Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Trombosit (platelet) atau keping darah merupakan sel yang berperan penting dalam proses pembekuan darah.
Trombosit adalah salah satu sel dalam darah yang berfungsi untuk menghentikan pendarahan.
Trombosit ini mempunyai dalam pembekuan darah dan membuat darah menjadi lengket jadi bisa membentuk gumpalan.
Jadi jika tubuh terluka, darah tidak terus mengalir sampai mengakibatkan pendarahan hebat.
Fungsi lain trombosit ini adalah kerap digunakan dalam metode skrining (deteksi dini) dan mendiagnosis berbagai penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada penggumpalan darah.
Trombosit bisa ditemukan di dalam darah dan limpa.
Trombosit tidak berwarna dan mempunyai siklus hidup hanya selama 10 hari.
Sel darah ini akan dihasilkan baru di sumsum tulang. (1)
Trombosit Normal #
Jumlah Trombosit Normal dalam Darah
Jumlah trombosit normal dalam tubuh yakni sekitar 150.000–400.000 trombosit per mikroliter darah.
Apabila jumlah trombosit kurang dari 150.000 per mikroliter darah, maka bisa disebut jumlah trombosit terlalu rendah.
Hal sebaliknya, apabila jumlah trombosit lebih dari 400.000 per mikroliter darah, maka terbilang mempunyai kadar trombosit tinggi. (1)
Baca: Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia
Trombosit Rendah #
Penyebab dan Tanda Gejala Trombosit Rendah
Kondisi saat jumlah trombosit berkurang atau terlalu rendah disebut dengan trombositopenia.
Apabila jumlah trombosit terlalu rendah, maka akan sulit menghentikan perdarahan jika terjadi luka.
Penyebab trombosit turun dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:
- Anemia aplastik
- Kerusakan hati atau sirosis
- Idiopathic Trombocytopenic Purpura (ITP)
- Defisiensi zat besi dan asam folat
- Infeksi, seperti sepsis dan demam berdarah dengue
- Leukemia
- Gangguan autoimun
- Kehamilan
- Efek samping obat-obatan tertentu, misalnya antibiotik, obat pengencer darah, obat epilepsi, dan kemoterapi
Jumlah trombosit yang berkurang dapat tidak ada gejala.
Tapi, akan terlihat jika tubuh mudah mengalami perdarahan.
Bebebrapa gejala dan tanda yang dapat dialami oleh orang yang kekurangan trombosit adalah, seperti kulit mudah memar atau lebam dan tampak ruam berwarna ungu kemerahan, adanya darah pada urine atau tinja, mudah lelah, kulit dan mata tampak kuning, limpa membesar, sering mimisan, dan perdarahan dari gusi.
Jika menjumpai berbagai gejala di atas, maka segera memeriksakan diri ke dokter.
Untuk menentukan diagnosis dan mengevaluasi jumlah trombosit di dalam tubuh, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang berupa tes darah.
Jika Anda terdiagnosis mengalami penurunan jumlah trombosit, dokter mungkin akan memberikan penanganan berupa transfusi darah, memberikan obat-obatan.
Maupun melakukan operasi pengangkatan limpa, jika metode pengobatan lain tidak bisa menormalkan kembali jumlah trombosit.(1)
Ciri dan Gejala Trombosit Rendah (2)
- Adanya purpura, atau memar pada kulit yang ditandai dengan warna kemerahan, ungu, atau bahkan coklat.
- Terdapat ruam dengan titik-titik kecil yang biasanya berwarna merah atau ungu yang disebut petechiae. Biasanya terdapat pada kaki bagian bawah
- Mimisan
- Gusi berdarah
- Pendarahan dari luka yang berlangsung dalam waktu lama dan tidak berhenti dengan sendirinya
- Pendarahan berat saat menstruasi
- Pendarahan dari rektum
- Kelelahan
- Dalam kasus yang lebih serius, Anda mungkin mengalami pendarahan secara internal. Tanda pendarahan internal meliputi:
- Adanya darah pada tinja
- Adanya darah di dalam urin
- Muntah darah dengan warna darah yang sangat gelap
(3)
Trombosit Tinggi #
Penyebab dan Tanda Gejala Trombosit Tinggi
Bukan hanya bisa rendah, namun peningkatan jumlah trombosit dalam darah juga bisa terjadi.
Istilah medi untuk kondisi inidinamakan trombositosis.
Beberapa hal ini bisa menjadi penyebab kadar troimbosit tinggi:
- Cedera atau luka yang menyebabkan perdarahan
- Kelainan darah, seperti anemia hemolitik, anemia defisiensi besi, dan polisitemia vera
- Infeksi, misalnya tuberkulosis
- Kanker, misalnya leukemia
- Riwayat operasi pengangkatan limpa
- Efek samping obat-obatan tertentu, misalnya pil KB
- Tinggal di dataran tinggi
- Selain itu, jumlah trombosit Anda juga bisa meningkat akibat beberapa kondisi lainnya, seperti pemulihan dari operasi dan konsumsi alkohol secara berlebihan.
Trombositosis sering kali tidak memperlihatkan gejala.
Kondisi ini bisa menyebabkan gejala seperti sakit kepala, pusing, sakit dada, pingsan, pandangan berkunang-kunang, sesak napas, dan mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki.
Jumlah trombosit yang terlalu tinggi bisa menjadi penyebab darah mudah membeku atau menggumpal.
Hal ini akan menyumbat pembuluh darah.
Bahkan hal tersebut dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti stroke, serangan jantung, trombosis vena dalam (DVT), dan emboli.
Kenaikan jumlah trombosit yang disebabkan oleh cedera atau luka, termasuk luka operasi biasanya akan normal kembali setelah luka sembuh.
Akan tetapi, apabilsa disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu, kenaikan jumlah trombosit wajib diobati sesuai penyebabnya.
Jumlah trombosit normal penting untuk memastikan kemampuan tubuh dalam menangani luka secara alami.
Apabila mengalami ebebrapa gejala kelainan jumlah trombosit, segera konsultasikan ke dokter penyakit dalam supaya segera mendapatkan penanganan yang tepat. (1)
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka)
| Nama | Trombosit |
|---|
| Nama Lain | Keping Darah |
|---|
| Klasifikasi | Darah |
|---|
Sumber :
1. www.alodokter.com
2. hellosehat.com
3. Unacademy - Indonesia