Bukan kali pertama patung Winston Churchill dirusak oleh massa yang marah.
Patung yang sama pernah menjadi sasaran pendemo saat peringatan D-Day tahun 2019.
Kata-kata "Semua polisi itu Ba****an" tertulis di patung dengan cat warna hijau neon.
Sementara patung Churchill lainnya di New Bond Street, London juga pernah disiram cat berwarna putih pada Januari 2019.
Baca: Ribuan Warga Skotlandia Padati Jalanan Protes Tuntut #BlackLivesMatter dan Suarakan Anti-Rasisme
Belakangan ini, sebuah insiden terbaru dilakukan demonstran di Bristol.
Mereka merobohkan patung seorang pedagang budak abad ke-17, Edward Colston.
Massa kemudian melemparkan patung tersebut ke sungai.
Demonstrasi yang terjadi di London, Inggris berangkat dari kegelisahan orang-orang setelah terbunuhnya George Floyd di Minnesota, Amerika Serikat.
Baca: Khawatir Covid-19, Jubir Demonstrasi #BlackLivesMatter di Skotlandia Ajak Aksi Melalui Internet
Kematian George Floyd di tangan polisi memicu kerusuhan di sejumlah negara di dunia.
Kepolisin di Inggris menggelar penyelidikan terkait aksi corat-coret tersebut.
Sekretaris Kementerian Dalam Negeri, Priti Patel menyebut insiden tersebut sebagai aksi 'vandalisme'.
-
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)