Albinisme

Albinisme adalah kondisi kelainan sejak lahir yang menyebabkan pengidapnya mengalami kekurangan melanin atau bahkan sama sekali tidak memiliki pigmen tersebut


zoom-inlihat foto
albinisme.jpg
Alodokter
ILUSTRASI. Albinisme lebih dikenal dengan istilah albino kalangan masyarakat umum

Albinisme adalah kondisi kelainan sejak lahir yang menyebabkan pengidapnya mengalami kekurangan melanin atau bahkan sama sekali tidak memiliki pigmen tersebut




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Albinisme lebih dikenal dengan istilah albino kalangan masyarakat umum.

Ini adalah kondisi kelainan sejak lahir yang menyebabkan pengidapnya mengalami kekurangan melanin atau bahkan sama sekali tidak memiliki pigmen tersebut.

Oleh sebab itu, warna kulit, rambut dan mata pada pengidap albinisme berwarna pucat dan cenderung berwarna putih.

Pengidap albinisme
Pengidap albinisme masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari seperti orang normal pada umumnya.

Meski tidak bisa disembuhkan, tetapi bukan berarti pengidapnya tidak bisa menjalani kehidupan secara normal.

Pengidap albinisme masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari seperti orang normal pada umumnya.

Baca: Asbestosis

Baca: Akalasia

  • Penyebab


Perubahan atau disebut juga mutasi gen menjadi penyebab albinisme.

Akibat perubahan gen ini, produksi melanin terganggu, menjadi berkurang drastis, atau tidak ada sama sekali.

Perlu diketahui bahwa ada dua jenis albinisme, yaitu albinisme okular dan okulokutaneus.

Albinisme okular dapat memengaruhi penglihatan daripada rambut, kulit, atau mata.

Albinisme jenis ini hanya memengaruhi mata, sehingga secara penampilan tetap terlihat normal, meski pada sebagian kecil kulit masih terlihat pucat.

Perubahan atau disebut juga mutasi gen menjadi penyebab albinisme
Perubahan atau disebut juga mutasi gen menjadi penyebab albinisme

Albinisme okular sebagian besar terjadi pada laki-laki dan disebabkan oleh mutasi gen pada kromosom-X.

Jenis albinisme ini masih sangat jarang terjadi.

Sedangkan, albinisme okulokutaneus merupakan jenis yang paling umum terjadi dan berdampak pada perubahan warna rambut, kulit, dan mata.

Baca: Rubella

Baca: Amputasi

  • Gejala


Tingkat melanin pada tubuh menentukan warna rambut dan kulit pada pengidap albinisme berbeda-beda.

Umumnya, gejala yang sering dijumpai memiliki karakteristik kulit pucat dengan rambut pirang kecokelatan.

Pengidap albinisme memiliki kulit yang mudah terbakar sinar matahari karena kurangnya pigmen melanin.

Untuk itu, disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari karena dapat berdampak negatif seperti kanker kulit.

Pada mata, kurangnya melanin dapat mengubah warna iris menjadi lebih pucat dan mata sensitif terhadap cahata.

Masalah penglihatan yang diakibatkan albinisme adalah rabun dekat, rabun jauh, mata silindris, juling, dan nistagmus (gerakan ritmik tanpa kontrol) dari sisi ke sisi.

Pada bayi, masalah penglihatan ini dapat memengaruhi kemampuan bayi dalam mempelajari gerakan.

Oleh karena itu, umumnya anak-anak pengidap albinisme lebih terlihat kikuk karena gangguan pada penglihatannya.

  • Pengobatan dan Pencegahan


Meski tak dapat disembuhkan, penanganan pada albinisme difokuskan pada memaksimalkan kemampuan melihat dan melindungi kulit.

Pencegahan pada albinisme dapat dilakukan dengan cara melakukan konselor genetik untuk mengetahui jenis albinisme apa yang dialami.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi
Penyakit Albinisme
Penyebab Kelainan sejak lahir, kekurangan pigmen
Menyerang Kulit
   






ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved