TRIBUNNEWSWIKI.COM - Virus Corona telah membuat kegiatan belajar mengajar tengganggu secara signifikan.
Belajar dari rumah atau secara online pun menjadi salah satu hal yang harus dijalani oleh para pelajar/mahasiswa di Indonesia.
Dunia pendidikan di Indonesia pun kini mau tidak mau akan tetap melanjutkan agenda sesuai dengan jadwal ditentukan, meski tengah dilanda Covid-19.
Di level perguruan tinggi, kini telah sampai pada tahap Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN).
Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2020 atau UTBK-SBMPTN 2020 tahap I digelar mulai (5/7/2020) hari ini.
Jadwal UTBK-SBMPTN 2020 tahap I akan digelar hingga Selasa (14/7/2020) kedepan.
Kemudian dilanjutkan tahap II yang akan digelar pada 20 – 29 Juli 2020.
Terdapat dua sesi dalam pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2020:
- Sesi pertama mulai pukul 09.30 waktu setempat
- Sesi kedua pukul 14.30 waktu setempat.
Baca: Ingat, Batas Akhir Cetak Ulang Kartu UTBK-SBMPTN 2020 Tahap II Berakhir Besok Pukul 16.00 WIB
Baca: Besok Pelaksanaan UTBK 2020, Peserta Wajib Patuhi Protokol Kesehatan Sebelum hingga Sesudah Ujian
Sebelum mengikuti tes UTBK-SBMPTN 2020 di lokasi ujian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pelaksana maupun peserta.
Satu yang paling penting adalahh membawa dokumen-dokumen yang diperlukan.
Peserta tes UTBK-SBMPTN 2020 diwajibkan membawa tiga dokumen penting.
Melalui sosial media, akun Twitter LTMPT OFFICIAL menjelaskan apa saja dokumen yang wajib dibawa peserta UTBK-SBMPTN 2020. Tiga dokumen terdiri dari :
- Kartu Tanda Peserta UTBK- SBMPTN 2020 (terbaru)
- Fotokopi Ijazah bagi lulusan 2018 dan 2019 atau Surat Keterangan Lulus (SKL) bagi angkatan 2020
- Identitas diri lainnya seperti KTP atau SIM
Selain tiga dokumen diatas, para peserta UTBK-SBMPTN 2020 tidak perlu membawa dokumen lainnya.
Meski begitu karena keberadaan Covid-19, peserta tetap disarankan membawa alat tulis sendiri dan tentu hand sanitizer.
Mengutip laman Tribunnews.com berjudul Contoh Soal UTBK-SBMPTN 2020 Beserta Jawaban, Materi TPS Tentang Penalaran Umum, dianjurkan juga para peserta untuk membawa face shield dan sarung tangan; makanan dan minuman pribadi; obat pribadi; tisu basah/kering; dan perlengkapan ibadah pribadi. Protokol kesehatan pun tetap menjadi harga mati dalam UTBK-SBMPTN 2020 ini.
Selain itu, ketentuan lain yakni peserta diwajibkan memakai pakaian yang sopan dan rapi serta memakai sepatu saat pelaksanaan ujian.
Contoh Materi TPS UTBK-SBMPTN 2020 tentang Penalaran Umum :
Contoh soal dan jawaban berikut ini dikeluarkan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).
Terkait dengan adanya pandemi Covid-19, tes UTBK-SBMPTN 2020 hanya berupa TPS.
TPS mengukur kemampuan kognitif, yaitu kemampuan penalaran dan pemahaman umum yang penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi.
Kemampuan ini meliputi kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis.
Kemampuan Kuantitatif, lanjut LTMPT, akan mencakup pengetahuan dan penguasaan Matematika Dasar.
Pada TPS, sebagian soal disajikan dalam Bahasa Inggris.
Selain itu, tidak ada perbedaan soal antara IPA dan IPS.
Melansir Kompas.com, materi ujian TPS terbagi dalam 4 sub tes yang digunakan untuk pembobotan pemilihan PTN.
Simak contoh soal-soal dan jawaban UTBK-SBMPTN 2020 materi TPS tentang Penalaran Umum:
Gunung berapi merupakan salah satu obyek alam yang mengagumkan namun menyimpan kekuatan berapi-api. Di dalamnya, gunung berapi menyimpan berbagai material seperti batuan cair, puing-puing dan gas yang dapat dipancarkan kapan pun. Apabila meletus, gunung berapi mengeluarkan lava, batu, dan abu ke udara yang dapat membahayakan lingkungan sekitarnya. Gunung yang akan meletus biasanya mengalami kenaikan suhu di sekitarnya. Selain itu, terdapat ciri-ciri lain seperti keringnya mata air, suara gemuruh, dan migrasi hewan di sekitar gunung. Beberapa gunung berapi yang tercatat berbahaya adalah Gunung Agung, Gunung Papandayan, Gunung Kelud, Gunung Sinabung, Gunung Krakatau, dan Gunung Merapi.
Indonesia memiliki 127 gunung berapi yang masih aktif. Dari 127 gunung tersebut, sebanyak 69 gunung menunjukkan aktivitas magma di dalamnya sehingga perlu mendapatkan pantauan intensif. Besarnya letusan gunung berapi diukur melalui suatu indeks letusan yang disebut Volcanic Explosivity Index (VEI). Di antara berbagai gunung berapi di Indonesia, Gunung Merapi merupakan salah satu gunung yang memiliki indeks letusan yang termasuk tinggi sehingga mendapatkan perhatian intensif.
Gunung Merapi terletak di sebelah utara Kota Yogyakarta. Gunung tersebut memiliki tinggi 1700 meter dan tercatat mengalami erupsi berkali-kali. Beberapa catatan menunjukkan indeks letusan yang tergolong tinggi. Berdasarkan 15 data yang tercatat sejak tahun 1780, setiap kali Gunung Merapi mengalami erupsi akan diikuti masa istirahat sekitar 3-5 tahun. Data letusan Gunung Merapi disajikan pada gambar 1.
(Diadaptasi dari https://www.bbc.com dan Kiswiranti D (2015). Analisis Statistik Temporal Erupsi Gunungapi di Indonesia. Berkala Ilmiah MIPA, 23(3).)
1. Berdasarkan paragraf 1, manakah di bawah ini pernyataan yang BENAR?
A. Gunung Agung memiliki mata air yang kering.
B. Gunung Agung mengeluarkan lava yang berbahaya.
C. Gunung Agung berbahaya bagi lingkungan sekitarnya.
D. Gunung Agung memiliki suhu yang lebih tinggi dari gunung lainnya.
E. Gunung Agung menyimpan material yang dapat dipancarkan kapanpun.
2. Berdasarkan paragraf 1, jika gunung berapi tidak mengeluarkan lava, batu, dan abu ke udara, manakah di bawah ini simpulan yang BENAR?
A. Gunung berapi tidak aktif.
B. Gunung berapi tidak meletus.
C. Gunung berapi tidak berbahaya.
D. Gunung berapi tidak mengalami kenaikan suhu.
E. Gunung berapi tidak mengalami kekeringan.
3. Berdasarkan paragraf 1, apabila di suatu gunung berapi terjadi kekeringan mata air, suara gemuruh dan migrasi hewan di sekitar gunung, manakah di bawah ini simpulan yang PALING MUNGKIN benar?
A. Gunung tersebut pernah meletus.
B. Gunung tersebut sedang meletus.
C. Gunung tersebut telah meletus.
D. Gunung tersebut akan meletus.
E. Gunung tersebut baru saja meletus.
4. Berdasarkan paragraf 3, manakah pernyataan di bawah ini yang PALING MUNGKIN benar mengenai Gunung Merapi?
A. Akan erupsi secara rutin dan diselingi dengan masa istirahat.
B. Akan erupsi setiap tahun dengan letusan yang tinggi.
C. Erupsi dengan indeks letusan yang lebih kecil daripada sebelumnya.
D. Sebelum tahun 1780 masa istirahatnya kurang dari 3 tahun.
E. Setelah tahun 1780 masa istirahatnya lebih dari 5 tahun.
5. Berdasarkan Gambar 1, pada tahun berapakah Gunung Merapi menunjukkan VEI kedua tertinggi?
A. 1920 dan 1961
B. 1920 dan 1956
C. 1930 dan 1961
D. 1930 dan 2010
E. 1961 dan 2010
6. Berdasarkan Gambar 1, apa yang PALING MUNGKIN terjadi jika setelah tahun 2010 Gunung Merapi meletus?
A. VEI-nya akan sebesar 2.
B. VEI-nya akan sebesar 4.
C. VEI-nya akan lebih rendah dari 2.
D. VEI-nya akan lebih rendah dari 4.
E. VEI-nya akan lebih tinggi dari 4
JAWABAN:
1. E
2. B
3. D
4. A
5. C
6. D
Berikut link download contoh soal UTBK-SBMPTN 2020 dari LTMPT.
https://ltmpt.ac.id/file.php?id=1591063827_Contoh_Tes_TPS_WT.pdf
(Tribunnewswiki.com/Ris)