China Peringatkan Munculnya Pneumonia 'Misterius' di Kazakhstan: Lebih Mematikan daripada Covid-19!

China ingatkan warganya tentang munculnya 'pneumonia yang tidak diketahui' di Kazakhstan


zoom-inlihat foto
virus-corona-korea-selatan-2222.jpg
YONHAP / AFP
ILUSTRASI Pneumonia mematikan di Kazakhstan --- Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kedutaan Besar China di Kazakhstan telah memperingatkan warganya tentang munculnya 'pneumonia yang tidak diketahui' atau misterius.

Namun, China menyebut pneumonia ini mematikan.

Kazakhstan telah melaporkan lonjakan kasus sejak Juni, seperti diberitakan Kontan, Jumat (10/7/2020).

“Tingkat kematian dari penyakit ini jauh lebih tinggi daripada virus corona baru. Departemen kesehatan negara itu sedang melakukan penelitian komparatif terhadap virus pneumonia, tetapi belum mengidentifikasi virusnya," kata kedutaan itu dalam sebuah peringatan kepada warga China di negara itu seperti yang dilansir South China Morning Post.

Kedutaan besar China menggambarkan penyakit itu sebagai "pneumonia yang tidak diketahui", sedangkan pejabat dan media Kazakhstan hanya mengatakan itu adalah pneumonia.

Foto: ilustrasi pneumonia. Kedutaan besar Cina di Kazakhstan melaporkan adanya kasus
Foto: ilustrasi pneumonia. Kedutaan besar Cina di Kazakhstan melaporkan adanya kasus "pneumonia misterius" yang lebih mematikan daripada Covid-19. (Tribunnews)

Baca: Waspada, Penyebaran Partikel Aerosol Virus Corona Mirip Asap Rokok: Makin Dekat Sumber, Makin Bahaya

Tidak jelas mengapa kedutaan besar Tiongkok menggambarkan penyakit itu sebagai "tidak diketahui" atau informasi apa tentang pneumonia.

Situs web kedutaan, mengutip laporan media lokal, mengatakan provinsi Atyrau, Aktobe dan kota Shymkent telah melaporkan lonjakan yang signifikan dalam kasus pneumonia sejak pertengahan Juni.

Shymkent dan ibu kota Atyrau terpisah sejauh 1.500 km (930 mil), sementara jarak antara ibu kota Atyrau dan Aktobe adalah 330 km (205 mil).

Kedutaan China mengatakan bahwa sejauh ini ada hampir 500 kasus pneumonia di tiga tempat, dengan lebih dari 30 orang dalam kondisi kritis.

Kazakhstan secara keseluruhan menyaksikan 1.772 kematian akibat pneumonia pada bagian pertama tahun ini, 628 di antaranya terjadi pada Juni, termasuk beberapa di antaranya adalah warga negara China.

Ilustrasi penderita radang paru-paru atau pneumonia, Semarang, Sabtu (29/8/2015).
Ilustrasi penderita radang paru-paru atau pneumonia, Semarang, Sabtu (29/8/2015). (TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Baca: Tak Main-main, China Eksekusi Mati Pemuda Pelaku Pembunuhan 2 Petugas saat Lockdown Covid-19





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved