Ajip Rosidi

Ajip Rosidi adalah sastrawan Indonesia, penulis, budayawan, dosen, pendiri, dan redaktur beberapa penerbit, pendiri serta ketua Yayasan Kebudayaan Rancage.


zoom-inlihat foto
ajip-rosidi-2.jpg
Kompas.com/Tribunjabar.id
Ajip Rosidi adalah sastrawan Indonesia, penulis, budayawan, dosen, pendiri, dan redaktur beberapa penerbit, pendiri serta ketua Yayasan Kebudayaan Rancage.(Kompas.com/Tribunjabar.id)

Ajip Rosidi adalah sastrawan Indonesia, penulis, budayawan, dosen, pendiri, dan redaktur beberapa penerbit, pendiri serta ketua Yayasan Kebudayaan Rancage.




  • Informasi Pribadi


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Ajip Rosidi lahir pada 31 Januari 1038 di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat.

Dia meninggal di Magelang pada 29 Juli 2020 pada umur 82 tahun.

Ajip Rosidi menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Jariwangi.

Lalu lemanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta pada (1953).

Selepas itu dia melanjutkannya di Taman Madyam Taman Siswa Jakarta pada 1956.

Meski tidak tamat sekolah menengah, namun dia dipercaya mengajar sebagai dosen di perguruan tinggi Indonesia, dan sejak 1967. Juga mengajar di Jepang.

Pada 31 Januari 2011, ia menerima gelar Doktor honoris causa bidang Ilmu Budaya dari Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran.(1)

Baca: Ajip Rosidi Suami Nani Wijaya Meninggal Dunia, Jenazah Dimakamkan di Magelang

Sastrawan Ajip Rosidi (kiri) dan aktris Nani Wijaya.(KOMPAS/DANU KUSWORO/RONY ARIANTO NUGROHO)
Sastrawan Ajip Rosidi (kiri) dan aktris Nani Wijaya.(KOMPAS/DANU KUSWORO/RONY ARIANTO NUGROHO) (KOMPAS/DANU KUSWORO/RONY ARIANTO NUGROHO)

  • Karier


Ajip Rosisi mulai melahirkan karya saat duduk di bangku kelas 6 SD.

Saat itu tulisannya diterbutkan surat kabar Indonesia Raya.

Pada usia 17 tahun, Ajip Rosidi menjadi redaktur majalan Prosa.

Ia pun aktif menulia karya-karya seperti cerpen, novel, puisi, terjemahan, saduran dan esai pada decade 1950 hingga 1960-an.(2)

Karyanya banyak yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, dimuat dalam bunga rampai atau terbit sebagai buku, a.l. dalam bahasa Belanda, Cina, Inggris, Jepang, Perands, Kroatia, Rusia, dll.

Pada umur 12 tahun, saat masih duduk di bangku kelas VI Sekolah Rakyat, tulisan Ajip telah dimuat dalam ruang anak-anak pada harian Indonesia Raya.

Sejak SMP Ajip sudah menekuni dunia penulisan dan penerbitan.

Ia menerbitkan dan menjadi editor serta pemimpin majalah Suluh Pelajar (1953-1955).

Pada tahun 1965-1967 ia menjadi Pemimpin redaksi Mingguan Sunda; Pemimpin redaksi majalah kebudayaan Budaya Jaya (1968-1979); Pendiri penerbit Pustaka Jaya (1971).

Mendirikan dan memimpin Proyek Penelitian Pantun dan Folklor Sunda (PPP-FS) yang banyak merekam Carita Pantun dan mempublikasikannya (1970-1973).

Menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta (1972-1981).(1)

Selain itu berkat kemampuannya, dia dipercaya mengajar di Dakultas Sastra Universitas Padjajaran pada 1967-1970.

Tak hanya itu, Ajip juga berhasil menjadi guru besar tamu di Osaka Gaikokugo Daigaku, Jepang.

Dirinya juga mengajar di Tenri Daigaku (1982-1994) dan Kyoto Sangyo Daigaku (1982-1996).

Pada Januari 2011, Ajip berhasil meraih gelar Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Budaya di Fakultas Sastra Universitas Padjajaran.

Sejak dulu, Ajip juga sudah berpengalaman dengan dunia penerbitan.

Setelah menerbitkan majalah Suluh Pelajar, dirinya kembali mendirikan dan memimpin redaksi serta penerbit.

Di antaranya adalah redaksi Mingguan Sunda, redaksi Budaya Jaya, penerbit Pustaka Jaya, penerbit Kiwari, Cupumanik, dan lainnya.(3)

Baca: Sapardi Djoko Damono

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Ajip Rosidi, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/11/2017). (KOMPAS.com/JESSI CARINA)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Ajip Rosidi, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/11/2017). (KOMPAS.com/JESSI CARINA) (KOMPAS.com/JESSI CARINA)

  • Meninggal dunia


Ajip Rosidi meninggal dunia pada 29 Juli 2020 di usianya 82 tahun.

Sebelum meninggal dunia, suami dari aktris senior Nani Wijaya ini sempat menjalani operasi di RSUD Tidar Kota Magelang.

Ajip Rosidi harus dioperasi karena pendarahan di otak setelah terjatuh di rumah anaknya di Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.(4)

  • Karya


Berikut karya-karya Ajip Rosidi:

  • Ajip juga menulis drama, cerita rakyat, cerita wayang, bacaan anak-anak, lelucon, dan memoar serta menjadi penyunting beberapa bunga rampai.(5)

  • Penghargaan


Berikut penghargaan yang pernah diterima oleh Ajip Rosidi:

  • Hadiah Sastera Nasional 1955-1956 untuk puisi (diberikan tahun 1957) dan 1957-1958 untuk prosa (diberikan tahun 1960).
  • Hadiah Seni dari Pemerintah RI 1993.
  • Kun Santo Zui Ho Sho ("Bintang Jasa Khazanah Suci, Sinar Emas dengan Selempang Leher") dari pemerintah Jepang sebagai penghargaan atas jasa-jasanya yang dinilai sangat bermanfaat bagi hubungan Indonesia-Jepang 1999
  • Anugerah Hamengku Buwono IX 2008 untuk berbagai sumbangan positifnya bagi masyarakat Indonesia di bidang sastera dan budaya.
  • Doktor Honoris Causa (HC) untuk program studi Budaya Fakultas Sastra dari Universitas Padjadjaran.(5)

(Tribunnewswiki.com/SO)



Nama Dr. (HC). Ajip Rosidi
Lahir 31 Januari 1938 Jatiwangi, Majalengka
Meninggal 29 Juli 2020 (umur 82 tahun) Kota Magelang
Karier Sastrawan, Sastrawan Sunda, Budayawan, Dosen, Redaktur
Aliran sastra Cerpen, Puisi, Cerita Anak
Tema Sastra Indonesia, Sastra Sunda
Pasangan Fatimah Wirjadibrata (1955, 6 anak)
Nani Widjaja (2017)
Anak Nunun Nuki Aminten (1956)
Titi Surti Nastiti (1957)
Uga Perc├ęka (1959)
Nundang Rundagi (1961)
Rangin Sembada (1963)
Titis Nitiswari (1965).








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved