Gowes Pakai Baju Ketat, 10 Wanita di Banda Aceh Langsung Terima Sanksi hingga Dibina Ustadz

Menggunakan baju ketat saat bersepeda keliling Banda Aceh, 10 orang wanita terima sanksi.


zoom-inlihat foto
foto-kelompok-wanita-pesepeda-yang-menggunakan-baju-ketat.jpg
Tribunnewsmaker
Foto kelompok wanita pesepeda yang menggunakan baju ketat


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gara-gara memakai pakaian ketat saat bersepeda, 10 wanita di Banda Aceh tuai banyak kritikan.

Kejadian ini terjadi ketika 10 wanita tersebut gowes keliling Banda Aceh pada Minggu (5/7/2020).

Aksi mereka viral di media sosial hingga menimulkan kecaman dari warganet.

Diketahui 10 wanita ini memakai kaos seragam berwarna pink.

Baca: Jadwal dan Link Live Streaming Belajar dari Rumah TVRI Kamis 9 Juli 2020: Raksasa yang Kesepian

Baca: Donald Trump Tuduh Demokrat Ambil Keuntungan Politik dari Penutupan Sekolah selama Covid-19

Rupanya kaos seragam berwarna pink tersebut dianggap terlalu ketat dan juga tidak pantas.

Jika diperhatikan dengan seksama, ada beberapa wanita yang juga tidak mengenakan hijab.

Pesepeda di Banda Aceh
Pesepeda di Banda Aceh (TribunnewsMaker)

Hal ini membuat 10 wanita tersebut dianggap tidak menjalankan syariat islam yang ditegakkan di Banda Aceh

Selain menuai banyak kritikan, kelakuan 10 wanita berbaju pink ini ternyata membuat wali kota Banda Aceh Aminullah Usman geram.

Aminullah Usman meminta langsung kepada Satpol PP-WH agar mereka dicari.

“Kota ini menerapkan syariat Islam, setiap tamu yang datang harus menghargai dan menaati aturan yang ada di kota ini,” kata Aminullah yang dikutip Kompas.com.

Aminullah meminta Satpol PP WH untuk segera menangkap kelompok wanita yang bergowes ria keliling kota Banda Aceh pada Minggu (05/07/2020) itu untuk diberikan pembinaan.

“Satpol PP dan WH cari keberadaan mereka, panggil dan lakukan pembinaan,” tulis Aminullah.

Ilustrasi Pesepeda - Daftar 32 lokasi khusus pesepeda untuk pengganti CFD di Sudirman-Thamrin.
Ilustrasi Pesepeda - Daftar 32 lokasi khusus pesepeda untuk pengganti CFD di Sudirman-Thamrin. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Irwan, selaku Kabag Humas Pemko kota Banda Aceh mengonfirmasi jika kelompok wanita bersepeda itu tekah diamankan ke kantor Satpol PP-WH.

Tak hanya diamankan, 10 wanita yang menggenakan baju ketat ini juga diberi pembinaan.

“Tadi mereka sudah dimintai keterangan di Kantor Satpol PP WH, terkait kenapa mengenakan pakaian yang melanggar nilai syariat Islam, kemudian mereka juga diberikan pembinaan oleh ustaz,” kata Irwan saat dihubungi, Senin (06/07/2020).

Irwan menjelaskan, kelompok wanita pesepeda ini sudah diperbolehkan pulang setelah dimintai keterangan dan dilakukan pembinaan oleh ustadz.

Baca: Calon Mahasiswa Siap-siap, Pendaftaran Jalur Mandiri UTUL UGM Dibuka 15 Juli 2020, Ini Syaratnya

"Tadi sore (Senin) sudah dibolehkan kembali ke rumah masing-masing setelah dimintai keterangan dan pembinaan," lanjutnya.

Ketika diperiksa petugas satpol PP-Wh, 10 wanita pesepeda ini mengaku khilaf dalam mengenakan busana ketat saat bersepeda.

Masing-masing pesepeda telah meminta maaf melalui surat pernyataan dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya lagi.

“Tadi setelah mereka dibina dan membuat surat pernyataan minta maaf serta tidak mengulangi kembali perbutannya mereka sudah dibolehkan pulang kembali, tadi ada 10 orang mereka dibina termasuk ada yang datang orangnya tadi,” ujar Irwan.

"Kemudian nanti mereka bersedia mempublikasikan surat pernyataan itu di akun media social masing-masing, tadi juga ada kami videokan pernyataan mereka," lanjutnya. (Tribunnewswiki.com/Mel/Tribunnewsmaker.com)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved