TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perkara sengketa merek usaha dagang Ruben Onsu dengan PT Ayam Geprek Bensu (Benny Sujono) masih berlanjut.
Meski telah dinyatakan kalah, Ruben Onsu rupanya akan tetap menggunakan nama Geprek Bensu sebagai merek usaha dagangnya.
Ruben Onsu tetap tidak akan mengganti merek dagang tersebut.
Selain itu, Ruben Onsu dan Jordi Onsu juga akan mengganti jenis huruf dan logo usaha mereka.
Mendengar keputusan Ruben Onsu dan Jordi Onsu membuat pihak I Am Geprek Bensu bingung.
Pihak I Am Geprek Bensu merasa, pilihan tersebut tetap melanggar keputusan hukum.
"Sepanjang pengetahuan saya, setiap merk dalam satu jenis jasa atau barang, nggak bisa dua. Buktinya, kami pakai sertifikat merek I Am Geprek Bensu, digugat Ruben onsu," ucap Eddie Kusuma selaku kuasa hukum PT I Am Geprek Bensu, Minggu (14/6/2020), dikutip dari Wartakotalive.com.
"Mau ganti nama dan huruf menjadi kecil atau besar, kalau memang salah, ya salah," ujar Eddie Kusuma.
Sebagai praktisi hukum yang fokus di bidang hak atas kekayaan intelektual (HAKI), Eddie Kusuma belum pernah menemukan merek yang sama meski beda logo dan hurufnya.
Sementara itu, menurut kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menuturkan bahwa Ruben tidak harus menutup gerai usaha kulinernya.
Baca: Kalah di Mahkamah Agung, Ruben Onsu Akhirnya Minta Maaf, I Am Geprek Bensu: Ini Merek Punya Kita!
Baca: Pihak I Am Geprek Bensu Buka Suara Soal Karyawannya yang Dibawa ke Usaha Milik Ruben Onsu
Meskipun, Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi pihak Ruben Onsu perihal sengketa nama dagang dan mengabulkan sebagian rekonvensi dari PT Ayam Geprek Benny Sujono.
Dikarenakan dikabulkannya sebagian rekonvensi PT Ayam Geprek Benny Sujono maka membatalkan enam sertifikat kelas 43 milik PT Onsu Pangan Perkasa terkait merek Geprek Bensu.
Hanya saja, pihak Ruben Onsu atau PT Onsu Pangan Perkasa masih memiliki dua sertifikat kelas 43 untuk merek dagang Geprek Bensu dan Ayam Geprek Bensu.
Oleh karenanya, menurut Minola Sebayang, Ruben Onsu tidak perlu menutup gerai Geprek Bensu.
"Dua sertifikat di kelas 43 tidak dibatalkan. Artinya, PT Onsu Pangan Perkasa masih boleh membuka gerai seperti hari ini. Jadi, tidak perlu tutup," ujar Minola Sebayang saat jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/6/2020).
Namun, Minola mengatakan yang perlu dilakukan kliennya ialah merubah format nama sesuai yang tertulis dalam dua sertifikat yang tidak dibatalkan.
"Saya kira tidak jadi persoalan. Mau tulisannya seperti ini, saya rasa masyarakat tidak ada berpengaruh. Tapi, tidak mengharuskan kami menutup usaha kami," ujar Minola.
Baca: Jordi Onsu Minta Perkara Merek dengan Pihak I Am Geprek Bensu Diselesaikan Secara Damai
Baca: 2.500 Karyawan Dirumahkan Kena Imbas Pandemi Covid-19, Ruben Onsu Tetap Bayar Gaji Sebulan dan THR
Menurut Minola Sebayang, Ruben Onsu atau PT Onsu Pangan Perkasa bisa saja mengganti logo atau format nama.
Hanya saja, Minola mengatakan terlalu dini bagi Ruben Onsu untuk mengganti logo atau format nama tersebut.
Pasalnya, Minola menganggap putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) belum berkekuatan hukum tetap atau inkracht.
"Sebuah keputusan baru dinyatakan inkracht jika sudah ada relasi pemberitahuan dari Pengadilan Niaga atau Negeri atas putusan Mahkamah Agung tersebut. Dan sudah diterima dengan sah oleh pihak yang bersaungkutan, maka sejak itu inkracht sebuah keputusan," ujar Minola.
Dikarenakan belum inkracht, Minola Sebayang mengatakan putusan kasasi MA belum bersifat mengikat.
"Apa kami perlu ganti form tulisan Geprek Bensu kami? Ya enggak perlu. Kita tunggu saja pemberitahuannya sampai ke kita," kata Minola.
Bantahan Jordi Onsu
Jordi Onsu membantah kabar bahwa dirinya pernah melamar sebagai manajer operasional di PT Ayam Geprek Bensu (Benny Sujono).
Jordi Onsu menjelaskan bahwa awalnya dia memang bekerjasama dengan Yangcent dan Stefani Livinus untuk mendirikan usaha itu.
Lalu, Jordi menegaskan bahwa usaha kuliner itu dibangun bersama. Maka, tidak benar bila ia melamar menjadi manajer dalam bisnis tersebut.
"Jadi yang perlu digarisbawahi adalah bahwa para pihak adalah pemilik pengurus, pengelola, dengan merk dagang yang diberi nama I Am Geprek Bensu. Ada Yangcent, Evan Jordi Onsu, dan Stefani Livinus. Ini bukan melawan hanya meluruskan,” kata Jordi Onsu.
Selain itu, Jordi Onsu juga membantah kabar bahwa pihaknya mencuri resep I Am Geprek Bensu.
"Saya dengan tegas membantah. Tidak ada pencurian resep sama sekali. Apalagi, dengan cara memasukan karyawan," Jordi Onsu.
Menurut Jordi, ia tahu resep ayam geprek karena memang meramunya bersama Stefani Livinus yang kini menjadi pemilik usaha bernama I Am Geprek Bensu yang berada di bawah PT Ayam Gerek Benny Sujono.
"Kita cuma punya karyawan enam sampai tujuh orang. Jadi yang mengetahui resepnya kita semua. Kita bikin semua. Bahkan, saat itu, saya yang eksperimen," kata Jordi Onsu.
(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria) (Wartakotalive.com/Bayu Indra Permana)
Artikel ini sebagian telah tayang di Wartakotalive.com dengan judul Ruben Onsu Hanya Ganti Huruf Untuk Merek Dagangnya, Begini Tanggapan Pengelola I Am Geprek Bensu