TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah think thank yang didanai pemerintah AS, Rand Corporation, mengeluarkan laporan bertajuk "Strategi Besar Cina: Tren, Lintasan dan Persaingan Jangka Panjang."
Disebutkan hubungan China dan AS tidak akan bisa dekat karena pengaruh China akan terus tumbuh.
Dalam laporan tersebut, para penyusun meneliti kemungkinan seberapa sukses Partai Komunis Tiongkok dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada tahun 2050.
Mereka menggunakan empat kriteria untuk China, antara lain "triumphant", yang berarti telah mencapai semua tujuannya; "ascendant", setelah mencapai beberapa tetapi tidak semua tujuannya; "stagnan", yang berarti telah gagal dalam tujuannya; dan "imploding", yang berarti rezim itu sendiri berada di bawah ancaman.
Baca: Susul China, NASA Siap Luncurkan Robot Perseverance Sore Nanti untuk Eksplorasi Planet Mars
Diberitakan TribunnewsWiki.com dari South China Morning Post, laporan yang disusun untuk militer AS dan diterbitkan minggu lalu itu menyimpulkan bahwa "naik" dan "stagnan" adalah hasil yang paling mungkin.
Meski para peneliti tak bisa menyimpulkan China akan sepenuhnya berhasil menjalankan rencananya, mereka mengatakan AS harus bersiap.
"Mempersiapkan kemenangan atau kenaikan China tampaknya paling bijaksana bagi Amerika Serikat karena skenario ini selaras dengan tren pembangunan nasional RRC (Republik Rakyat China) saat ini dan mewakili skenario masa depan yang paling menantang bagi militer AS," katanya.
Memang hubungan diplomatik antara AS dan Cina berada di salah satu titik terendah dalam beberapa dekade.
Kedua belah pihak berbenturan pada sejumlah masalah, mulai dari perdagangan dan teknologi hingga hak asasi manusia serta Hong Kong.
Baca: Pegawai Gedung Putih Dikonfirmasi Positif Covid-19, Presiden AS Donald Trump Masih Aman
Para peneliti menghilangkan kemungkinan kedua negara menikmati "kemitraan dekat" di masa depan.
Bagi mereka kemungkinan tersebut masih sangat jauh.
Jenis hubungan yang dimiliki kedua negara pada 2018 hanya bisa dicapai di masa depan jika China "stagnan", kata studi itu.
Dalam hal China yang sedang naik daun, hubungan ekonomi, diplomatik, dan militer antara kedua negara akan sulit diprediksi dalam jangka menengah dan panjang, katanya.
Studi ini merekomendasikan peningkatan pendanaan militer di kawasan Indo-Pasifik dan kemampuan tempur pasukan gabungan yang lebih baik.
"Karena China mungkin akan dapat memperebutkan semua wilayah konflik di seluruh wilayah yang luas pada pertengahan 2030-an, Angkatan Darat AS, sebagai bagian dari pasukan gabungan, perlu segera menanggapi krisis atau kemungkinan di berbagai titik pertikaian, ”katanya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur R)