Selama Pandemi Covid-19, Jawa Timur Gratiskan SPP SMA dan SMK Negeri, Swasta Diberi Potongan Biaya

Untuk biaya pendidikan SMA/SMK negeri, Jawa Timur menegaskan akan memberikan gratis biaya terhadap para siswa, terkhusus untuk pendaftar baru.


zoom-inlihat foto
khofifah-indar-parawansa-jatim.jpg
instagram/khofifah.ip
Daerah dengan status zona merah di Jawa Timur tersisa 7 Kota/Kabupaten, Madiun masuk zona hijau.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jawa Timur saat ini menjadi salah satu wilayah yang menjadi pusat perhatian.

Membludaknya pasien positif Covid-19 di Jawa Timur pun membuat perhatian pemerintah pusat tertuju ke provinsi tersebut dengan adanya kunjungan serta arahan langsung dari Presiden Jokowi.

Ditengah pandemi saat ini, Jawa Timur tetap bergegas untuk menyiapkan skema tahun pendidikan 2020/2021 di wilayahnya.

Berkaitan dengan ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) bagi seluruh siswa SMA/SMK Negeri di Jawa Timur tidak akan dipungut biaya alias gratis. 

Terlebih untuk pendaftar siswa baru, tidak akan dipungut biaya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo (Pemprov Jatim)

Khofifah pun meminta kepada SMA/SMK negeri di Jawa Timur untuk tidak melakukan pungutan kepada siswa.

Sehingga, selama pandemi Covid-19 ini biaya sekolah di SMA/SMk negeri di Jawa Timur di gratiskan.

Progam gratis biaya ini telah berjalan semenjakn 2019 lalu.

"Program SPP gratis ini sudah berjalan sejak 2019 lalu."

"Jadi sekolah tidak diperkenankan memungut rupiah sepeser pun dari siswa."

"Semua gratis, seluruh Jatim," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Selasa (7/7/2020).

Baca: Biaya Kuliah Resmi Dipotong oleh Mendikbud, Mahasiswa Semester Berapa Saja yang Dapat Keringanan?

Baca: Isu Reshuffle Kabinet, Tiga Menteri Dikabarkan Akan Diganti: Menkes, Menparekraf dan Mendikbud

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan alasan pengalihan mobil laboratorium PCR ke Kota Tulungagung dan Sidoarjo. Ia menyebutkan, kedua kota tersebut memang kekurangan perangkat test PCR.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan alasan pengalihan mobil laboratorium PCR ke Kota Tulungagung dan Sidoarjo. Ia menyebutkan, kedua kota tersebut memang kekurangan perangkat test PCR. (KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)

Khofifah mengatakan, pengganti SPP untuk SMA dan SMK Negeri di Jawa Timur dapat dioptimalkan dari penggunaan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) dan dana APBD Provinsi Jawa Timur dalam bentuk BPOPP (Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan) Tahun Anggaran 2020.

Sementara untuk SMA/SMK swasta, Pemprov hanya memberikan subsidi khusus, sehingga tidak akan digratiskan secara penuh.

"Lewat program gratis SPP ini, saya ingin meringankan beban masyarakat sekaligus meminimalisir jumlah anak putus sekolah di Jatim."

"InsyaAllah, jumlahnya tereduksi setiap tahunnya," tuturnya.

Khofifah menghimbau masyarakat agar melaporkan ke Dinas Pendidikan setempat jika menemui pelanggaran yang dilakukan sekolah terkait SPP tersebut.

Terkait proses belajar mengajar, Khofifah mengatakan rencananya kegiatan belajar mengajar di Jatim akan dimulai pada 13 Juli mendatang.

Semua proses belajar mengajar akan dilaksanakan secara daring (online). 

Baca: Tak Hanya Naikkan Iuran BPJS, Pemerintah Juga Berlakukan Pajak Game dan Belanja Online Mulai 1 Juli

Baca: Besok Terakhir Pendaftaran PPDB Online SMA DIY Jalur Afirmasi, Simak Ketentuannya Berikut Ini

Khofifah berharap seluruh insan pendidikan tetap menjaga optimisme dan semangat selama proses pendidikan meski harus dilakukan secara online. 

"Kita sama-sama terus berdoa agar situasi darurat Covid-19 ini bisa segera berlalu dan aktivitas belajar mengajar bisa berlangsung seperti sedia kala," imbuhnya.





Halaman
123
Penulis: Haris Chaebar
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved