Impian Riri Riza dan Mira Lesmana untuk Masa Depan Sumba setelah Garap Film Humba Dreams

Humba Dreams, sebuah film dedikasi Riri Riza dan Mira Lesmana yang begitu mencintai daerah Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).


zoom-inlihat foto
riri-riza-dan-mira-lesmana-di-virtual-press-conference-humba-dreams-media-event-jumat-1072020.jpg
Netflix Indonesia
Riri Riza dan Mira Lesmana di Virtual Press Conference Humba Dreams Media Event, Jumat (10/7/2020)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Humba Dreams, film karya sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana sudah dapat disaksikan di Netflix pada Kamis (9/7/2020).

Humba Dreams, sebuah film dedikasi Riri Riza dan Mira Lesmana yang begitu mencintai daerah Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Film ini sendiri, menampilkan begitu banyak keindahan dan juga menyoroti masalah atau isu sosial yang terjadi di Sumba.

Isu sosial dan dinamika komunitas Sumba itu sangat kompleks seperti kesulitan perekonomian, konsumenrisme, kesenjangan infrastruktur, buruh migran perempuan, dan juga kepercayaan Marapu di Sumba.

Baca: Humba Dreams, Tampilkan Keindahan Alam dan Kompleksnya Isu Sosial di Sumba, Sudah Tayang di Netflix

Baca: FILM - Humba Dreams (2019)

Oleh karena itu, melalui film ini Riri Riza dan Mira Lesmana pun ingin sekali membangun awareness kepada masyarakat luas tentang permasalahan-permasalahan yang terjadi di wilayah Timur Indonesia ini.

Setelah menggarap film ini, Riri Riza dan Mira Lesmana pun memiliki impian dan harapan yang besar untuk kemajuan Sumba di masa depan.

Hal ini diungkapkan keduanya melalui Virtual Press Conference Humba Dreams Media Event pada Jumat (10/7/2020).

Riri Riza mengakui sangat memiliki hubungan yang erat dengan Sumba yang sangat luas.

Riri Riza menilai potensi yang bisa dikembangkan di Sumba ini adalah sektor pariwisata.

"Potensi paling besar mudah-mudahan adalah pariwisata, dan pariwisata yang sifatnya eco-tourism atau culture of tourism mudah-mudahan pemerintah, baik pemerintah di daerahnya maupun di pusat bisa lebih peka melihat ini," ujar Riri.

Menurutnya, orang-orang di Sumba punya caranya sendiri untuk mengembangkan budayanya agar tetap berjalan dengan baik.

Riri juga berharap budaya Marapu di Sumba tetap lestari di sana.

"Saya harap budaya Marapu tetap hidup di sana, jangan sampai budaya Marapu ditafsirkan dan ingin diseragamkan dengan budaya-budaya besar yang sudah ada," tambahnya.

Menurutnya, budaya Marapu itu akan menjadi kekuatan bagi Sumba sampai kapanpun.

Riri Riza juga berharap lingkungan di Sumba tetap terjaga dan juga industri semakin mendekat ke wilayah ini.

"(Semoga) industri semakin mendekat, karena kami sudah mendengar nama-nama perusahaan besar yang masuk ke Sumba untuk mengembangkan agrikultur di sana, tentu saja baik untuk masyarakat. Semoga semua tetap terjaga, Marapu dan tanah itu," ungkapnya.

Sependapat dengan Riri Riza, Mira Lesmana berharap jika Sumba nantinya semakin berkembang dan dikenal orang, hal itu dibersamai dengan rasa cinta terhadap Sumba oleh masyarakat aslinya sendiri.

"Banyak persoalan yang kompleks di Timur Indonesia, dan harapan kami sebenarnya perhatian yang diberikan itu bisa tinggi, sama tingginya, kita harus merata," ujar Mira Lesmana.

"Bisa dibilang, mengapa selama 7 tahun ini saya dan Riri sangat fokus kalau ada kesempatan untuk membuat cerita, membuat kolaborasi, membuat workshop untuk Indonesia Timur, menurut kami mereka sangat butuh interaksi dan perhatian,"

"Dan semoga dalam waktu dekat kami bisa membuat workshop film untuk anak-anak muda di Sumba, sehingga mereka bisa bercerita tentang cerita-cerita mereka sendiri melalui kacamata mereka, tidak melalui kacamata kami yang datang dari tempat lain dan mencoba mengenali Sumba lebih jauh," tambahnya.

Mira Lesmana berharap ke depannya dapat melihat film yang dibuat oleh orang-orang Sumba itu sendiri.

Kecintaan Riri Riza dan Mira Lesmana terhadap Sumba semakin mendalam ketika munculnya ide film Humba Dreams yang disketsa Riri Riza saat bersama Miles Films yang sedang syuting film Pendekar Tongkat Emas di Sumba pada tahun 2014.

Saat itu Riri Riza sering menghabiskan waktu istirahat untuk berkeliling kota Waingapu, Sumba dengan berjalan-jalan ke pasar, nongkrong di warung kopi, berbincang dengan orang-orang sekitar, menikmati budaya dan alam Waingapu.

Saat itulah Riri Riza mulai membayangkan suatu hari ia harus membuat film tentang Sumba yang berbicara tentag persoalan-persoalannya kini.

Berlanjutlah ke proses riset yang harus memiliki kepekaan dan perhitungan yang sangat baik untuk mendapatkan pemahaman yang lengkap tentang apa yang sebenarnya terjdi di Sumba.

Riri Riza bersama Miles Films pun melakukan riset ke beberapa LSM di sana untuk mencari tahu apa persoalan yang paling banyak muncul di sana.

Dari sekian banyak hasil temuan, akhirnya diputuskan untuk mengangkat persoalan buruh migran.

Diketahui, banyak sekali masyarakat Sumba yang menjadi buruh migran dengan dokumen yang tidak lengkap karena mereka menganut agama yang tidak diakui oleh negara.

Ketidaklengkapan dokumen inilah yang membuat mereka jadu mudah dimanipulasi atau diselundupkan.

Namun, isu ini butuh diendapkan dengan waktu yang cukup lama.

Proses pengembangan ceritanya sempat tertunda ketika Miles Films sedang sibuk memproduksi dua film lainnya yaitu Athirah dan Ada Apa Dengan Cinta 2.

Setelah itu barulah mereka memiliki waktu untuk melanjutkan pengembangan cerita dan mengajukannya ke beberapa pihak termasuk Busan International Film Festival.

Pada 2017, ide cerita Humba Dreams memenangkan CJ Entertainment Awards di Asian Project Market (APM) Busan International Film Festival dan mulai melakukan syuting pada tahun 2017.

Baca: Riri Riza

Baca: Mira Lesmana

Proses editing sempat tertunda karena Miles Films memproduksi film Kulari Ke Pantai.

Selain itu, editing untuk film ini juga sesuatu yang menantang karena bagi Riri Riza, cerita Humba Dreams memiliki kemungkinan yang cukup luas dan ia harus dapat mencari bentuk yang paling diyakini untuk dapat menceritakan kisah Humba ini.

Humba Dreams akhirnya rampung tahun 2019 dan ditayangkan di World Premiere di Shanghai International Film Festival.

(Tribunnewswiki.com/Natalia Bulan R P)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Red CobeX (2010)

    Red CobeX adalah sebuah film komedi Indonesia yang
  • Film - Utusan Iblis (2025)

    Utusan Iblis adalah sebuah film horor Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved