dan sebuah pistol jenis airsoft gun.
Namun, perilaku bohongnya harus terhenti saat ia sedang menumpang pada sepeda motor petugas Babinsa Koramil 0201-145/Medan Baru, Serka H Purba di kawasan Jalan Luku, tak jauh dari flyover Simpang Pos.
Saat itu, Purba merasa ada yang janggal dengan seragam yang dikenakan oleh M.
Purba merasa seragam PDL NKRI yang dipakai oleh M tidak sesuai dengan aturan.
"Serka H Purba melihat seragam PDL yang dipakai pelaku tidak sesuai aturan yang berlaku,” kata Dandim 0201/BS Letkol Inf Agus Setiandar, dikutip dari KompasTV, Minggu (2/8/2020).
Baca: VIRAL Video Ibu-ibu Pembeli Bentak dan Maki Anggota TNI karena Tak Terima Diingatkan Memakai Masker
Saat ditanya tentang KTA dan NRP, pelaku menjawab dengan berbelit-beli.
Oleh Purba, M dibawa menuju ke Makaromil 0201-05/Medan Baru.
Saat interogasi, M mengaku jika dia prajurit TNI gadungan.
"M akhirnya mengakui dirinya sebagai tentara gadungan," ujarnya.
M telah menjadi TNI gadungan sejak 2008, saat dirinya berhenti kerja sebagai sopir pribadi seorang perwira menengah (Pamen) berpangkat Kolonel.
Pihak TNI kemudian menyita KTP, SIM, dan kartu keluarga milik pelaku sebagai barang bukti.
Dalam semua dokumen tersebut, M mencantumkan dirinya sebagai prajurit TNI AD.
Baca: 12 Tahun Terungkap, TNI Gadungan Medan Palsukan Identitas untuk Kredit Motor dan Kuliahkan Anak
Manfaatkan titel TNI gadungan
Selama menjadi TNI gadungan, pelaku sudah memanfaatkan identitasnya untuk mempermudah pengurusan seperti kredit sepeda motor, melamar kerja, dan masuk perguruan tinggi untuk anaknya.
Dalam hal ini, kata Agus, bukan hanya TNI yang dirugikan.
Tetapi juga Polri melalui pemalsuan identitas pada SIM dan perintah melalui pemalsuan identitas pada Kartu Keluarga (KK).
"Kami, TNI AD melalui Kodim 0201/BS akan mengajukan tuntutan kepada pelaku yang kini telah diserahkan ke Polrestabes Medan untuk proses hukum selanjutnya," katanya.
Agus mengimbau kepada semua warga Kota Medan agar tidak mudah percaya terhadap oknum-oknum yang mengaku sebagai prajurit TNI.
Baca: Berikut Kepastian Tanggal Pencairan Gaji ke-13 PNS, TNI, Polri dan Pensiunan di Bulan Agustus Ini
Bila menemukan kasus serupa, ia pun meminta warga untuk segera kroscek dengan Babinsa atau Koramil terdekat.
Kata Agus, pelaku yang mencatut institusi TNI biasanya adalah orang-orang yang lihai dalam berkomunikasi.
"M ini buktinya selama 12 tahun sudah cukup banyak prajurit TNI yang berhasil dibohonginya,” katanya.
Serka H Purba, petugas Babinsa Koramil 0201-05/Medan Baru, yang berhasil mengungkap identitas M akan mendapat penghargaan berupa kesejahteraan atau kenaikan pangkat.
(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Akhir Perjalanan Pria Asal Medan yang 12 Tahun Jadi TNI Gadungan"