Peneliti Sebut Hubungan China dan AS Tak Akan Pernah Dekat jika Tiongkok Semakin Maju

Laporan Rand Corporation nilai hubungan AS dan China hanya bisa dekat jika perkembangan Tiongkok Stagnan


zoom-inlihat foto
donald-trump-dan-xie-jinping-123.jpg
Wikimedia Commons
ILUSTRASI - Donald Trump dan Xie Jinping


Laporan Rand Corporation nilai hubungan AS dan China hanya bisa dekat jika perkembangan Tiongkok Stagnan

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah think thank yang didanai pemerintah AS, Rand Corporation, mengeluarkan laporan bertajuk "Strategi Besar Cina: Tren, Lintasan dan Persaingan Jangka Panjang."

Disebutkan hubungan China dan AS tidak akan bisa dekat karena pengaruh China akan terus tumbuh.

Dalam laporan tersebut, para penyusun meneliti kemungkinan seberapa sukses Partai Komunis Tiongkok dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada tahun 2050.

Mereka menggunakan empat kriteria untuk China, antara lain "triumphant", yang berarti telah mencapai semua tujuannya; "ascendant", setelah mencapai beberapa tetapi tidak semua tujuannya; "stagnan", yang berarti telah gagal dalam tujuannya; dan "imploding", yang berarti rezim itu sendiri berada di bawah ancaman.

Ilustrasi perseteruan antara Amerika Serikat dan China.
Ilustrasi perseteruan antara Amerika Serikat dan China. (Kompas.com)

Baca: Susul China, NASA Siap Luncurkan Robot Perseverance Sore Nanti untuk Eksplorasi Planet Mars

Diberitakan TribunnewsWiki.com dari South China Morning Post, laporan yang disusun untuk militer AS dan diterbitkan minggu lalu itu menyimpulkan bahwa "naik" dan "stagnan" adalah hasil yang paling mungkin.

Meski para peneliti tak bisa menyimpulkan China akan sepenuhnya berhasil menjalankan rencananya, mereka mengatakan AS harus bersiap.

"Mempersiapkan kemenangan atau kenaikan China tampaknya paling bijaksana bagi Amerika Serikat karena skenario ini selaras dengan tren pembangunan nasional RRC (Republik Rakyat China) saat ini dan mewakili skenario masa depan yang paling menantang bagi militer AS," katanya.

Memang hubungan diplomatik antara AS dan Cina berada di salah satu titik terendah dalam beberapa dekade.

Kedua belah pihak berbenturan pada sejumlah masalah, mulai dari perdagangan dan teknologi hingga hak asasi manusia serta Hong Kong.

ILUSTRASI - Presiden AS Donald Trump duduk dengan tangan bersilang saat diskusi meja bundar tentang Pembukaan Kembali Sekolah-Sekolah Amerika yang Aman selama pandemi coronavirus, di Ruang Timur Gedung Putih pada 7 Juli 2020, di Washington, DC.
ILUSTRASI - Presiden AS Donald Trump duduk dengan tangan bersilang saat diskusi meja bundar tentang Pembukaan Kembali Sekolah-Sekolah Amerika yang Aman selama pandemi coronavirus, di Ruang Timur Gedung Putih pada 7 Juli 2020, di Washington, DC. (JIM WATSON / AFP)

Baca: Pegawai Gedung Putih Dikonfirmasi Positif Covid-19, Presiden AS Donald Trump Masih Aman

Para peneliti menghilangkan kemungkinan kedua negara menikmati "kemitraan dekat" di masa depan.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved