"Berdasarkan informasi saat ini, untuk menjaga orang-orang yang datang aksi agar tetap aman, kami putuskan kebijakan (pemberian tenggang waktu) untuk demonstrasi esok," ujar Javid, dilansir Euro News, Sabtu (13/6/2020).
Perlu diketahui, buntut tewasnya warga kulit hitam tak bersenjata George Floyd di tangan polisi berkulit putih memicu demonstrasi besar-besaran di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat dan Inggris.
Sebelumnya, sejumlah figur pemerintahan Inggris -termasuk Boris Johnson dan Sekretaris Departemen Dalam Negeri Priti Patel- sempat berkomentar terkait serangan massa terhadap patung eks PM Inggris, Winston Churchill.
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson menyebut bahwa aksi perusakan patung Churchill sebagai hal memalukan dan tak masuk akal.
Boris menyebut, "tidak masuk akan dan (sungguh) memalukan sebuah monumen nasional mendapat serangan para pendemo yang kejam"
"Patung Winston Churchill di Parliament Square merupakan pengingat atas prestasinya menyelamatkan negara -dan seluruh Eropa- dari fasisme dan tirani rasisme," ucap Boris dalam Twitter, dilansir NPR, Jumat (12/6/2020).
Sebagai langkah mencegah adanya perusakan kembali oleh massa, Boris menginstruksikan petugas untuk menutup patung eks Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill di London Inggris dengan material.
Para petugas kemudian membungkus patung pemimpin perang ini kurang dari satu minggu setelah dirusak saat demonstrasi.
Penutupan ini bersifat sementara menunggu situasi reda.
London merupakan titik utama tempat berkumpulnya para demonstran anti-rasisme Black Lives Matter / BLM.
Adapun perusakan terjadi buntut kemarahan massa terhadap pembunuhan George Floyd oleh polisi di Minneapolis, Amerika Serikat.
Baca: Patung eks PM Inggris Winston Churchill Dicoret Grafiti Selama Aksi #BlackLivesMatter di London
Perusakan Patung Winston Churchill
Diwartakan sebelumnya, patung mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill terlihat dicoret oleh grafiti selama berlangsungnya aksi Black Lives Matter di London, Inggris.
Coretan grafiti disemprotkan dengan mencoret namanya dan menambahkan kata-kata "adalah seorang rasis", sehingga sekilas terbaca, "Churchill adalah seorang rasis."
Pencoretan tersebut berlangsung dalam aksi Black Lives Matter yang digelar di dekat tugu peringatan di Parliament Square, Westminster, London, Inggris.
Sebuah rekaman video menunjukkan ada kerumunan kecil demonstran yang berteriak, "Churchill adalah seorang rasis".
Rombongan tersebut kemudian terdengar juga meneriakkan, "Boris (Johnson) adalah seorang rasis".
Menurut pantauan Independent yang dikutip Tribunnewswiki.com, Senin (8/6/2020), terdapat sekelompok orang berdiri di sekitar patung tersebut yang nampak melindungi dari sejumlah massa.
Baca: Protes Black Lives Matter di Inggris, Massa Buang Patung Pedagang Budak Edward Colston ke Sungai
Sementara itu, terlihat empat orang petugas polisi berseragam yang berdiri di dekatnya.
Banyak peserta demonstran yang mengambil gambar momen tersebut.