Penumpang Kereta Api Kini Tak Perlu Bawa SIKM untuk Lakukan Perjalanan, Ini Syarat Penggantinya

Calon penumpang kereta api tidak perlu lagi membawa SIKM untuk melakukan perjalanan dan digantikan dengan mengisi Corona Likelihood Metric (CLM).


zoom-inlihat foto
penumpang-naik-kereta-api-di-stasiun-madiun.jpg
KOMPAS.COM/Humas PT KAI Daop 7 Madiun
Ilustrasi - Penumpang kereta api (KA) jarak jauh kini tidak perlu membawa SIKM.


Jumlah Calon Penumpang KA Jarak Jauh Naik

Dikutip dari TribunJakarta.com, Joni Martinus selaku VP Public Relation KAI, menyebut penumpang KA Jarak Jauh naik hingga 192 persen.

"Naik 192 persen dibanding rata-rata volume harian di bulan juni sebanyak 2.223 pelanggan per hari," kata Joni, dalam keterangan resminya, Kamis (16/7/2020).

"Kenaikan tersebut ditunjang dengan bertambahnya perjalanan KA yang dioperasikan," lanjutnya.

Baca: Panduan Bagi Masyarakat saat Naik Kereta Api dari KAI ketika New Normal Mulai Diberlakukan

Oleh sebab itu, Joni mengatakan bahwa pihaknya akan menambah armada keberangkatan KA Jarak Jauh secara bertahap.

“KAI terus menambah jumlah perjalanan kereta api secara berkala," ucap Joni.

Menyoal pemesanan tiket KA, kata Joni, dijual mulai tujuh hari sebelum jadwal keberangkatan (H-7).

"Tiket kereta api dijual mulai H-7 di aplikasi KAI Access, web KAI, dan mitra penjualan resmi KAI lainnya," tutur Joni.

"Untuk penjualan tiket di loket stasiun hanya dilayani tiga jam sebelum jadwal keberangkatan," tutupnya.

(Tribunnewswiki/Afitria) (Kompas.com/Rindi Nuris Velarosdela/Wartakotalive.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul SIKM Tak Berguna Lagi, Penumpang KA Jarak Jauh Naik 192 Persen





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved