TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jalan raya menjadi tempat berbahaya, sebab apapun bisa terjadi di sana.
Tak dipungkiri, bahkan mobil yang tertib dengan aturan, dapat menjadi korban dari kecelakaan.
Satu di antara banyak kasus yang sering terjadi, yaitu tabrak belakang oleh kendaraan lain saat sedang berhenti di lampu merah.
Biasanya truk maupun bus sering mengalami rem yang tidak berfungsi maksimal.
Sehingga saat masalah tersebut muncul, kadang truk menabrakkan ke kendaraan yang ada di depannya.
Baca: Video Viral, Pengendara NMAX Ngebut dan Tabrak Pengendara Scoopy, Keduanya Terpelanting
Baca: Fakta dan Kronologi Mobil Kapolsek Tabrak Rumah dan Tewaskan 2 Orang, Pengemudi Diduga Mabuk
Dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com, Founder and Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu menjelaskan, ada dua hal yang harus diperhatikan saat berkendara di jalan raya.
“Pertama, setiap merencanakan manuver seperti berhenti, berbelok, atau lainnya, tindakan yang harus dilakukan yaitu memastikan sisi belakang atau samping kita aman,” jelas Jusri, beberapa waktu lalu.
Kedua, selalu waspada atau expect the unexpected.
Jaga-jaga apabila kendaraan di belakang terlihat tetap dengan kecepatannya, siap-siap untuk menghindar ke sisi yang aman.
Baca: Kecelakaan Maut Terjadi di Pringapus Semarang, Pecahan Tugu Beton yang Tertabrak sampai Berhamburan
Caranya, kerap memperhatikan spion belakang ketika mobil berhenti.
“Jadi sebelum kendaraan di belakang kita berhenti, jangan meletakkan transmisi dalam posisi netral dan memasang rem tangan. Mata tetap mengawasi sisi belakang dan sekitarnya,” tutur Jusri.
Oleh sebab itu, usai ada mobil di belakang kita yang benar-benar berhenti, baru dapat merasa sedikit lebih aman dari risiko tabrak belakang.
Apabila terjadi tabrak belakang, setidaknya ada kendaraan di belakang kita yang dapat meredam momentum tabrakan.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka)