Bersiap New Normal, Yogyakarta Konfirmasi 6 Positif Covid-19 Baru: Sebagian Perjalanan Luar Daerah

Ditengah pembukaan new normal untuk pariwisata, Yogyakarta mengonfirmasi enam kasus baru positif Covid-19, sebagian perjalanan dari luar daerah.


zoom-inlihat foto
warga-menggunakan-masker-saat-berkatifitas.jpg
Tribunjogja.com | Hasan Sakri
Sejumlah warga menggunakan masker saat berkatifitas di kawasan simpang empat Gading, Kota Yogyakarta, Minggu (31/5/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sempat dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai salah satu daerah percontohan untuk adaptasi new normal.

Tingkat kewaspadaan warga untuk taat protokol kesehatan disebut sebagai salah satu faktor kenapa Yogyakarta cenderung masih sedikit penularan Covid-19.

Sehingga, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X saat ini telah mengambil langkah bahwa daerahnya harus sudah mulai untuk menjalankan roda ekonomi meski di tengah pandemi.

Meski begitu, per hari Kamis (2/7/2020), terdapat 6 kasus Covid-19 baru di Yogyakarta.

Enam kasus baru Covid-19 di DIY hasil dari pemeriksaan 1.525 sampel di berbagai lab yang ada di DIY dan Jakarta.

Lab yang ada di DIY yakni lab BBTKLPP Yogyakarta, FK UGM, RSUP Dr Sardjito, BB Veteriner Wates, RS Hardjolukito, dan dari BNI 46 Pusat di Jakarta.

Juru Bicara Pemda DIY Berty Murtiningsih untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan bahwa dengan tambahan 6 kasus tersebut maka total kasus positif di DIY berjumlah 320 kasus.

Dari enam kasus baru, ada yang merupakan penularan dari luar daerah dan setelah berkontak dengan rumah sakit.

Baca: 19 Orang Positif Covid-19, PT Unilever Indonesia Tutup Pabrik Sementara dan Liburkan 800 Karyawan

Baca: Mendikbud Akan Permanenkan Pelaksanaan Belajar dari Rumah Meski Pandemi Covid-19 Telah Berakhir

Baca: Kasus Positif Covid-19 di Pabrik Unilever Bertambah 2, Total Menjadi 21 Orang

Pemakaman bayi berusia 10 hari berstatus PDP di Bantul, Yogyakarta
Pemakaman bayi berusia 10 hari berstatus PDP di Bantul, Yogyakarta (Dokumentasi Wisnu)

Keenam kasus baru positif Covis-18 di Yogyakarta tercatat sebagai kasus 317-322.

1. Kasus 317 perempuan usia 40 tahun warga Sleman riwayat menunggu ibu di ICU RS.

2. Kasus 318 perempuan usia 36 tahun warga Gunungkidul riwayat perjalanan Surabaya

3. kasus 319 laki-laki usia 27 tahun warga Sleman riwayat pernah kontak pasien positif

4. kasus 320 laki-laki usia 59 tahun warga Gunungkidul riwayat masih dalam penelusuran.

5. Kasus 321 perempuan usia 24 tahun warga Bantul riwayat dalam penelusuran, dan

6. kasus 322 laki-laki usia 20 tahun warga Bantul riwayat pekerjaan di Balikpapan.

"Kasus 317 menunggui ibunya yang sakit tapi bukan Covid-19 di slaha satu rumah sakit rujukan. Masih penelusuran lebih lanjut oleh Dinkes Sleman," bebernya, Kamis (2/7/2020) dikutip dari laman Tribun Jogja berjudul Inilah Riwayat Enam Pasien Baru Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ia menambahkan, pada 27 dan 28 Juli 2020 telah dilakukan pengambilan swab masal oleh BNI 46 di halaman RS Hardjolukito, dan sebanyak 1.250 sampel telah diperiksa.

"Hasilnya semuanya negatif," ucapnya.

Selanjutnya, untuk laporan kesembuhan kasus positif pada 2 Juli 2020 total ada 5 tambahan kasus sembuh sehingga seluruh kasus sembuh di DIY sejumlah 269 kasus.

Baca: Deretan Fakta Gempa Pacitan Sebesar 5,0 Magnitudo, Terasa Sampai Yogyakarta

Baca: AS Dikecam karena Borong Hampir Seluruh Pasokan Remdesivir untuk Pengobatan Covid-19

"Kasus 195 perempuan usia 28 tahun warga Bantul, kasus 238 laki-laki usia 32 tahun warga Bantul, kasus 254 laki-laki usia 50 tahun warga Sleman, kasus 284 laki-laki usia 37 tahun warga Sleman, dan kasus 296 laki-laki usi 59 tahun warga Sleman," bebernya.

Laporan konfirmasi kasus Covid-19 di DIY per 1 Juli 2020 adalah total PDP sebanyak 1.875 orang di mana 69 orang masih menjalani perawatan.

Berdasarkan hasil lab, 320 orang dinyatakan positif (269 orang sembuh, 8 orang meninggal dunia), 1.447 orang dinyatakan negatif, dan masih menunggu hasil lab sebanyak 108 orang (24 orang meninggal dunia).

Sementara itu, total ODP yang tersebar di seluruh DIY yakni 7.703 orang.

Bersamaan dengan kabar enam positif baru Covid-19, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan bahwa roda perekonomian harus tetap berputar di masa pandemi ini.

Namun semua harus dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan.

Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas saat datang ke Turi untuk menyampaikan duka cita serta bertemu dengan orangtua korban tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, Jumat (21/2/2020) malam. Dok humas Pemda DIY
Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas saat datang ke Turi untuk menyampaikan duka cita serta bertemu dengan orangtua korban tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, Jumat (21/2/2020) malam. Dok humas Pemda DIY (Dok humas Pemda DIY)

Ia pun menegaskan bahwa masa tanggap darurat tidak bertujuan untuk mempersulit operasionalnya kembali hotel dan objek wisata untuk kembali meraup wisatawan.

"Jadi memang ekonomi Yogya harus tumbuh dalam kondisi masih pandemi."

"Tapi tidak ada pilihan. Saya komunikasi juga sama para Bupati."

"Jadi bagi saya, tidak ada masalah, silahkan buka. Kalau mau buka hotel, rumah makan, mau buka objek wisata, dan sebagainya, silahkan."

"Tapi tetap satu, gunakan protokol kesehatan harus," tegasnya di Kompleks Kepatihan, Kamis (2/7/2020).

Sultan mengaku telah menelpon seluruh Bupati di DIY untuk mempersilahkan mereka membuka tempat wisata. Namun ada catatan penting yang disampaikan pada seluruh kepada daerah tersebut, yakni memikirkan kondisi terburuk bila sewaktu-waktu ada wisatawan yang dinyatakan positif saat berkunjung di objek wisata dan bagaimana upaya tracing yang bisa dilakukan.

"Kalau yang datang pada jam yang sama itu orang Semarang, Surabaya, bagaimana kita akan tracing. Bapak (Bupati) lakukan nggak? Nggak. Hanya masuknya di thermo gun aja. Nanti saya sehat atau siapapun yang sehat pada waktu ke Parangtritis atau Kaliurang tapi begitu pulang dari sana kebetulan bukan orang Yogya diperiksa positif. Piye arep tracing? Itu kesulitan," ungkapnya.

Ia menambahkan, Pemkot Yogyakarta telah mengembangkan QR Code sebagai identitas untuk masuk Malioboro. AB 1 itu pun berharap bahwa setiap tempat nantinya selain menerapkan protokol kesehatan juga memiliki data pengunjung, mulia nama, jam masuk, hingga nomor handphone pengunjung.

Baca: Kasus Positif Covid-19 Bertambah, Sri Sultan Wacanakan PSBB di Yogyakarta karena Banyak Warga Ngeyel

Baca: Mengenal Dita Karang, Gadis Asal Yogyakarta dan Debut Sebagai Main Dancer Grup K-Pop SECRET NUMBER

"Nama siapa, HP nomornya berapa, dari Malioboro kalau ke Parangtritis, Mangunan, Dlingo, Breksi, dan sebagainya data itu masukan ke provinsi untuk ID yang ada di provinsi supaya data HP dan ada nama, nggak usah data lagi. Jadi cukup sekali. Nanti di situ ada jam pada waktu masuk. Jam masuk itu ada di antara mereka yang akhirnya positif, itu tracingnya di dalam daftar ada. Jam sekian, nomor HP sekian, dari Yogya, oh ini dari Solo sehingga kita tidak kesulitan. Kalau nggak, nanti Covid ke dua yang terjadi, tapi kita kesulitan tracing," urai Sultan.

Selama tanggap darurat ini, lanjutnya, kejadian kasus baru yang banyak mencuat yakni pelaku perjalanan dari DIY ke luar DIY dan kembali ke DIY dengan membawa status positif Covid-19.

Kondisi tersebut yang membuat Pemda DIY kesulitan memprediksi apakah kasus di DIY telah mencapai puancak dan melandai atau masih belum mencapai puncak.

"Sekarang landai, naik lagi. Saya tidak mau tergesa-gesa sampai kita lihat dibukanya pariwisata dan sebagainya kecenderungan positif besar atau kecil. Pasar yang coba kita tata walau tidak mudah nanti kecenderungan besar atau kecil," bebernya.

Update Covid-19 di Indonesia

Berikut update data terkini sebaran kasus virus corona di Indonesia, hingga Jumat (3/7/2020) pagi ini.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Indonesia merilis data sebaran peta penyebaran virus corona.

Drive Thru Rapid Test Covid-19 di kawasan Bandara Soetta yang digelar oleh Laboratorium Klinik Berlian. Pakar UI mengatakan wabah Covid-19 di Indonesia masih jauh dari puncak.
Drive Thru Rapid Test Covid-19 di kawasan Bandara Soetta yang digelar oleh Laboratorium Klinik Berlian. Pakar UI mengatakan wabah Covid-19 di Indonesia masih jauh dari puncak. (Tribun Images/FX ISMANTO)

Data terakhir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyatakan kasus terkonfirmasi positif corona telah mencapai angka 59.394 pasien.

Jumlah ini mengalami penambahan sebanyak 1.624 kasus, bila dibanding data terakhir pada hari sebelumnya.

Terkini, jumlah kasus positif Covid-19 di Jawa Timur menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan mencapai 12.695 kasus terkonfirmasi.

Jumlah kasus kumulatif positif Covid-19 telah melampaui DKI Jakarta yang hanya mencapai 11.823.

Di sisi lain, kabar gembiranya adalah angka kesembuhan pasien covid-19 di Indonesia juga dilaporkan terus bertambah.

Tercatat, hingga angka kesembuhan telah mencapai 26.667 orang.

Sementara untuk korban meninggal terkonfirmasi positif virus corona adalah sebesar 2.987 orang. 

(Tribunnewswiki.com/TribunJogja/Ris/Kurniatul Hidayah)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved