TRIBUNNEWSWIKI.COM - Virus corona baru alias Covid-19 dapat menular antar manusia dalam jarak dekat.
Yaitu dengan cara droplet atau lewat tetesan pernapasan.
Virus corona pun bisa masuk dalam tubuh setelah kita menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan tidak mencuci tangan.
Lantas apakah hubungan seks juga termasuk dalam aktivitas yang beresiko tinggi menularkan Covid-19? Jawabannya iya.
Hal ini karena saat berhubungan seks berada sangat dekat dengan pasangan, mungkin berciuman, atau bernapas di dekatnya.
Baca: Viral Cerita Pasien Sembuh Covid-19 Bagikan Rincian Total Biaya Perawatan Capai Rp 70 Juta
Baca: Pasien Sembuh Covid-19 Dilarang Berhubungan Intim dan Berciuman hingga 1 Bulan, Ini Alasannya
Dalam studi baru dari para peneliti di Harvard University menyatakan, sebab hubungan seks membawa risiko penularan maka direkomendasikan untuk menggunakan masker wajah.
Namun, ini terutama apabila berhubungan intim dengan orang yang tidak tinggal satu rumah.
Studi yang diterbitkan di jurnal Annals of Internal Medicine tersebut memberi peringkat menurut seberapa besar kemungkinan untuk terjangkit Covid-19 saat melakukan kegiatan seksual.
Para peneliti juga memberikan saran untuk menggunakan masker demi menghadapi skenario paling berisiko, yakni berhubungan seks dengan seseorang yang tidak menjalani karantina bersama kita.
Dalam studi tersebut mengatakan, apabila mempunyai pasangan yang tidak tinggal satu atap, selain memakai masker, hindari berciuman, tindakan oral maupun anal dan hal-hal lain yang melibatkan semen atau urine.
Diri dan pasangan wajib mandi sebelum dan sesudah melakukan hubungan intim, dan membersihkan kamar dengan tisu beralkohol maupun sabun.
Baca: WHO Imbau Pakai Masker Kain dengan Tiga Lapisan Berbeda, Berikut Bahan dan Kombinasinya
Penelitian tersebut pu juga menjelaskan, berhubungan seks dengan seseorang yang tinggal bersama kita cenderung lebih aman, tapi masih berisiko.
Misalnya, apabila salah seorang pergi keluar untuk melakukan tugas dan terkena virus, ia bisa menularkan virus yang dibawa pada pasangannya.
Bahkan jika orang tersebut akhirnya merupakan pembawa asimptomatik (tanpa gejala), dia masih dapat menginfeksi orang lain.
Para peneliti berpendapat, yang paling aman untuk sementara ini yaitu untuk tidak berhubungan seks sama sekali.
Walaupun hal ini tidak dimungkinkan untuk sebagian besar orang.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka)