TRIBUNNEWSWIKI.COM - Empat orang remaja dilaporkan mengeroyok ibu hamil dan balitanya.
Tindakan kekerasan tersebut diunggah dalam sebuah video yang sontak viral di media sosial.
Diketahui pengeroyokan terjadi di Brooklyn, Illinois, Amerika Serikat, Selasa (14/7/2020).
Dalam video terlihat ketiga remaja perempuan memukul tubuh ibu tersebut, mendorong, dan menarik rambutnya.
Sementara seorang remaja laki-laki terlihat ikut mengeroyok sembari menendang kepala balita sang ibu, sehingga membuatnya terjatuh.
Terdengar balita tersebut menangis dan menjerit saat ibunya dikeroyok hingga jatuh ke tanah.
Baca: Suami Bacok Istri dan 4 Warga Hanya karena Telat Bawa Makanan, Akhirnya Tewas Dikeroyok Massa
Saat korban jatuh ke tanah, ia terlihat berusaha jalan ke teras rumahnya.
Namun, pemuda lelaki menendang punggungnya hingga terbentur kusen pintu.
Para penyerang dan korban dalam insiden ini belum diidentifikasi.
Sampai berita ini diturunkan, alasan pengeroyokan juga belum diketahui.
Pihak berwajib masih berusaha menyelidiki kasus ini, dilansir Daily Mail, Selasa (14/7/2020).
Baca: VIRAL, Tak Terima Dibangunkan Sahur, Segerombol Pemuda di Palembang Keroyok Remaja Masjid
Ramai di Medsos
Rekaman pengeroyokan tersebut kemudian menjadi viral di media sosial.
Diketahui sebuah akun yang mengaku sebagai ibu dari remaja laki-laki tersebut berkomentar.
Ia terlihat membela putranya dengan menulis, "Dia (anakku) tidak mencoba menendang bayi itu, ia mencoba melompati bayi itu, tetapi keliru/ Anak saya bukanlah orang yang menendang bayi, ada sebuah kecelakaan".
Rekaman video tersebut memicu kemarahan di media sosial.
Para pengguna medsos menuntut keadilan bagi korban.
"Cara balita itu memegangi kaki ibunya dan kemudian dia (remaja laki-laki) itu menendang bayi, kalian semua benar-benar gila," tulis seorang pengguna Twitter.
“Dia menendang bayi itu dengan sengaja. Lihat seberapa jauh dia dari ibu ketika tendangannya mendarat. Tidak mungkin sang ibu adalah target yang dituju," salah satu pengguna Twitter ikut berkomentar.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)