TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepala Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, mengatakan para pemimpin perempuan bekerja lebih baik dibandingkan laki-laki dalam hal penanganan krisis virus corona.
Lagarde memuji mereka atas komunikasinya yang jujur dan dan kepeduliannya.
Dilansir dari The Guardian (23/7/2020), perbedaan dalam kebijakan dan komunikasi di negara-negara yang dipimpin para perempuan "cukup menakjubkan", kata dia dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post.
"Saya akan menjadi sangat bias. Saya tidak akan menjadi bankir sentral saat ini, tetapi saya akan mengatakannya untuk diri sendiri, saya telah mengetahui perempuan cenderung bekerja lebih baik," kata dia, dikutip dari The Guardian.
Dalam pujian itu, Lagarde memberi penekanan khusus pada kanselir Jerman, Angela Merkel.
Dia menyebut pendekatan berdasarkan sains yang dilakukan Merkel sebagai contoh bagaimana penjelasan yang "sangat jujur dan transparan" mengenai data virus corona dan angka infeksi membantu anggota masyarakat memahami alasan mengapa masker, pembatasan sosial, dan karantina diperlukan.
Baca: 7 Pemimpin Wanita ini Sukses Tekan Penyebaran Covid-19 di Negaranya, Tegas Terapkan Peraturan!
Baca: Dikenal Keras Kepala, Donald Trump Akhirnya Luluh: Saya Akan Pakai Masker dengan Senang Hati
"Ini menjadi semacam lingua franca (bahasa perhubungan) yang sangat cepat," kata dia
Dengan demikian, kata dia, orang-orang akan memahami dasar-dasar ilmiah itu.
Selain itu dia mengatakan para pemimpin perempuan di Taiwan, Belgia, dan Selandia Baru juga menyajikan berita jujur, penjelasan yang jelas, dan rekomendasi.
Dibandingkan tetangga-tetangga Eropanya, Jerman terlihat lebih baik dalam menangani krisis Covid-19.
Sementara itu, Taiwan dan Selandia Baru dianggap sebagai cerita sukses dalam melawan pandemi virus corona.
Sebaliknya, para pengamat mencatat para pemimpin laki-laki yang populis seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Brasil Bolsonaro, dan Perdana Menteri Boris Johnson mengalami kesusahan dalam mengatasi wabah di negara mereka.
Baca: Kanselir Jerman Angela Merkel Dikarantina, setelah Tau Dokternya Positif Terjangkit Corona
Mantan Menteri Keuangan Prancis itu mengatakan kepemimpinan adalah tentang menjadi bertanggung jawab dan dapat dimengerti.
Menurutnya, para pemimpin perempuan juga berhasil mengungkapkan kepeduliannya dengan baik.
"Ini juga tentang kepedulian ... saya pikir dimensi kepedulian adalah sesuatu yang (pemimpin perempuan itu) berhasil ungkapkan dengan baik," katanya
Baca: Meski Dinyatakan Aman, Vaksin Covid-19 Asal China Disebut Tetap Timbulkan Efek Samping
Donald Trump Dikabarkan Berupaya Memblok Dana Tes Covid-19
Sementara itu, di tengah lonjakan kasus infeksi virus corona, pemerintahan Trump berupaya memblok dana miliaran dolar yang digunakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit untuk pengetesan dan pelacakan kasus Covid-19, menurut laporan The Washington Post.