ColdZyme memperbaiki semua gejala penyakit termasuk sakit tenggorokan, sakit kepala, dan hidung tersumbat.
Meskipun secara keseluruhan mereka yang menggunakan obat mendapat efek yang lebih baik, mereka menggunakan obat lebih sering daripada kelompok uji ColdZyme.
Tak hanya itu, obat yang biasa digunakan juga tidak menghasilkan efek samping atau toksisitas berbahaya apa pun dalam tubuh inang.
"Selain itu, tidak ada sitotoksisitas yang terdeteksi untuk ColdZyme pada setiap pengenceran yang diuji. Studi ini dilakukan oleh perusahaan AS Microbac Laboratories Inc - laboratorium terakreditasi dan bersertifikat independen," tulis berita itu.
Baca: Ibu Menyusui Positif Covid-19, Mungkinkah Bisa Tularkan Virus Corona pada Bayi? Simak Penjelasannya
Kendati demikian, masih banyak hal-hal yang perlu dipertimbangkan.
Dalam rilis berita, Claus Egstrand, kepala operasi Enzymatica menjelaskan pentingnya penelitian ini.
"Bahkan jika hasil in vitro saat ini tidak dapat langsung diterjemahkan ke dalam kemanjuran klinis, sangat menarik bahwa ColdZyme dapat secara efektif menonaktifkan SARS -CoV-2 in vitro karena merupakan bukti prinsip yang dapat diambil lebih lanjut ke dalam studi klinis."
"Dengan demikian, hasilnya menunjukkan bahwa ColdZyme dapat menawarkan penghalang pelindung terhadap SARS-CoV-2. " ujar Claus Egstrand, kepala operasi Enzymatica mengatakan dalam rilis berita
Baca: Virus Corona Bisa Menular di Ruangan AC, Bioskop Disarankan Tak Dibuka Kembali pada 29 Juli 2020
(GridHealth/Levi Larassaty)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Farid)
Artikel ini telah tayang di GridHealth dengan judul: 98,3% Virus Corona di Rongga Mulut Musnah dengan Semprotan Mulut Asal Swedia, Benarkah?