Rocky Gerung Siap Gantikan Yasonna Laoly Jadi Menteri, Tapi Ini Syaratnya yang Mesti Dipenuhi Jokowi

Ia menyatakan siap menjadi menteri asalkan Jokowi memberik hak diskresi untuk membubarkan kabinet.


zoom-inlihat foto
rocky-gerung.jpg
Warta Kota/henry lopulalan
Pengamat politik Rocky Gerung. Ia bersedia menjadi menteri di Kabinet Jokowi asalkan Jokowi memberi hak ini kepadanya.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengamat politik, Rocky Gerung, menyatakan siap bergabung dalam kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan ia bersedia menjadi Menteri Hukum dan HAM menggantikan Yasonna Laoly.

Tapi, kesediaan Rocky Gerung ini hanyalah sindiran karena syarat yang diminta kepada Jokowi terbilang mustahil dilakukan.

Ia menyatakan siap menjadi menteri asalkan Jokowi memberik hak diskresi untuk membubarkan kabinet.

Hal tersebut disampaikan Rocky Gerung saat moderator dalam webinar bertajuk 'Reshuffle: Siapa Layak Diganti dan Menggantikan?' menanyakan kesiapan Rocky Gerung jika ditawari jabatan Menteri hukum dan ham (menkumham).

"Saya mau," kata Rocky Gerung dalam webinar bertajuk 'Reshuffle: Siapa Layak Diganti dan Menggantikan?', Sabtu (4/7/2020).

Baca: Kemarahan Jokowi Disebut Seperti Drama Korea, Rocky Gerung: Anggap Saja Drakor Istana

Baca: Rocky Gerung Kerap Kritik Jokowi, Abdul Somad Tertawa Dengar RG saat Ditanya Andai Jadi Presiden

Rocky Gerung sebut kemarahan Jokowi di sidang kabinet seperti drama Korea.
Rocky Gerung sebut kemarahan Jokowi di sidang kabinet seperti drama Korea. (Kolase Kompas.com)

Perombakan kabinet memang mencuat setelah Presiden Jokowi meluapkan ketidakpuasannya atas kinerja para menterinya dalam penanganan covid-19.

Lantas sejumlah nama menteri disorot, satu di antaranya adalah Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly.

Bahkan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) pada 10 Januari-31 Januari 2020 menyatakan Yasonna Laoly layak diganti lantaran kinerjanya buruk.

Survei yang dirilis jelang 100 hari Kabinet Jokowi-Ma'ruf pada Sabtu (8/2/2020) silam itu menempatkan Yasonna Laoly yang paling layak digantikan.

"Kalau publik menyebut ada Menteri yang perlu diganti, maka siapa yang dianggap layak (diganti)?"

"Perlu saya sampaikan, yang pertama nama yang muncul adalah Menkumham Yasonna Laoly yang mendapat atensi 36 persen responden," ujar Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah.

Baca: Fadjroel Rachman Beri Peringatan saat Debat, Rocky Gerung: Anda Terangkan Itu ke Presiden!

Baca: Rocky Gerung Sebut Jokowi Pelit dan Ragu-ragu Tangani Virus Corona, Ikut Singgung Anies Baswedan

Sementara pengamat politik Rocky Gerung mengaku bersedia menggantikan Yasonna Laoly di kursi Menteri Hukum dan HAM.

Sontak saja pernyataan tersebut mengejutkan, sebab Rocky Gerung terkenal kerap memberikan kritik keras untuk pemerintah Jokowi.

Melansir Tribunnews, Rocky Gerung mengakui akan menerima jabatan Menteri jika tawaran itu datang kepadanya.

Hal itu diungkapkan Rocky Gerung saat moderator dalam webinar bertajuk 'Reshuffle: Siapa Layak Diganti dan Menggantikan?' menanyakan kesiapan Rocky Gerung jika ditawari jabatan Menteri hukum dan ham (menkumham).

"Saya mau," kata Rocky Gerung dalam webinar bertajuk 'Reshuffle: Siapa Layak Diganti dan Menggantikan?', Sabtu (4/7/2020).

"Jadi Menkumham harus punya hak diskresi mengeluarkan undang-undang untuk pembubaran kabinet. 

Jadi sebagai Menkumham saya akan keputusan pertama membubarkan kabinet."

"Dalam negosiasi tukar tambah saya akan bilang kasih saya kewenangan sebagai menkumham atas nama hak asasi manusia saya buat Perppu pembubaran kabinet," kata Rocky Gerung.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menyinggung soal reshuffle saat rapat kabinet paripurna di hadapan para Menteri Kabinet Indonesia Maju pada 18 Juni 2020, lalu.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengutarakan rasa kecewanya terhadap kinerja para Menteri yang dinilai tidak memiliki progres kerja yang signifikan.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu sudah," kata Jokowi lewat video yang diunggah melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020).

Lebih lanjut, Presiden mengajak para Menteri ikut merasakan pengorbanan yang sama terkait krisis kesehatan dan ekonomi yang menimpa Indonesia saat di tengah pandemi Covid-19.

Jokowi menilai, hingga saat ini diperlukan kerja-kerja cepat dalam menyelesaikan masalah yang ada.

Terlebih, Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menyampaikan, bahwa 1-2 hari lalu growth pertumbuhan ekonomi dunia terkontraksi 6, bisa sampai ke 7,6 persen. 6-7,6 persen minusnya.

Lalu, Bank Dunia menyampaikan bisa minus 5 persen.

"Kita harus ngerti ini. Jangan biasa-biasa saja, jangan linear, jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali kita. Saya lihat masih banyak kita yang menganggap ini normal," ucap Jokowi.

Baca: Rocky Gerung Beri Nilai 9 untuk Kebohongan Presiden di 100 Hari Kerja Jokowi-Maruf Amin

Baca: Rocky Gerung Memprediksi Pemerintahan Jokowi Tak Sampai 2024, Sebut Jokowi Tak Bisa Yakinkan Publik

Rocky Gerung. VIRAL, Tagar Rocky Gerung Hina Presiden, Sebut Tak Ngerti Pancasila: Cari Isu Radikal Agar Viral.
Rocky Gerung. VIRAL, Tagar Rocky Gerung Hina Presiden, Sebut Tak Ngerti Pancasila: Cari Isu Radikal Agar Viral. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Yakin Reshuffle Kabinet Segera Dilakukan

Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari menyakini dalam waktu dekat Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) akan melakukan reshuffle atau perombakan kabinet kerjanya.

Dilansir TribunWow.com, keyakinan dari M Qodari tidak terlepas adanya sikap marah yang dilakukan oleh Jokowi kepada para Menterinya.

Menurut M Qodari, tanpa adanya masalah Covid-19, Jokowi pastinya akan melakukan reshuffle.

Ia mengaku sudah melihat pola pemerintahan dari Jokowi seperti yang sudah dilakukan pada kepemimpinan periode pertama.

M Qodari kemudian mencontohkan pada tahun 2015 dan 2016 ketika Jokowi juga menggunakan hak prerogatifnya tersebut.

"Saya yakin karena sebetulnya tanpa ada Covid pun Pak Jokowi akan melakukan reshuffle dan itu sudah kita lihat polanya," ujar M Qodari.

"Tahun 2015 tahun 2016 enggak ada Covid, tetapi Pak Jokowi melakukan reshuffle pada Bulan Agustus," jelasnya.

Dirinya memprediksi bahwa kebijakan reshuffle dari Jokowi akan dilakukan pada bulan Juli 2020 atau selambat-lambatnya pada bulan Agustus 2020.

Menurutnya, untuk saat ini, Jokowi tentu sedang mempertimbangkan secara matang dan objektif berdasarkan kinerja dari anak buahnya di lapangan.

Termasuk juga menyelesaikan permasalahan politiknya terlebih dahulu supaya situasinya lebih kondusif.

 "Pak Jokowi kan pidatonya kan dirilis pada akhir Juni, sekarang sudah masuk Juli," kata M Qodari.

"Mungkin proses politik yang dibutuhkan untuk menuju reshuffle itu sedang terjadi pada bulan Juli ini dan realisasinya bisa pada bulan Juli ini atau bisa pada bulan Agustus yang akan datang," pungkasnya.

Sebelumnya ia juga sempat memberikan prediksi Menteri-Menteri yang kemungkinan bakal dicopot atau diganti.

Dikatakannya, bahwa Menteri yang terancam adalah yang berhubungan dengan penanganan Virus Corona.

Ia mencontohkan pos-pos seperti masalah kesehatan, bantuan sosial, dan stimulus ekonomi.

Meski begitu, ia mengaku tidak mengetahui kemungkinan jelasnya.

M Qodari hanya meminta Menteri yang sekarang menempati pos tersebut untuk waspada, terlebih yang sudah mendapatkan sorotan dari Jokowi sendiri maupun masyarakat.

"Saya akui yakin bahwa reshuffle ini akan terjadi, dan itu akan dipengaruhi oleh Covid," ungkapnya.

"Jadi kalau ditanya Menterinya apa, saya tidak tahu namanya, tidak bisa sebut orangnya. Tetapi pos-posnya terkait dengan kesehatan, bantuan sosial, stimulus ekonomi," terang Qodari.

"Waspadalah, waspadalah!," kata Qodari.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jika Ditawari Jabatan Menteri Hukum dan HAM, Rocky Gerung Akan Terima Tapi Syaratnya Ini dan di Tribunwow.com dengan judul Yakin Reshuffle Menteri dalam Waktu Dekat, M Qodari: Tanpa Ada Covid-19 pun Pak Jokowi akan Lakukan




Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved