Daftar Wilayah di Indonesia yang Berpotensi Alami Kekeringan Selama Musim Kemarau 2020, Cek Daerahmu

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memprediksi prakiraan tersebut menurut hasil analisis berbagai kondisi atmosfer hingga per 20/6/20


zoom-inlihat foto
krisis-air1.jpg
(Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Tribun Jateng/Hermawan Handaka Warga dari Desa Kebuntaman RT 04/RW 09, Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang Kota Semarang mendapat bantuan air bersih dari BPBD Jawa Tengah, Selasa (21/8). Bantuan air bersih ini di harapkan bisa membantu warga di Kelurahan Rowosari yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih akibat kemarau panjang. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Telah diberitakan sebelumnya, pada Juni 2020, 51,2 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.

Musim kemarau periode tahun 2020 ini diprediksikan cenderung lebih basah daripada rata-rata iklim tahun 1981 sampai 2010.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) memprediksi prakiraan tersebut berdasarkan hasil analisis berbagai kondisi atmosfer hingga per 20 Juni 2020.

Baca: Info BMKG - Prakiraan Cuaca 33 Kota, Senin 29 Juni 2020: Tiga Wilayah Ini Hujan di Siang Hari

Baca: BMKG Sebut 51,2 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Ini Daftar Wilayahnya

Warga mencuci pakaian menggunakan air dari lubang galian di Sungai Cipamingkis, Cibarusah, Bekasi, Rabu (29/8/2012). Musim kemarau selama empat bulan terakhir mengakibatkan warga di Cibarusah mengalami krisis air bersih.
Warga mencuci pakaian menggunakan air dari lubang galian di Sungai Cipamingkis, Cibarusah, Bekasi, Rabu (29/8/2012). Musim kemarau selama empat bulan terakhir mengakibatkan warga di Cibarusah mengalami krisis air bersih. ((KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA))

Kondisi atmosfer selama ini biasanya mempunyai pengaruh terhadap cuaca atau iklim di musim kemarau dan musim hujan yang terjadi di Indonesia.

Kondisi atmosfer yang memengaruhi iklim antara lain suhu muka laut yang netral, kondisi Dipole Mode Samudera Hindia (IOD) bernilai positif (IOD+), dan kondisi ENSO netral.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Drs Herizal MSi dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa dari berbagai kondisi tersebut diperkirakan musim kemarau di sebagian wilayah Indonesia akan cenderung basah, mencapai sekitar 50 persen wilayah.

Kecenderungan musim kemarau yang basah maksudnya adalah meskipun sudah memasuki musim kemarau, tetapi curah hujan masih bisa terjadi dalam kategori rendah hingga sedang.

Baca: BMKG - Prakiraan Cuaca Sabtu 27 Juni 2020: Surabaya Cerah, Gorontalo Waspada Hujan Lebat

"Namun perlu tetap diwaspadai adanya potensi kekeringan di 30 persen wilayah Zona Musim (ZOM)," tuturnya.

Berikut daftar wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2020:

  • Aceh bagian utara, tengah dan selatan
  • Sumatera Utara bagian selatan
  • Riau bagian utara
  • Lampung bagian utara dan timur
  • Banten bagian selatan
  • Sebagian Jawa Barat
  • Jawa Tengah bagian tengah dan utara
  • DI Yogyakarata bagian timur
  • Sebagian Jawa Timur
  • Bali bagian selatan dan timur
  • Sebagian Nusa Tenggara Barat
  • Sebagian kecil Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan Timur bagian timur dan selatan
  • Sebagian Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Barat bagian selatan
  • Sulawesi Tenggara bagian selatan
  • Maluku bagian barat dan selatan

Baca: BMKG - Prakiraan Cuaca 33 Kota, Selasa 16 Juni 2020: Waspada Hujan Lokal di Beberapa Wilayah

Ilustrasi cuaca panas
Ilustrasi cuaca panas (Tribunwow.com/unsplash.com)


Rekomendasi mitigasi

Berdasarkan perkembangan musim kemarau dan prospek curah hujan 6 bulan mendatang, BMKG menilai tidak ada ancaman potensi anomali iklim global yang signifikan.

Herizal mengatakan, para mitra kerja BMKG dan juga masyarakat umum secara luas hendaknya dapat memanfaatkan informasi iklim ini untuk kewaspadaan, ataupun untuk perencanaan jangka pendek.

"Untuk daerah yang masih mendapatkan curah hujan tinggi perlu mewaspadai potensi perkembangan nyamuk pembawa penyakit demam berdarah," tuturnya.

"Serta, diprediksi dalam 2 hingga 4 bulan ke depan menerima hujang dengan intensitas rendah, perlu melakukan langkah mitigasi," tegas dia.

Berikut 3 langkah mitigasi yang disarankan oleh BMKG:

  1. Budidaya pertanian yang tidak membutuhkan banyak air
  2. Melakukan gerakan hemat penggunaan air bersih
  3. Mewaspadai kebakaran hutan, lahan dan semak

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka, Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "30 Persen Wilayah Berpotensi Kekeringan Selama Kemarau, Ini Daftarnya





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved