TRIBUNNEWSWIKI.COM - Efisiensi sedang dilakukan Indonesia demi melalui situasi tak menentu pandemi virus corona.
Setelah anggaran negara lebih banyak yang dikeluarkan di bidang kesehatan, untuk urusan ekonomi juga Indonesia saat ini sedang berusaha untuk melakukan efisiensi.
Salah satu yang sedang dicanangkan adalah merampingkan jumlag BUMN yang ada di Indonesia.
Terlebih, sebelumnya marak kabar perusahaan-perusahaan pelat merah di Indonesia yang tidak bergerak di bidang usaha sesuai atau mengalami kerugian.
Atas hal tersebut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir berencana akan akan memangkas 35 perusahaan BUMN.
Sehingga, nantinya dari 142 nama perusahaan yang ada sekarang, akan dibangkas menjadi 107 BUMN saja.
Erick pun memastikan, 35 perusahaan pelat merah itu tak akan ditutup.
Namun, nantinya mereka akan digabungkan dengan perusahaan lain yang bergerak di industri yang sama.
Baca: Erick Thohir Copot dan Rombak Pimpinan 8 Perusahaan BUMN, Fadjroel Rachman Ikut Kena Imbas
Baca: Adian Napitupulu Tiba-tiba Dipanggil Jokowi ke Istana Negara Pasca Kritik Menteri BUMN Erick Thohir
Baca: Sambut New Normal, Bank BUMN Ini Sediakan Fitur Tarik Tunai di ATM Tanpa Kartu, Ini Caranya
“Kemarin yang 35 (BUMN yang dipangkas) itu berdasarkan merger dan penggabungan,” ujar Erick pada fiskusi virtual Sabtu (13/6/2020) lalu.
Erick menjelaskan, pihaknya belum memiliki kewenangan untuk menutup suatu perusahaan plat merah. Namun, saat ini Kementerian BUMN tengah membahas soal kewenangan tersebut dengan Kementerian Keuangan.
“Jadi nutup perlu izin, nah ini yang bisa kita lakukan menggabungkan dulu, terutama di segmen-segmen yang memang bisa kita lakukan."
"Contoh Garuda kan sudah nutup lima anak usahanya."
"Itu enggak perlu izin, karena itu di bawahnya, anak cucunya."
"Kalau BUMN perlu izin, ini yang coba kita lakukan,” kata Erick.
Erick menambahkan, untuk penggabungan perusahaan BUMN, yang akan terdampak adalah jajaran direksi dan komisarisnya.
Atas dasar itu, dia memastikan para karyawannya tak akan terkena imbas kebijakan ini.
“Kalau perusahaan sehat, pasti yang middle ke bawahnya sehat."
"Problem ini kan selalu yang bagian atas ini pemimpin terlalu membawa isu-isu yang populer, tapi ujung-ujungnya perusahaannya bangkrut semua, utangnya gede."
"Nah jadi saya sikat dulu yang di situ,” ucap dia.
Restrukturisasi BUMN