Poseidon, Drone Bawah Laut Berhulu Ledak Nuklir Milik Rusia, Bisa Sebabkan Tsunami Puluhan Meter

Mengenal poseidon, senjata yang bisa membawa hulu ledak nuklir dua megaton dan sebabkan tsunami puluhan meter


zoom-inlihat foto
icmb-nuklir-titan-ii-yang-tidak-aktif-terlihat-di-sebuah-silo-di-museum-rudal-titan.jpg
Brendan SMIALOWSKI / AFP
(FOTO HANYA ILUSTRASI) Dalam foto ini, foto yang diambil pada 12 Mei 2015, ICMB nuklir Titan II yang tidak aktif terlihat di sebuah silo di Museum Rudal Titan pada 12 Mei 2015 di Green Valley, Arizona. Ilmuwan AS terkemuka meminta Presiden Donald Trump pada 16 Juli 2020, tidak melanjutkan uji coba senjata nuklir, dengan mengatakan tes semacam itu akan meningkatkan risiko perang nuklir. Dalam sebuah surat yang diterbitkan pada peringatan 75 tahun uji bom atom pertama di dunia pada tahun 1945, sekitar 70 ilmuwan, termasuk setengah lusin penerima Hadiah Nobel, mempertanyakan kemungkinan rencana administrasi Trump untuk mengakhiri moratorium pengujian selama 28 tahun.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Amerika Serikat tak bergeming melihat dua senjata berhulu ledak nuklir milik Rusia.

Dua senjata yang dimaksud adalah rudal jelajah Burevestnik dan drone bawah laut Poseidon.

Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat (AS) untuk Kontrol Senjata, mengatakan Rusia harus berhenti mengembangkan rudal jelajah yang bertenaga dan berhulu ledak nuklir, seperti diberitakan Kontan dari The Moscow Times, Selasa (21/7/2020).

Sementara Billingslea AS, dalam kicauan Twitter, melihat Burevestnik dan Poseidon sebagai "konsep mengerikan."

Karenanya, Billingslea meminta Rusia untuk menangguhkan pengembangan dua senjata itu.

Namun Rusia tampaknya tak terlalu peduli.

ILUSTRASI Kapal Selam
ILUSTRASI Kapal Selam (TRIBUNNEWS/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)


Baca: Kepada Rusia, China Sebut AS Telah Kehilangan Akal Sehat dan Kredibilitasnya

Musim gugur mendatang, yang jatuh sekitar September, Rusia akan menguji Poseidon di perairan Kutub Utara.

Drone bawah laut bertenaga nuklir itu akan diluncurkan dari kapal selam Belgorod.

Tak salah jika Amerika menganggap senjata ini mengerikan.

Drone berbentuk torpedo milik Rusia itu mampu membawa hulu ledak nuklir hingga dua megaton.

Karenanya ada analis senjata yang menyebutnya sebagai 'Senjata Nuklir Hari Kiamat'.

Daya jelajah Poseidon bisa menjangkau 10.000 kilometer.

Artinya, jika senjata itu meluncur dari Laut Barents atau perairan lain di Kutub Utara, drone bawah air tersebut bisa melintasi Atlantik Utara.

(FOTO HANYA ILUSTRASI) Dalam foto ini, foto yang diambil pada 12 Mei 2015, ICMB nuklir Titan II yang tidak aktif terlihat di sebuah silo di Museum Rudal Titan pada 12 Mei 2015 di Green Valley, Arizona. Ilmuwan AS terkemuka meminta Presiden Donald Trump pada 16 Juli 2020, tidak melanjutkan uji coba senjata nuklir, dengan mengatakan tes semacam itu akan meningkatkan risiko perang nuklir. Dalam sebuah surat yang diterbitkan pada peringatan 75 tahun uji bom atom pertama di dunia pada tahun 1945, sekitar 70 ilmuwan, termasuk setengah lusin penerima Hadiah Nobel, mempertanyakan kemungkinan rencana administrasi Trump untuk mengakhiri moratorium pengujian selama 28 tahun.
(FOTO HANYA ILUSTRASI) Dalam foto ini, foto yang diambil pada 12 Mei 2015, ICMB nuklir Titan II yang tidak aktif terlihat di sebuah silo di Museum Rudal Titan pada 12 Mei 2015 di Green Valley, Arizona. Ilmuwan AS terkemuka meminta Presiden Donald Trump pada 16 Juli 2020, tidak melanjutkan uji coba senjata nuklir, dengan mengatakan tes semacam itu akan meningkatkan risiko perang nuklir. Dalam sebuah surat yang diterbitkan pada peringatan 75 tahun uji bom atom pertama di dunia pada tahun 1945, sekitar 70 ilmuwan, termasuk setengah lusin penerima Hadiah Nobel, mempertanyakan kemungkinan rencana administrasi Trump untuk mengakhiri moratorium pengujian selama 28 tahun. (Brendan SMIALOWSKI / AFP)


Baca: Persempit Ruang Gerak Militer China, AS Ingin Tempatkan Marinir Bersenjata Rudal di Jepang

Jika diledakkan di lepas pantai timur Amerika Serikat (AS), hulu ledak nuklir yang dibawa bisa menciptakan gelombang tsunami setinggi puluhan meter.

Belum lagi ditambah kerusakan yang diakibatkan ledakan nuklir itu sendiri.

Sebelumnya, keberadaan Poseidon dikonfirmasi langsung oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Maret 2019.

Senjata ini hanya satu di antara enam senjata nuklir strategis yang dikembangkan Rusia.

Putin mengungkapkan, Poseidon dilengkapi dengan muatan konvensional dan nuklir serta bisa menghancurkan fasilitas infrastruktur musuh, kapal induk, dan target lainnya.

ILUSTRASI - Presiden China, Xi Jinping dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
ILUSTRASI - Presiden China, Xi Jinping dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. (AFP)


Baca: Di Tengah Konflik dengan AS dan India, Xi Jinping Jalin Kesepakatan dengan Vladimir Putin

Bahkan pada Juli, tahun yang sama, Departemen Pertahanan Rusia merilis sebuah video yang menunjukkan fasilitas perakitan drone Poseidon.

Sebuah film animasi juga dirilis.

Film itu menunjukkan bagaimana drone Poseidon digunakan dalam situasi perang yang sesungguhnya.

“Drone memiliki beberapa keunggulan. Kapal selam dengan awak di atas kapal, tentu saja, adalah senjata yang kuat, tetapi ada batasan tertentu pada faktor manusia," kata mantan Kolonel Direktorat Intelijen Utama (GRU) Rusia Alexander Zhilin.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Malam 3 Yasinan

    Malam 3 Yasinan adalah sebuah film horor Indonesia
  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved