Antonio Conte dan Inter Milan Memanas, Plot Cerita Massimiliano Allegri-Juventus Bisa Terulang Lagi

Rumor mendekatnya Massimiliano Allegri ke Inter Milan membuat situasi skenario Antonio Conte-Juventus pada enam tahun lalu bisa kembali terulang.


zoom-inlihat foto
allegri-dan-conte.jpg
firenzepost.it
Massimiliano Allegri (kiri) dan Antonio Conte, bisa mengulang peristiwa situasi Juventus di Inter Milan akibat konflik dengan manajemen.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Inter Milan sukses mengakhiri Liga Italia 2019-2020 di peringkat kedua.

Inter Milan asuhan Antonio Conte mengakhiri musim ini dengan perolehan poin cukup tinggi 82 dan hanya berselisih satu angka dibawah peraih juara, Juventus.

Untuk Inter Milan, hasil ini merupakan perolehan poin tertinggi mereka semenjak meraih scudetto musim 2009-10 lalu, bahkan dengan angka yang sama yakni 82 poin.

Meski membubuhkan hasil akhir yang baik, hubungan Inter Milan dengan pelatihnya Antonio Conte justru memanas.

Penyebabnya adalah komentar dan keluhan sang pelatih terhadap situasinya di klub berjuluk Nerazzuri ini.

Mulai dari manajemen yang tak melindungi Conte dan tim, hingga isu adanya dualisme terkait urusan transfer pemain Inter Milan.

Hal ini pun memunculkan rumor berpisahnya Conte dan Inter Milan yang baru berpartner selama satu musim terakhir.

Salah satu yang dirumorkan sebagai pengganti Conte adalah sosok Massimiliano Allegri.

Baca: Dibalik Jengkelnya Antonio Conte: Tak Ada Proteksi Manajemen dari Kritik dan Ada Penggosip di Timnya

Baca: Sukses Raih Poin Tertinggi Sejak 2009-10, Antonio Conte dan Manajemen Inter Milan Justru Berselisih

Wacana ini pun memutar kembali memori 6 tahun lalu bagi sepak bola Italia, ketika Antonio Conte digantikan oleh Massimiliano Allegri sebagai pelatih Juventus.

Kini skenario demikian bisa terulang namun di kubu Inter Milan.

Antonio Conte dan Presiden Inter Milan, Steven Zhang.
Antonio Conte dan Presiden Inter Milan, Steven Zhang. (inter.it)

Antonio Conte dikabarkan akan dipecat Inter Milan terutama pasca komentarnya yang menyerang manajemen pasca-laga melawan Atalanta, Sabtu (1/8/2020) lalu.

Menurut laporan Sky Sport Italia, jajaran manajemen Inter Milan sudah mengadakan pertemuan dengan Conte pada Senin (3/8/2020) waktu setempat.

Manajemen Inter tidak setuju dengan tuduhan Conte yang menyebut para pemain dan dirinya tidak dapat perlindungan dari kritik di media.

Media-media di Italia pun menghubungkan Inter Milan dengan sosok Massimiliano Allegri, yang potensial menjadi suksesor Antonio Conte di klub tersebut.

Allegri saat ini menjadi opsi realistis untuk Inter Milan karena dirinya saat ini sedang menganggur tanpa klub.

Faktor kedua yakni, Allegri juga pahamdengan Direktur Olahraga Inter, Beppe Marotta yang juga pernah saling bekerja sama di Juventus.

Meski begitu, dilansir dari Gazetta dello Sport, Inter Milan diyakini tidak akan memecat Antonio Conte untuk tahun ini.

Gazetta yakin manajemen Inter masih membutuhkan sosok Conte demi mendatangkan pemain-pemain kelas dunia yang cocok dengan proyek ambisius mereka.

Tak cuma itu, Inter juga tidak akan memecat Conte karena kontraknya masih tersisa 2 tahun dengan gaji 11 juta euro per tahun.

Dengan komentar Conte yang merasa tak mendapat perlindungan dari manajemen, maka skenario pengunduran diri pun sebenarnya cukup sulit terjadi.

allegri juve
Massimiliano Allegri, ketika menjadi pelatih Juventus.

Kilas balik pada 6 tahun lalu, Conte mengundurkan diri dari Juventus, tepatnya pada 15 Juli 2014, atau dua hari setelah latihan pramusim Juventus dimulai.

Conte disebut tak puas dengan manajemen Juventus yang lamban dalam bergerak menggaet pemain-pemain incarannya.

Dua incaran Antonio Conte waktu itu adalah Alexis Sanchez, yang akhirnya memilih hengkang ke Arsenal dari Barcelona dan Juan Iturbe yang pindah ke AS Roma.

Baca: Hasil Liga Italia: Dua Gol Pinalti Cristiano Ronaldo Selamatkan Juventus dari Kekalahan

Baca: Jadi Incaran Chelsea, Nani Ungkap Rencana Gantung Sepatu Cristiano Ronaldo Bukan di Liga Inggris

Si Nyonya Tua pun langsung mendapat ganti dari Antonio Conte yakni Massimiliano Allegri.

Kini skenario 6 tahun lalu tersebut bisa terulang kembali di tubuh Inter Milan jelang bergulirnya musim 2020-2021.

Terlebih, pergantian dari Conte ke Allegri menghasilkan catatan positif.

Selain Allegri masih tetap mampu membuat Juventus merajai Liga Italia, mereka juga sukses merangsek ke final Liga Champions dua kali pada musim 2014-15 dan 2016-17 lalu, meski gagal juara di dua kesempatan itu.

Keluhan Antonio Conte

Pencapaian Inter Milan sangat baik pada musim 2019-20 dan dengan hal ini banyak pihak menjagokan klub berjuluk Nerazzuri itu akan serius menantang Juventus dalam perburuan scudetto musim depan.

Namun, dibalik pencapaian tersebut, pelatih Inter, Antonio Conte, mengungkapkan prestasinya dan para pemain tak diberi apresiasi oleh media-media.

Antonio Conte menilai dirinya dan timnya selalu menjadi sasaran panah tembak para media lewat kritikan dan hujatan pedas yang menyerangnya.

Baca: Sukses Raih Poin Tertinggi Sejak 2009-10, Antonio Conte dan Manajemen Inter Milan Justru Berselisih

Baca: Gagal Juara Liga Spanyol dan Dikritik oleh Messi, Pelatih Barcelona Terancam Dipecat Akhir Musim Ini

Selain menyayangkan sikap media yang sangat "keras" terhadap dirinya dan timnya, ternyata Conte juga menyerang manajemen Inter Milan sendiri.

Conte mengindikasikan, dirinya ingin agar klub pasang badan dari serangan-serangan atau kritikan media yang ia anggap terlalu vulgar untuk Inter Milan.

Dia merasa, manajemen tak pernah memberi proteksi memadai bagi dia dan timnya terkait kritikan dan "celaan" dari media-media Italia.

Antonio Conte, dirumorkan tak akur dengan manajemen Inter Milan di penghujung Liga Italia 2019-20.
Antonio Conte, dirumorkan tak akur dengan manajemen Inter Milan di penghujung Liga Italia 2019-20. (AFP/Miguel Medina)

Bahkan dengan adanya permasalahan ini, sampai-sampai membuat mantan pelatih Juventus itu pun mengadakan pertemuan empat mata langsung dengan presiden Inter Milan, Steven Zhang.

“Ini merupakan tahun yang sulit di level pribadi, sangat sulit."

"Saya tidak berpikir para pemain melihat pekerjaan mereka diakui, saya tidak berpikir pekerjaan saya diakui dan kami semua menerima sangat sedikit perlindungan dari klub," kata Conte dikutip dari Sky Sport Italia.

“Kami harus tumbuh dan berkembang di semua sisi, termasuk di luar lapangan, dan klub besar harus lebih melindungi para pemainnya."

"Kami akan membahas semuanya di akhir musim, untuk itu saya harus bertemu presiden Steven Zhang."

“Itu sangat, sangat intens tahun ini, sulit, dan para pemain melakukannya dengan baik untuk mengisolasi diri sendiri dan menciptakan hubungan harmonis dalam diri kami di tengah kesulitan."

"Saya tidak senang dengan orang yang ikut-ikutan mencela dan saya melihat banyak hal dengan Inter tahun ini.

“Kami harus makan kotoran selama berbulan-bulan dan tak mendapat perlindungan."

"Masalah saya adalah bahwa saya memiliki visi, saya melihat jalan yang harus kami ambil dan saya tahu apa yang perlu kami lakukan."

"Saya melihat suatu hari wawancara yang diberikan Luciano Spalletti di Inter pada 2017. Kami sekarang berada di tahun 2020 dan tidak ada yang berubah," tutur Antonio Conte.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Sebagian artikel tayang di Bolasport.com berjudul Skenario Mundur Antonio Conte di Juventus 6 Tahun Lalu Bakal Terulang Lagi di Inter Milan.





Penulis: Haris Chaebar
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved