Shin Tae-yong Tak Kunjung Pulang, Nasib Timnas Menggantung, Indra Sjafri: Insya Allah Juli Latihan

Direktur teknik Indra Sjafri mengungkapkan rencana pemusatan latihan timnas Garuda digelar bulan Juli, meski belum ada kepastian dari Shin Tae-yong.


zoom-inlihat foto
is-dan-sty.jpg
dokumen PSSI
Indra Sjafri dan Shin Tae-yong, hubungan tak harmonis.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Konflik di tubuh PSSI memang perlahan sudah mereda.

Saat ini hubungan antara pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong dengan PSSI atau pun direktur teknik, Indra Sjafri dikabarkan sudah membaik.

Meski begitu, Shin Tae-yong saat ini belum kembali ke Indonesia.

Alasan Covid-19 dan silang pendapat antara PSSI dan Shin Tae-yong terkait gelaran dimana tempat latihan timnas berlangsung masih belum menemui titik terang.

Begitu juga dengan direktur teknik timnas indonesia, Indra Sjafri mengatakan bahwa ia tidak tahu kapan manajer dan pelatih timnas Indonesia itu datang ke tanah air.

Shin Tae-yong dan beberapa ofisial pelatih lainnya masih berada di Korea Selatan.

Baca: Sebelum Timnas Indonesia ke Korsel, PSSI Ngotot Shin Tae-yong Harus Pulang ke Indonesia

Baca: Yeyen Tumena Menuduh Shin Te-yong Lengserkan Danurwindo sebagai Direktur Teknik, PSSI Beri Pembelaan

Mereka kembali negeri Ginseng tersebut sejak 3 April 2020, dengan alasan keamanan dan kesehatan terkait penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

PSSI pun sudah meminta agar Shin Tae-yong bisa segera datang ke Indonesia pada pertengahan Juli 2020.

Sebelumnya Shin Tae-yong sudah memberikan roadmap pemusatan latihan timnas U-19 Indonesia.

Namun, mantan pelatih timnas Korea Selatan itu masih tetap ingin timnas U-19 Indonesia melakukan pemusatan latihan di Korea Selatan sebagai persiapan Piala Asia U-19 2020.

Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong. (Tribunnews.com)

PSSI disebut bersiap akan mengakomodir keinginan Shin Tae-yong.

Meski begitu, eks pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu terlebih dahulu harus datang ke Indonesia.

Sebab, roadmap Shin Tae-yong yang dikirimkan ke PSSI masih belum lengkap.

Terutama membahas roadmap timnas Indonesia senior yang akan berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala AFF 2020.

"Saya tidak tahu, nanti tunggu saja," kata Indra Sjafri saat ditanya kehadiran Shin Tae-yong ke Indonesia.

Lebih lanjut Indra Sjafri juga belum bisa memastikan kapan pemusatan latihan timnas Indonesia senior digelar.

Saat ditanya apakah timnas Indonesia senior yang memimpin Indra Sjafri, eks pelatih Bali United itu bungkam.

"Tunggu, kami mantapkan rencananya setelah itu kami proses," kata Indra Sjafri.

"Insya Alllah," ucap pelatih asal Sumatera Barat itu saat ditanya apakah pemusatan latihan timnas Indonesia senior digelar bulan Juli.

Mantan pelatih timnas U-23 Indonesia itu membenarkan bahwa Shin Tae-yong sudah mengirimkan roadmap ke PSSI.

Namun demikian, Indra Sjafri enggan membuka salah satu roadmap yang dikirimkan Shin Tae-yong.

"Roadmap sudah dikirimkan, tunggu saja," ucap Indra Sjafri.

Kronologi Shin Tae-yong vs Indra Sjafri

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri beberapa waktu lalu sempat buka suara terkait kritik yang dilayangkan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, kepadanya.

Baru-baru ini, kepada media Korea Selatan, Shin Tae-yong menyebut Indra Sjafri sosok yang indisipliner.

Shin mengatakan, Indra Sjafri pulang lebih dulu tanpa izin dari pemusatan latihan timnas U19 Indonesia.

Padahal, posisi Indra Sjafri saat itu masih sebagai asisten pelatih Shin Tae-yong, belum menjadi Direktur Teknik.

Indra Sjari pun menjelaskan secara rinci kronologi masuknya dirinya di dalam tim kepelatihan timnas.

Baca: Pelatih Timnas Shin Tae-yong Kecewa Sikap PSSI Berubah: Tolong Kerja samanya, Pelatih Bukan Pesulap

Baca: Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Ungkap Kekecewaannya ke PSSI dan Sentil Peran Indra Sjafri

Pelatih baru PSSI asal Korea Selatan Shin Tae Yong saat ditemui usai penandatanganan kontrak kerja di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/12/2019).
Pelatih baru PSSI asal Korea Selatan Shin Tae Yong saat ditemui usai penandatanganan kontrak kerja di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/12/2019). (Tribunnews)

Pada Desember 2019, Indra bertemu Shin Tae-yong di Hotel Mulia, Jakarta.

Pasca SEA Games di Manila, Indra Sjafri diminta PSSI mendampingi Shin, karena memang dalam kontrak dipersyaratkan ada pelatih lokal di timnas, agar nantinya ada transformasi ilmu kepelatihan.

"Shin setuju saya menjadi salah satu bagian tim kepelatihan timnas."

"Bahkan saat saya meminta tambahan satu nama pelatih lokal lagi, yang kemudian saya rekomendasikan Nova Arianto, dia juga setuju," ucap Indra dalam press release PSSI.

Pada 28 Desember 2019, PSSI secara resmi memperkenalkan Shin Tae-yong sebagai pelatih timnas Indonesia, didampingi Indra Sjafri, bersamaan dengan perhelatan final Liga 1 Putri di Stadion Pakansari, Bogor.

Shin Tae-yong bersama Indra Sjafri, Nova Arianto, Gong Oh Kyun dan tiga pelatih lain dari Korsel kemudian memimpin pemusatan latihan timnas U19 di Cikarang, Jawa Barat, yang dimulai sejak 13 Januari 2020 dan diikuti 52 pemain.

"Selama waktu itu, tidak pernah satu detik pun saya tidak mendampingi timnas U-19."

"Semua kegiatan saya ikuti, berlatih bersama dan menyemangati para pemain," tutur Indra mengklaim.

Pada 1 Februari 2020, pesawat Thai Airways yang ditumpangi timnas mendarat di Bandara Soekarno Hatta, pukul 17.55 WIB.

Saat pulang dari Thailand itulah, Indra meminta izin kepada staf timnas untuk meninggalkan tim terlebih dahulu karena akan menghadiri resepsi pernikahan anak Rahmad Darmawan, koleganya sesama pelatih nasional.

Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, usai memimpin sesi latihan anak-anak asuhnya di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020).
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, usai memimpin sesi latihan anak-anak asuhnya di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020). (Muhammad Alif Aziz Mardiansyah/BolaSport.com)

Petang hari itu, putri sulung Rahmad, Febia Aldina Darmawan dipersunting oleh pemain PS Tira Persikabo, Herwin Tri Saputra, di Gedung Menara 165, Jakarta Selatan.

Indra sempat menunggu Shin Tae-yong menyelesaikan proses imigrasi.

Namun karena Shin tak kunjung keluar, Indra pun minta izin kepada dua staf timnas untuk pergi dulu menghadiri resepsi Coach RD, sapaan akrab pelatih Madura United itu.

"Bagi orang dengan adat ketimuran seperti kita, datang ke acara seperti ini sangat penting sebagai bagian menghormati undangan dari kolega atau sahabat yang sudah dianggap sebagai kerabat," ucap Indra.

Pada 3 Februari 2020 di Kantor PSSI, Shin memimpin rapat evaluasi TC timnas U19, termasuk menentukan nama-nama pemain untuk TC timnas senior pada bulan yang sama.

Kala itu, Indra sempat mendengar kabar bahwa Shin marah karena kepergiannya lebih awal pada Sabtu malam.

Merasa tak enak, Indra menyampaikan permohonan maaf kepada sang pelatih kepala.

"Saya meminta maaf langsung kepada Shin atas kejadian itu, yang diterjemahkan oleh Yoo Jae Hoon, mantan kiper Persipura yang menjadi salah satu ahli bahasanya," kata Indra.

Namun, saat rapat dimulai, Shin Tae-yong menegaskan bahwa Indra Sjafri tak boleh lagi ada di ruangan.

Nama Indra pun tak tercantum dalam susunan tim yang dipersiapkan untuk mengikuti pelatnas timnas senior di Jakarta.

"Shin minta saya keluar ruangan."

"Saya pun ikuti permintaannya."

"Saya ke luar ruangan dan merenung di sana," ujar pelatih yang mengantarkan timnas U19 juara Piala AFF 2013.

Indra menerima perlakuan Shin yang mengusirnya dari ruangan rapat Kantor PSSI, meski ia sudah minta maaf secara baik-baik.

Pelatih tim nasional U-23 Indonesia, Indra Sjafri, dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com di Jakarta, Selasa (5/3/2019).
Pelatih tim nasional U-23 Indonesia, Indra Sjafri, dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com di Jakarta, Selasa (5/3/2019). (Kompas.com)

"Jadi tidak benar kalau saya dikatakan tidak mendampingi dirinya sejak awal perkenalan di Hotel Mulia, lalu disebut mangkir dan juga tidak pernah meminta maaf. Bohong semua itu," kata Indra yang per 18 Februari 2020 diangkat menjadi Direktur Teknik PSSI.

Karena itu, Indra mengaku semakin heran saat 21 Februari 2020, timnas senior kalah 1-4 dalam uji coba melawan Persita Tangerang di Stadion Madya, Shin Tae-yong malah menyalahkan dirinya.

Shin mengatakan para pemain timnas senior bukan pilihannya, tapi merupakan pilihan Indra Sjafri.

"Bagaimana mungkin saya dibilang menjadi penentu pemilihan pemain, sementara saat rapat penentuan pemain saya sudah diusir keluar?” kata Indra.

Sebelum Shin mengungkapkan ceritanya kepada media Korea, Indra mengaku hubungannya baik-baik saja.

"Saya sampaikan bahwa 100 persen saya mendukung pekerjaannya di PSSI, termasuk mengusulkan agar pemain mendapatkan tambahan nutrisi dan vitamin saat program virtual training, tapi tiba-tiba dia membuat berita yang tidak perlu dan banyak bohongnya,” ungkap Indra.

Menurut pelatih kelahiran Sumatera Barat, 2 Februari 1963 ini, apa yang disampaikannya bukan semata mencari siapa yang benar atau salah.

"Kita harus tegaskan bagaimana duduk perkara sebenarnya."

"Agar publik tahu lengkap dan tidak sepotong-potong. Ini juga soal harga diri bangsa kita diperlakukan seperti ini," kata Indra.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Artikel ini sebagian tayang di Bolasport.com dengan judul Jawaban Tak Terduga Indra Sjafri Saat Ditanya Tentang Shin Tae-yong





Penulis: Haris Chaebar
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved