Migrain

Migrain adalah jenis sakit kepala yang didasari oleh gangguan saraf dalam otak


zoom-inlihat foto
migrain.jpg
hellosehat.com
Ilustrasi migrain atau sakit kepala.

Migrain adalah jenis sakit kepala yang didasari oleh gangguan saraf dalam otak




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Migrain adalah jenis sakit kepala yang didasari oleh gangguan saraf dalam otak.

Migrain umum ditandai dengan serangan sakit kepala yang intens, melemahkan, dan berulang.

Rasa sakitnya sering digambarkan sebagai dentuman, debaran, atau denyutan yang terjadi di satu sisi kepala Anda.

Beberapa orang menggambarkan rasa sakit yang ekstrem seperti kepala dihantam benda keras.

Migraine dapat didahului atau disertai dengan tanda-tanda peringatan sensorik yang disebut sebagai “aura” dan gejala lainnya.

Aura penanda serangan migraine biasanya muncul dalam bentuk gangguan penglihatan, seperti adanya kilatan cahaya dalam jarak pandang atau titik-titik pada objek yang Anda lihat.

Aura juga bisa berupa sensasi mati rasa di salah satu sisi wajah, lengan, atau kaki, dan kesulitan berbicara.

Ilustrasi sakit kepala
Ilustrasi sakit kepala (TribunJogja.com)

Sementara itu, gejala penyerta yang biasa muncul bersamaan dengan serangan migrain adalah mual, muntah, hingga peningkatan sensitivitas terhadap cahaya terang, suara keras atau bising, dan mungkin aroma tertentu.

Jenis sakit kepala satu ini bisa muncul kapan saja. Ketika serangan datang, migrain dapat bertahan selama berjam-jam hingga berhari-hari.

Hal ini membuat Anda mungkin tidak bisa beraktivitas lancar seperti biasa.

Gejala migraine umumnya bisa diredakan menggunakan obat-obatan dan perawatan rumahan.

Namun, pengobatan hanya berfungsi untuk mengurangi frekuensi terjadinya serangan dan tingkat keparahan gejala dari setiap serangannya.

Baca: Pneumonia

Baca: Avigan

  • Tanda-tanda & Gejala #


Gejala migrain yang paling khas adalah serangan sakit kepala sebelah dengan intensitas nyeri sangat kuat. 

Sakit kepala sebelah karena migrain pun dapat menyebar ke bagian kepala lainnya.

Meski demikian, sakit kepala migrain biasanya tidak datang mendadak. Pada umumnya, ada gejala yang bisa Anda rasakan beberapa saat sebelum sakit kepala datang, selama sakit kepala, dan setelah sakit kepala.

Ilustrasi pusing 24/6/2020
Ilustrasi pusing

Migrain dapat muncul secara bertahap dalam empat fase, yaitu prodromal, aura, serangan migrain (attack), dan post-drome. 

Setiap tahapan ini memiliki cirinya masing-masing, yang menandakan migrain segera muncul.

Namun, tidak semua orang yang mengalami kondisi ini akan mengalami semua fase tingkatan tersebut.

Sebagai contoh, beberapa orang mungkin mengalami migrain dengan aura sementara lainnya tidak dengan aura.

Baca: Sido Muncul

Baca: PT Kalbe Farma Tbk

  • Fase #


Berikut penjelasan dari masing-masing fase kejadian migraine, beserta gejala yang muncu per tahapan

Fase prodomal

Fase prodomal biasanya akan muncul dalam beberapa hari sampai beberapa jam sebelum serangan migraine.

Berikut adalah beberapa tanda-tanda dan gejala yang mungkin muncul saat Anda mengalami fase prodomal:

  • Konstipasi atau sembelit.
  • Perubahan suasana hati (mood) ekstrem alias mood swing, misalnya dari ceria menjadi depresi.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Leher terasa kaku.
  • Hasrat ingin buang air kecil semakin meningkat.
  • Lebih mudah merasa haus.
  • Lebih sering menguap.

Fase migrain dengan aura

Aura adalah serangkaian gangguan sensorik panca indera yang umumnya muncul mendahului serangan.

Aura biasanya mulai perlahan dan bertahan hingga 20-60 menit sebelum akhirnya memuncak setelah beberapa menit.

Gejala aura biasanya berupa:

  • Ada kilatan cahaya, bentuk-bentuk bayang tertentu, bercak, atau titik-titik cahaya pada objek yang sedang dilihat. Kondisi ini disebut floaters.
  • Penglihatan Anda tiba-tiba menghilang untuk sementara.
  • Tangan dan kaki terasa kebas, kesemutan, atau sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum.
  • Tubuh terasa lemas.
  • Wajah atau salah satu sisi tubuh mati rasa.
  • Tiba-tiba merasa kesulitan berbicara.
  • Mendengar suara-suara atau lantunan musik.
  • Gerakan seperti kejang yang tidak bisa Anda kendalikan.
  • Pada beberapa kasus, aura bisa muncul bersamaan dengan serangan migrain.

Fase attack atau serangan

Fase attack atau serangan adalah tahap di mana gejala migrain umumnya muncul.

Fase ini dianggap yang cukup parah karena rasa sakit kepala sebelah khas migraine bisa bertahan hingga 72 jam.

Kadang, sakit kepala migraine dapat berlangsung sampai kurang lebih tiga hari tiga malam jika dibiarkan tanpa pengobatan.

Gejala serangan migrain yang akan muncul adalah:

  • Rasa sakit yang amat sangat di salah satu sisi kepala. Di sisi lain, migrain juga sering menyerang kedua sisi kepala secara bersamaan.
  • Rasa sakit seperti dihantam oleh benda keras dan sensasi berdenyut-denyut
  • Anda akan lebih sensitif terhadap paparan cahaya atau suara. Bahkan, terkadang Anda juga menjadi sensitif terhadap bau dan sentuhan.
  • Anda mudah merasa mual dan muntah.
  • Lebih mudah berkeringat atau brekeringat lebih banyak.
  • Konsentrasi menurun dan memburuk.
  • Mudah merasa kepanasan atau kedinginan.
  • Nyeri di belakang mata atau telinga pada sisi kepala yang terdampak.

Fase post-drome

Setelah mengalami serangan, Anda biasanya akan merasa lemas karena kehabisan energi juga kebingungan (linglung).

Inilah yang disebut fase post-drome.

Saat ini, gerakan kepala yang terlalu tiba-tiba bisa membuat Anda kembali merasakan serangan meski hanya sejenak.

Baca: Kimia Farma

 

  • Penyebab #


Hingga saat ini masih belum bisa dipastikan apa yang menjadi penyebab migrain.

Para peneliti telah mengidentifikasi kemungkinan penyebabnya, tetapi mereka tidak memiliki penjelasan yang pasti.

Kemungkinan, migrain disebabkan oleh salah satu atau kombinasi dari beberapa faktor ini:

  • Gangguan pada saraf pusat di otak.
  • Masalah, gangguan, kelainan, atau penyimpangan dalam sistem pembuluh darah di otak, atau sistem pembuluh darah secara keseluruhan.
  • Mutasi genetik.
  • Masalah, gangguan, atau kelainan pada keseimbangan senyawa kimia otak.
  • Masalah, gangguan, atau kelainan pada jalur saraf di otak.

Sementara itu, serangan migrain pada penderitanya diketahui dapat dipicu oleh salah satu atau kombinasi dari beragam hal berikut:

  • Perubahan hormon. Pada wanita, migrain dapat terjadi sebelum atau selama menstruasi, selama kehamilan, dan saat menopause.
  • Minuman beralkohol seperti wine.
  • Minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi.
  • Stres.
  • Kelelahan yang amat sangat.
  • Paparan terhadap  cahaya yang terlalu terang, aroma berbau tajam, atau suara yang terlalu keras.
  • Perubahan kebiasaan tidur, entah itu kurang tidur atau justru tidur terlalu lama.
  • Jet lag.
  • Perubahan tertentu pada kondisi fisik. Pada beberapa kasus, olahraga berat dan seks bisa memicu sakit kepala migrain.
  • Perubahan cuaca ekstrem.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti nitrogliserin.
  • Makanan tertentu, misalnya makanan olahan, makanan yang mengandung banyak garam, makanan yang dibuat dengan zat aditif seperti berpemanis buatan atau mecin (MSG).
  • Kebiasaan melewatkan waktu makan.

  • Obat & Pengobatan #


Migrain mulanya dapat didiagnosis oleh dokter umum dengan mengidentifikasi gejala umum, frekuensi, dan durasi sakit kepala sebelah, serta kemungkinan riwayat paparan Anda terhadap hal-hal pemicu migrain.

Sebenarnya, dokter ahli neurologi tentu sudah terlatih untuk memahami kondisi Anda.

Jadi, jika Anda mengalami migrain yang tidak terlalu serius, hanya dari riwayat kesehatan, gejala yang Anda alami, dan pemeriksaan fisik, dokter sudah bisa menentukan diagnosis mengenai kondisi Anda.

Namun apabila kondisi Anda cukup rumit dan sudah memasuki fase yang cenderung serius, dokter umum dapat merujuk Anda pada spesialis saraf (neurolog) untuk memastikan diagnosisnya.

Dokter spesialis saraf kemudian dapat merekomendasikan tes-tes sebagai berikut:

1. Magnetic resonance imaging (MRI)

MRI adalah teknik pengambilan foto bagian otak dan pembuluh darah menggunakan medan magnet yang cukup kuat.

Hasil dari foto yang dihasilkan menggunakan MRI akan digunakan dokter untuk mendiagnosis tumor, stroke, perdarahan di dalam otak, infeksi, dan masalah lain yang berkaitan dengan otak dan sistem saraf.

2. Computerized tomography (CT)

CT Scan biasanya dilakukan menggunakan X-ray untuk mengambil foto otak dari berbagai sudut.

Hasil foto yang didapat dari CT scan akan digunakan dokter untuk mendiagnosis tumor, infeksi, kerusakan otak, perdarahan di dalam otak dan berbagai kondisi kesehatan lainnya yang mungkin menyebabkan sakit di area kepala.

Ada beberapa pilihan pengobatan migrain yang bisa Anda gunakan untuk meredakan rasa sakit di kepala.

Biasanya, pengobatan akan disesuaikan dengan usia Anda, frekuensi Anda mengalami kondisi ini, tingkat keparahannya, hingga kondisi kesehatan lain yang Anda miliki.

1. Obat-obatan pereda rasa nyeri

Obat-obatan pereda rasa nyeri yang bisa Anda gunakan untuk meredakan migrain termasuk paracetamol, aspirin, dan ibuprofen. Obat ini dapat dibeli bebas tanpa resep dokter.

Tetapi, jika obat-obatan ini digunakan dalam jangka panjang, Anda justru berpotensi mengalami rebound headache atau sakit kepala akibat terlalu banyak menggunakan obat pereda nyeri.

2. Obat-obatan triptan

Obat-obatan triptan adalah obat resep, sehingga Anda hanya akan menggunakan obat ini jika diresepkan oleh dokter. Obat ini bekerja dengan cara menghalangi sinyal rasa sakit masuk ke otak.

Obat-obatan ini bisa berupa pil, obat suntik, atau obat semprot hidung. Namun, obat ini mungkin tidak aman untuk pasien yang menderita stroke atau serangan jantung.

3. Obat antimual

Jika Anda mengalami sakit kepala sebelah yang disertai dengan aura dan gejala seperti mual dan muntah, obat-obatan anti mual dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini.

Obat-obatan anti mual termasuk chlorpromazine, metoclopramide, dan prochlorperazine. Obat-obatan ini bisa digunakan bersamaan dengan obat pereda rasa nyeri.

4. Obat opioid

Biasanya, obat opioid adalah obat yang akan digunakan oleh pasien yang tidak bisa mengonsumsi obat migrain lainnya.

Namun, obat ini bisa membuat penggunanya kecanduan jika digunakan sembarangan.

Maka dari itu, dokter hanya akan meresepkan obat ini sebagai jalan terakhir jika obat-obatan lain benar-benar tidak mempan mengatasi kondisi Anda.

5. Obat dihidroergotamin

Obat dihidroergotamin tersedia dalam bentuk obat obat semprot hidung atau obat injeksi.

Obat ini biasanya cukup efektif mengatasi gejala migrain, khususnya jika penyakit ini bertahan hingga lebih dari 24 jam.

Tetapi, penderita migrain yang juga memiliki penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, atau gangguan hati lebih baik menghindari penggunaan obat ini.

Penggunaan obat ini memiliki efek samping seperti mual dan muntah.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi
Nama Penyakit Migrain
Menyerang Kepala
   


Sumber :


1. hellosehat.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved