TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pembalap Italia Valentino mengatakan dirinya akan bergabung di tim satelit Petronas Yamaha pada MotoGP musim depan.
Bahkan, Valentino Rossi menyatakan sudah bernegosiasi dan yakin 99 persen bakal membalap di tim satelit tersebut.
Meski demikian, juara dunia tujuh kali itu belum mengetahui kapan dirinya akan menandatangani kontraknya dengan Petronas Yamaha.
Rossi menyebut masih ada satu masalah yang membuat penandatanganan kontrak ini tertunda.
Satu masalah itu adalah siapa saja kru yang akan ikut dengan Rossi dari Monster Energy Yamaha ke Petronas Yamaha SRT.
Rossi menilai masalah itu masih menggantung karena hingga saat ini Fabio Qurtararo belum membuat keputusan.
Fabio Quartararo adalah pebalap yang akan menggantikan Rossi di Monster Energy Yamaha musim depan. Sebelum pindah, Quartararo masih akan memperkuat Petronas Yamaha SRT musim ini.
Meski masih harus menunggu keputusan Quartararo, Rossi yakin dalam waktu dekat akan segera bergabung dengan Petronas Yamaha SRT.
Baca: Sang Adik Dibuang ke Tim Satelit, Duet Marc Marquez dan Alex Marquez Hanya Bertahan di MotoGP 2020
Baca: MotoGP 2020 akan Dimulai 19 Juli Nanti, seperti Apa Protokol Kesehatannya?
"Saya tidak tahu kapan akan menandatangani kontrak. Kami tidak terburu-buru. Faktanya, saya dan Petronas Yamaha SRT sudah sepakat. Namun, kontrak masih belum siap karena kami harus membangun tim," kata Rossi dikutip dari Tuttomotoriweb, Jumat (17/7/2020).
"Saya saat ini sudah tidak punya lagi daya tawar untuk memengaruhi keputusan. Namun, saya yakin masalah ini akan selesai bulan depan," ujar Rossi.
"Quartararo masih membutuhkan waktu untuk menentukan siapa yang akan dia ajak ke tim baru. Saya tentu ingin mengajak semua orang kepercayaan saya ke Petronas, tetapi kelihatannya itu tidak mungkin," ucap Rossi.
Terkait durasi kontrak, Rossi membenarkan rumor yang menyebut dirinya akan diikat Petronas Yamaha SRT untuk musim 2021 dengan opsi perpanjangan satu tahun.
Rossi menilai durasi kontrak itu adalah yang terbaik untuk kedua belah pihak mengingat usianya saat ini sudah menginjak 41 tahun.
"Hal terpenting saat ini adalah saya bisa terus melanjutkan karier. Semuanya sudah jelas. Saya akan tetap balapan pada musim 2021," ujar Rossi. "
Setelah itu, pada pertengahan 2021, saya akan berbicara lagi dengan Petronas dan Yamaha terkait musim 2022," ucap Rossi.
Baca: Ducati Mendekati Jorge Lorenzo untuk MotoGP 2021, X-Fuera Akan Kembali Membalap?
"Nasib saya untuk musim 2022 tentu akan sangat ditentukan oleh hasil MotoGP 2021," tutur pebalap asal Italia ini menambahkan.
Kini, Rossi tengah bersiap menyambut seri pertama MotoGP 2020 yang akan berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (19/7/2020).
Musim 2020 akan menjadi kali terakhir Rossi mengendarai motor tim pabrikan Yamaha yang telah memberinya empat gelar juara dunia MotoGP.
MotoGP 2020 akan Dimulai 19 Juli, seperti Apa Protokol Kesehatannya?
Setelah lama ditunda karena pandemi Covid-19, MotoGP 2020 akan dimulai pada 19 Juli mendatang
Seri pertama MotoGP 2020 akan berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, dan diputuskan digelar tanpa penonton.
Lalu, seperti apa protokol kesehatan yang dipakai dalam gelaran MotoGP 2020?
Dilansir dari Boxrepsol (10/7/2020), ada beberapa langkah-langkah pencegahan Covid-19 di arena balap MotoGP.
Dorna telah memberikan protokol keamanan dan kesehatan yang ketat untuk meminimalkan penularan di antara para staf di paddock.
Hal pertama yang disoroti adalah Dorna akan melakukan tes kepada semua staf terakreditasi, pembalap, mekanik, dan staff Dorna.
Mereka akan tetap diisolasi sampai balapan digelar.
Sebagai tambahan, area umum akan didisinfeksi setiap hari.
Untuk mengurangi risiko penularan dan memenuhi langkah-langkah keamanan, staf medis MotoGP akan memastikan semua staf menggunakan perlengkapan pelindung pribadi seperti masker dan sering mencuci tangan.
Baca: Ducati Mendekati Jorge Lorenzo untuk MotoGP 2021, X-Fuera Akan Kembali Membalap?
Baca: Dorna Sudah Merilis Jadwal MotoGP 2020, Seri Perdana Akan Digelar di Jerez Spanyol
Pembatasan jarak fisik atau physical distancing juga akan dipraktikkan di sirkuit layaknya di tempat lain.
Aturan pembatasan jarak ini mensyaratkan tim dibagi menjadi kelompok-kelompok, satu tiap pembalap, dan anggotanya tidak dapat bercampur dengan kelompok lain.
Selain itu, di seluruh paddock akan ada aplikasi smartphone untuk mengontrol check-up dan melacak orang yang berkontak dengan mereka.
Jumlah orang dalam satu tim dan staf teknis akan dibatasi.
Sebagai tambahan pengecekan sebelum tiap seri, check-up medis harian akan diberikan kepada semua personel untuk memverifikasi tidak adanya gejala.
Jika tiba-tiba ada orang yang bergejala Covid-19, dia akan dikirim ke area isolasi di pusat kesehatan.
Apabila dibutuhkan, pasien itu akan dikirim ke pusat kesehatan terdekat untuk pengetesan tambahan.
Jika hasilnya negatif, dia bisa kembali ke sirkuit, dan jika positif dia akan dikarantina.
Staf payung, podium, dan paddock
Semua yang terkait koordinasi dan protokol Grand Prix akan terpengaruh karena adanya situasi khusus dalam penyelenggaran balapan.
Dengan demikian, staf pembawa payung, personel podium, dan paddock juga akan memiliki beberpa tipe pembatasan atau modifikasi.
Baca: Seandainya Jadi Digelar Tanpa Penonton, MotoGP 2020 Tetap Bisa Raup Ratusan Miliar Rupiah
Baca: Menangkan MotoGP Terbanyak, Valentino Rossi: Aku Bukan yang Terhebat, tetapi Salah Satu yang Terbaik
Gadis payung akan dihapuskan dan posisinya digantikan oleh anggota tim pembalap itu.
Anggota tim ini akan bertugas memenuhi kebutuhan pembalap.
Mengenai protokol podium, pembalap akan kemluar dengan tropi yang sudah ada di tangannya.
Mereka akan mendapatkannya tepat sebelum acara seremonial dan ada jarak dua meter di antara tiga pembalap.
Semua personel di paddock harus menggunakan masker dan membuat jarak aman antara pengendara dan media/pers.
Track marshal, kecelakaan, dan Mobile Clinic
Track marshal dan personelnya akan menjalankan tugasnya seperti biasanya.
Namun, jika kecelakaan terjadi, mereka tidak dapat menyentuh pembalap dan hanya bisa membawa keluar motor dari trek.
Hanya staf medis yang boleh membantu pembalap dalam situasi tersebut.
Mobile Clinic akan mengetatkan jadwal dan layanan untuk mengindari kerumunan berlebihan.
Training dan aktivitas lain
Para pembalao akan bisa berolahraga, lari, berjalan, atau mengendarai speda di sirkuit seperti sebelumnya.
Namun, mereka sekarang harus melakukannya sendirian dan menjaga jarak dengan yang lainnya di trek.
Jika ada pertemuan yang harus dilakukan, mereka disarankan melakukannya menggunakan video conference.
Selain itu, tidak ada personel berwenang di paddock yang boleh meninggalkan tempat itu selam balapan berlangsung, kecuali pada penghujung hari ketika mereka akan menuju ke hotel.
Daftar pembalap MotoGP 2020
Melansir dari MotoGP.com, berikut daftar pembalap MotoGP 2020 :
1. Team Repsol Honda 2020
Marc Marquez (93-Spanyol) dan Alex Marquez (73-Spanyol)
2. Team Monster Energy Yamaha 2020
Valentino Rossi (46-Italia) dan Maverick Vinales (25-Spanyol)
3. Team Mission Winnow Ducati 2020
Andrea Dovizioso (04-Italia) dan Danilo Petruci (9-Italia)
4. Team Ecstar Suzuki Motogp 2020
Alex Rins (42-Spanyol) dan Joan Mir (36-Spanyol)
5. Team Petronas Sepang Racing Team (SRT) Yamaha 2020
Fabio Quartararo (20-Italia) dan Franco Morbidelli (21-Italia)
6. Team Aprilia Gresini Racing 2020
Aleix Espargaro (41-Spanyol) dan Andrea Iannone (29-Italia)
7. Team Red Bull KTM 2020
Brad Binder (33-Afrika Selatan) dan Pol Espargaro (44-Spanyol)
8. LCR Honda Team
Cal Crutchlow (35-Inggris) dan Takaaki Nakagami (30-Jepang)
9. Pramac Ducati
Fransesco Peco Bagnaia (63-Italia) Jack Miller (43-Australia)
10. Avintia Racing Team Ducati
Johann Zarco (5-Prancis) dan Tito Rabbat (53-Spanyol)
11. Tech3 KTM Racing Team
Miguel Oliveira (88-Portugal) dan Iker Lecuona (27-Spanyol)
(TribunnewsWiki/Tyo/Kompas/M. Hafidz Imaduddin)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "99 Persen Gabung Petronas, Mengapa Rossi Belum Teken Kontrak?"