Rey Bong

Anak ke 3 dari pasangan Iwan Efrianda dan Esi Harfina itu memilih pindak ke Jakarta untuk mulai meniti karier sebagai seorang artis peran.


zoom-inlihat foto
rey-bong-1.jpg
Tribunnewswiki/Bayu Indra Permana
Rey Bong

Anak ke 3 dari pasangan Iwan Efrianda dan Esi Harfina itu memilih pindak ke Jakarta untuk mulai meniti karier sebagai seorang artis peran.




  • Kehidupan Pribadi


TRIBUNNEWSIKI.COM - Rey Bong merupakan seorang aktor cilik yang sudah memiliki banyak pengalaman di dunia akting Indonesia.

Cowok kelahiran Bengkulu, 26 September 2005 itu sudah sejak kelas 1 SD berkecimpung di dunia akting.

Sempat menempuh pendidikan di Bengkulu, tak berselang lama Rey Bong memutuskan untuk pindah ke Jakarta.

Anak ke 3 dari pasangan Iwan Efrianda dan Esi Harfina itu memilih pindak ke Jakarta untuk mulai meniti karier sebagai seorang artis peran.

"Aku dari lahir hingga kelas 1 SD di Bengkulu, setelah itu ke Jakarta sampai sekarang. Dulu kalau nggak salah nama SD-nya 102 Bengkulu, aku agak lupa, karena di sana cuman sebentar dan lanjut SD kelas 1 di Jakarta," kata Rey Bong kepada Tribunnews.com, Selasa (28/7/2020).

Meski tinggal dan berkarier di Jakarta, Rey Bong masih bisa berkomunikasi menggunakan bahasa daerah Bengkulu bersama keluarganya.

"Kalau aku tuh ayah Palembang, bunda aku Padang, mereka sudah tinggal dari kecil di Bengkulu. Aku bisa kok bahasa daerah Bengkulu karena lahir di sana dan sehari-hari ngomong sama ayah bunda bahasa itu," jelas Rey Bong.

"Aku di Jakarta dari umur 7 tahun, sekarang udah 15 tahun," tuturnya.

Di Jakarta, Rey Bong memilih untuk menempuh pendidikan home schooling sejak masih duduk di kelas 1 SD hingga saat ini sudah kelas 3 SMP.

"Di Jakarta aku home schooling dari kelas 1 SD sampai sekarang udah kelas 3 SMP," ucap Rey Bong.

Rey Bong 2
Rey Bong/ Tribunnewswiki - Bayu Indra Permana

  • Awal Karier Sebagai Artis Peran


Pindah ke Jakarta sejak usia 7 tahun, Rey Bong memang berencana untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang artis sinetron.

Dan sejak umur 7 tahun lah ia mulai mendapatkan job di dunia entertain, khususnya dunia peran.

Pada saat itu, bintang film Si Doel The Movie itu pertama kali berakting pada sebuah iklan obat batuk anak. Saat itu sekira tahun 2012 menjadi langkah awal karir Rey Bong.

"Awalnya syuting iklan umur 7 tahun lah sejak ke Jakarta. Yaa mulai dari situ aku mulai terjun ke dunia entertain," kata Rey Bong

"Inget, yang pertama kali aku syuting iklan obat batuk," bebernya.

Di tahun yang sama Rey Bong mendapatkan kesempatan untuk bisa berakting di sinteron pertamanya yakni Abu dan Nawas.

Meski hanya mendapat peran-peran kecil, Rey Bong tak berkecil hati. Sebab, setelah itu Rey Bong mulai rutin mendapat job sinetron.

"Setelah itu (iklan) baru main sinetron. Pertama kali itu Abu dan Nawas," ujarnya.

"Detelah Abu dan Nawas terus mulai deh banyak sinetron dan scenenya mulai banyak. Mulai main sinetron banyak pas kelas 2 SD umur delapan yaa," lanjutnya.

Rey Bong yang tak memiliki silsilah keluarga seorang aktor, memilih sendiri cita-citanya sejak kecil. Dengan kepolosannya saat masih anak-anak, Rey Bong mengatakan ingin menjadi seorang artis.

Meski tak ada keturunan seorang aktor, tak menyurutkan keinginan Rey Bong untuk menjadi seorang artis peran.

Bahkan ia belajar akting seorang diri tanpa dibantu siapapun, ia hanya belajar dari tayangan film dan sinetron yang disukainya

"Kalau dari keluarga aku sih nggak ada keturunan di dunia entertain. Tapi emang dari kecil emang suka aja melihat dunia ini," ucapnya.

"Sebetulnya itu kepolosan anak kecil aja yaa waktu itu, ditanya sama bunda aku mau jadi apa, aku jawabnya mau jadi aktor yaa pas dicoba alhamdulillah ada rezekinya," tambah Rey Bong.

Rey Bong 3
Rey Bong/ Tribunnewswiki - Bayu Indra Permana

  • Jalani Home Schooling Sembari Berkarier


Rey Bong memilih menjalani home schooling sejak ia pindah ke Jakarta saat usianya masih 7 tahun. Sejak duduk di bangku kelas 1 SD.

Ia tak ingin pendidikannya terganggu oleh kariernya sebagai artis cilik pada saat itu. Di usia 8 tahun ia mulai ramai mendapat job sinetron yang membuatnya sulit membagi waktu

"Karena aku sejak kecil SD kelas 1 udah syuting mulai masuk dunia entertain, karena aku gamau ketiggalan pendidikan jadi mau gamau aku home schooling, belajarnya sendiri atau via email," tutur Rey Bong.

"Jadi menurut aku home schooling adalah keputusan terbaik aku karena kalau sekolah biasa pasti susah," bebernya.

Meski lalui pendidikan formal lewat home schooling dan masa kecilnya sudah sibuk dengan karier. Rey Bong mengaku tak kehilangan masa kecilnya.

Ia masih bisa merasakan apa yang dirasakan anak-anak seusianya jika ingin bermain dan berkumpul bersama teman-teman.

"Aku kurang setuju dengan statement kehilangan masa kecil. Karena aku sudah bekerja sejak kecil aku tidak merasa masa kecil aku terganggu ya," ungkap Rey Bong.

"Aku kerja, aku suka dipekerjaan ini, aku enjoy dan ikhlas jalaninnya, jadi di lokasi syuting aku tetep main. Ketemu orang banyak di sini, dari para pemain dan kru-kru juga," katamya.

Bahkan bagi seorang Rey Bong, suasana lokasi syuting sudah seperti taman bermainnya sejak masih kecil. Dan sekarang ia sudah sangat terbiasa dengan suasana lokas syuting.

"Apa yang dirasain anak-anak seumuran aku yang bermain dan belajar aja, nggak bekerja maksudnya yaa. Ya aku tetap merasakan itu, jadi tidak terganggu," ujar Rey Bong.

"Iya bener masa kecil aku adalah karier ini," lanjutnya.

Rey Bong yang sudah terbiasa dengan suasana di lokasi syuting tak lagi bingung menyesuaikan diri dengan kesibukkan sebagai artis dan menjalani hobinya.

Di usianya yang masih remaja, Rey Bong memiliki hobi olahraga basket dan main bass. Hal-hal tersebut masih bisa ia lakukan di sela-sela break syuting.

"Pasti ada lah ya, kerjaan aku ini juga hobi. Aku suka main musik ya, aku suka ngejam bareng temen-temen aku," tuturnya.

"Aku main bass, kalau olahraga aku main basket," tambahnya.

Lokasi syuting sinetron terbarunya yakni "Dari Jendela SMP" juga sudah diset agar dirinya bisa syuting namun tetap menjalani hobi.

"Ya kalau di lokasi ini kan karena kita mengunci satu lokasi agar aman dari virus Covid-19. Jadi di sini kita aman yaa dan semua ada di sini," kata Rey Bong.

"Kalau aku break aku bisa main basket, sebelum syuting aku masih bisa ngejam di kamar," ujarnya.

Rey Bong 4
Rey Bong/ Tribunnewswiki - Bayu Indra Permana

  • Mulai Karier Tanpa Sekolah Akting


Rey Bong memulai karier sebagai artis peran tanpa pengalaman sedikit pun. Niat pindah dari Bengkulu ke Jakarta Rey Bong ingin mewujudkan cita-citanya menjadi aktor.

Rey Bong mengaku tak pernah mengenyam sekolah akting ataupun olah peran lainnya. Sejak kecil ia belajar sendiri bagaimana caranya berakting di depan kamera.

Sampai akhirnya setiap projek film maupun sinetron yang ia bintangi memberikannya pengalaman untuk mengembangkan akting di projek berikutnya.

"Aku jujur sejak pertama aku belum pernah ada belajar serius sekolah akting," ujar Rey Bong kepada Tribunnews.com.

"Aku dari kecil ya otodidak aja sih. Dari pengalaman aku berakting, aku belajarnya di situ," jelasnya.

Namun, Rey Bong tak menutup kemungkinan bila akan ikut kelas akting untuk mengasah kemampuan beraktingnya.

"Untuk ke depannya sih untuk sekolah akting ya bisa dipikirkan," ungkapnya.

Sudah bintangi 7 sinetron dan 5 film, Rey Bong mengakui sudah banyak pengalaman dan pembelajaran yang bisa ia ambil dalam setiap projeknya.

Baginya bertemu orang baru, bertemu lawan main baru menjadi pembelajaran yang memberikannya banyak ilmu di dunia akting.

"Apa yang sudah aku kerjakan dan aku lakukan di dunia akting banyak ya pengalaman yang aku dapatkan sebagai aktor. Bagaimana cara berakting, ketemu orang banyak nambah pengalaman, nambah pengalmaan pelajaran hidup juga," jelas Rey Bong.

"Bersyukur aja bertemu sama orang-orang banyak. Dapet banyak pelajaran baru soal pekerjaan juga," lanjutnya.

Ia pun mulai mengerti bagaimana membedakan proses produksi film dan sinetron. Bagi Rey Bong yang bercita-cita menjadi artis peran, keduanya sangatlah menyenangkan untuk dijalani.

"Menurut aku jika kita berkarya kan di mana saja ya, tapi mungkin kalau film perisapannya lebih matang ya dari jauh-jauh hari, bisa 3 bulan persiapan dan pendalaman karakter lewat reading," katanya.

"Tapi kalau di sinetron dibutuhkan daya tanggap yang cepat san spontanitas yang bagus. Tapi aku di keduanya nyaman, karena buat aku berkarya di mana aja," ucap Rey Bong.

Meski sudah membintangi sejumlah sinetron dan beberapa film box office, Rey Bong bukan seorang pemilih dalam menentukan sebuah film atau sinetron untuk dibintangi.

Baginya yang terpenting adalah jalan cerita dalam sinetron atau film tersebut bisa ia mengerti dan ia merasa sanggup memerankannya.

"Nggak juga ya (selektif), ketika aku dapat projek sinetron atau film, terus dikasih tau jalan ceritanya," ujarnya

"Kalau misalkan cocok dengan aku, aku sanggup memerankannya kenapa nggak, tapi pas aku baca belum pas atau belum sanggup yaa bis nanti dulu," tuturnya.

Saat ini Rey Bong tengah disibukkan oleh syuting sinetron "Dari Jendela SMP" yang tayang di staisun televisi SCTV.

  • Ingin Jadi Sutradara


Di usia yang masih remaja, Rey Bong sudah memikirkan akan menjadi apa dirinya di masa depan. Aktor 14 tahun itu memiliki impian menjadi seorang sutradara.

Rey Bong masih memiliki keinginan untuk sekolah film dan fokus mengambil ilmu penyutradaraan.

"Ke depannya sih aku ingin coba sekolah film, ambil penyutradaraan," ungkap Rey Bong.

"Sutradara itu orang-orang hebat dan jenius ya karena mereka bisa mengarahkan banyak orang, mulai dari pemain sampai kru-kru. Ya buat aku mereka itu orang-orang jenius ya," terangnya.

Rey Bong ingin memiliki kesempatan untuk bisa menempuh pendidikan di luar negeri. Namun, jika tak bisa ia sudah tahu ke mana akan menimba ilmu soal perfilman.

"Ya keinginannya kayak gitu (sekolah di luar) kalau bisa yaa alhamdulillah pengin sekolah di luar agar dapat pengalaman baru juga," beber Rey Bong.

"Kalau belum bisa di Indonesia juga bagus bisa ambil IKJ," lanjutnya.

Rey Bong memiliki beberapa nama sutradara Indonesia yang sangat ia kagumi karya-karyanya selama ini. Mereka adalah Joko Anwar, Fajar Bustomi dan Rano Karno.

"Aku nonton semua karya dari berbagai sutradara ya. Aku suka memerhatikan film-film dari setiap sutradara," kata Rey Bong.

"Aku kalau dibilang yang aku kagumi itu ada Bang Joko Anwar, terus Om Fajar Bustomi itu bagus banget kalau bikin drama, dan untuk projek aku sebelumnya itu papah Rano Karno dia sangat baik mengarahkan pemain dan kru," jelasnya.

Ia juga sudah membayangkan jika nanti sudah berkesempatan membuat film, Rey Bong ingin film pertamanya bergenre action drama.

"Kalau boleh berandai-andai saat aku punya kesempatan aku pengen bikin drama action ya," ungkap Rey Bong

"Seperti The Raid oke, cuman mereka fokus ke action, tapi aku mau ada sentuhan drama ya," tambah Rey Bong.

Kini Rey Bong berharap ia bisa mempertahanan apa yang sudah ia bangun sejak kecil dan bisa terus menjalankan cita-citanya itu.

Sembari ia mulai menggapai impian lainnya untuk menjadi seorang sutradara atau sineas film lainnya yang berada di balik layar.

"Harapan karir aku semoga apa yang aku sudah jalani saat ini tidak sia-sia. Aku berharap bisa mempertahankannya," pungkas Rey Bong.

  • Karya


Film:

Ketika Mas Gagah Pergi

Rudy Habibie

Untuk Angeline

Si Doel The Movie

Si Doel The Movie 2

Akhir Kisah Cinta Si Doel

Sinetron

Abu Dan Nawas

Sepatu Super

Jendral Kancil

Panji Laras

Di Sini Ada Tuyul

Gatot Kaca

Cahaya Kasih

Semua Indah Karena Cinta

Dari Jendela SMP

(TribunnewsWiki.com/Bayu Indra Permana)



Nama Panggilan Rey Bong
Nama Asli Muhammad Fahreyza Anugrah Efrianda
Iwan Efrianda (Ayah)
Orangtua Esi Harfina (Ibu)
Saudara Fathia Damalisa Efrianda (Kakak)
Fanisya Grisella Efrianda (Kakak)
Tempat, Tanggal Lahir Bengkulu, 26 September 2005
Sekolah SD 102 Bengkulu
Home Schooling sampai SMP


Sumber :


1. Wawancara


Editor: Natalia Bulan Retno Palupi




ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved